Assalamu'alaikum Ww Masih dari Bondan W Sutan Gadang Salero...... http://www.detikfood.com/read/2011/09/15/133858/1723114/908/karabu-baluik-alias-unagi-salad?dthlutama ado makanan buruak pusako lamo... http://images.detik.com/content/2011/09/15/908/kerabuctt.jpg
Karabu Baluik alias Unagi Salad *Bondan Winarno* - detikFood Share : <http://www.detikfood.com/read/2011/09/15/133858/1723114/908/karabu-baluik-alias-unagi-salad?dthlutama#detikshare> Baca Juga : - Pepes Ikan Mas<http://www.detikfood.com/read/2011/08/02/120031/1694562/908/pepes-ikan-mas> [image: Karabu Baluik alias Unagi Salad]< img src=" http://images.detik.com/content/2011/09/15/908/kerabuctt.jpg" alt="Karabu Baluik alias Unagi Salad" width="390" height="292.5" class="img" /> Foto: Bondan Winarno*Sumatera Barat* - Sekalipun kerabu merupakan kata yang tidak banyak dikenal maknanya, ternyata makanan ini digemari sangat banyak orang. *What’s in a name?* Disebut apapun, makanan enak tetap saja enak. Lema kata kerabu dalam kamus bahasa Indonesia dimaknai sebagai salad atau rujak – yaitu irisan berbagai jenis buah yang masih ranum dengan sambal atau saus yang unik. Kata kerabu sendiri lebih dikenal oleh mereka yang berkebudayaan Melayu. Adanya kata krawu (nasi krawu di Gresik dan sekitarnya) terbukti bukan merupakan terjemahan kata kerabu ke dalam bahasa Jawa karena ternyata pengertiannya sangat beda. Berbagai adat dari puak Melayu mengenal kerabu sebagai bagian penting dalam kuliner mereka. Bahkan, di Malaysia pun kerabu merpakan ikon kuliner penting. Popularitas kerabu juga menciptakan kreativitas para ibu rumah tangga dan telah menghadirkan berbagai jenis kerabu baru. Kerabu tidak lagi sebatas kerabu mangga muda dan pepaya muda, tetapi telah juga melibatkan bahan-bahan di luar buah. Bahan dan bumbu utamanya pun pelan-pelan mengalami perubahan. Bila semula cukup cabe, bawang merah, gula merah dan/atau parutan kelapa, kemudian penggunaan parutan kelapa pun mulai memunculkan bentuknya yang lain, misalnya: santan. Karena itu, banyak sajian bersantan pedas yang juga disebut kerabu. Di Sumatra Barat, karabu baluik (kerabu belut) adalah salah satu sajian yang mulai semakin langka. Di rumah-rumah makan yang menyajikan masakan Minang, sajian ini hampir tidak pernah muncul. Padahal, belut asap yang digoreng dan disajikan gaya balado cukup banyak ditampilkan. Di rumah-rumah, pada acara-acara “makan basamo”, karabu baluik pun jarang hadir. Sajian ini sungguh lamak bana (lezat sekali). Belut dibakar atau dipanggang dengan arang atau kayu yang berjarak agak jauh (mirip teknik pengasapan). Dengan cara ini belut akan tetap empuk dan matang hingga ke bagian dalam, tanpa menjadi gosong di luarnya. Daging belut panggang ini kemudian dicampur dengan santan kental yang dibumbui cabe, bawang merah, garam, dan jeruk nipis. Sungguh istimewa. Nasi putih sebakul pun dijamin tandas dengan lauk yang satu ini. Para perantau Sumatra Barat yang kini bermukim di Malaysia pun ternyata membawa karabu baluik ke "rumah"-nya yang baru itu. Uniknya, di Kelantan sana, kerabu belut justru masih merupakan salah satu sajian yang populer hingga kini. Apakah kita akan menunggu sampai Kelantan menganggapnya sebagai kuliner pusaka mereka sebelum kita mulai memperhatikannya kembali? Atau, mungkin kita harus mengubah namanya menjadi Unagi Salad supaya lebih terdengar jazzy? Pada 15 September 2011 11:47, Z Chaniago <[email protected]> menulis: > Assalamu'alaikum Ww > > Dari halaman Bondan W si Gadang Salero.... > http://www.detikfood.com/read/2010/09/30/072644/1451883/368/resep-soto-soto-padang?dthlutamaambo > cukia-kan isinyo saketek.. > > http://images.detik.com/content/2011/09/15/368/sotopadangctt.jpg > > *Jakarta* - Racikan soto khas ranah Minang ini aromanya sangat harum. > Irisan daging yang gurih beradu dengan perkedel kentang yang lembut. Hmm... > sedap! > > *Bahan:* > 250 g daging has luar sapi > 2 sdt garam > 1 liter air > 2 sdm minyak sayur > 2 lembar daun jeruk > 1 batang serai, memarkan > 1 batang daun bawang, iris kasar > *Haluskan:* > 6 butir bawang merah > 3 siung bawang putih > 2 buah cabai merah > 1 butir kapulaga, kupas > 1 cm jahe > ½ cm kunyit > ½ sdt merica butiran > 2 sdt garam > *Pelengkap:* > Perkedel kentang > kerupuk merah > sambal rawit merah > 2 butir telur rebus, kupas, potong-potong > 75 g suun, seduh air panas hingga lunak, tiriskan > 1 batang seledri, iris halus > 2 sdm bawang merah goreng > > *Cara membuat:* > > > > - Rebus daging sapi bersama garam hingga lunak. Tiriskan daging. > - Iris melintang tipis, memarkan hingga agak pipih. > - Sisihkan kaldunya sebanyak 1 liter > - Goreng hingga kecokelatan dan kering. Tiriskan. > - Suwir- suwir kecil. Sisihkan. > - Tumis bumbu halus bersama daun jeruk, serai dan daun bawang hingga > wangi. > - Masukkan ke dalam kaldu. Didihkan dengan api kecil. > - Penyajian: Taruh suun, telur, perkedel dan daging dalam mangkuk saji. > - Tuangi kaldu panas. > - Taburi bawang merah, seledri dan kerupuk. > - Sajikan panas. > > *Untuk 6 orang* > > > > Pada 15 September 2011 10:05, sjamsir_sjarif <[email protected]>menulis: > > Salah alamat situsnyo tadi tu, bukan brahminsfood tapi brahimsfood. >> Dipelok-i iko nan batua: >> >> http://www.brahimsfood.com/ >> >> Lah diedit lo dalam posting sabalunnyo nan dikutip- di bawah ko. >> Macam-macam nan diproduksinyo. >> >> Salam, >> --MakNgah >> Sjamsir Sjarif >> Nan sanang jo Kalio Joghiang >> Sept 14, 2011 >> >> > > > -- > Z Chaniago - Palai Rinuak > > Alam Minangkabau semakin memukau oleh kemilau Danau Maninjau . > > Sayangi Danau Maninjau - > > -- Z Chaniago - Palai Rinuak Alam Minangkabau semakin memukau oleh kemilau Danau Maninjau . Sayangi Danau Maninjau - -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
