Ass.ww. Perkebunan Sawit (palm oil plantations) skala besar dan rubber plantation iko tamasuak nan marusak dan menghancurkan "Tropical Rain Forest" Indonesia yg kaya dengan Biodiversity dan merupakan hutan tropis terbesar kedua di dunia..bahkan Indonesian dikenal sebagai salah satu dari negara "the Mega Biodiversity Countries" di dunia. Kebun skala besar ini juga yang dituding menghancurkan keanekaragaman hayati Indonesia, berapa banyak "germ plasm" and "biodiversity" kita yang hilang, extincted, rare. Banjir, kekeringan, timbulnya hama dan penyakit baru, siklus air terganggu, rotan habih, kayu habih, dll.. Perkebunan sawit dituding sebagai salah satu penyebab kehancuran lingkungan di indonesia dan secara global.
Kalau indak memberikan keuntungan dan kesejahteraan pada masyarakat dan pemerintah daerah, tentu sebaiknya ditinjau labiah lanjut ttg pembukaan kebun sawit baru atau Di STOP sajo dari pado labiah banyak mudaratnyo.. sakitu dulu, Ramadhanil Pitopang --- Pada Sab, 1/10/11, ajo duta <[email protected]> menulis: > Dari: ajo duta <[email protected]> > Judul: Re: [R@ntau-Net] OOT: Perkebunan Sawit Skala Besar Belum Berkontribusi > untuk Daerah > Kepada: [email protected] > Cc: [email protected] > Tanggal: Sabtu, 1 Oktober, 2011, 2:38 AM > Seharusnya itu tugas para wakil > rakyat di DPR/DPD untuk memperjuangkan > PAD dari sumber daya alam daerah. > > Jan waktu pemilu dakek karakyat. Setelah tapiliah lupo jo > janji. > > On 9/30/11, Darwin Bahar <[email protected]> > wrote: > > Foto: (medanbisnis/gom tobing) > > http://www.medanbisnisdaily.com/functs/viewthumb.php?id=perkebunan_sawit_ska > > > la_besar_belum_berkontribusi_untuk_daerah_358.gif&w=545 > > > > Headline Kamis, 29 Sep 2011 06:30 WIB > > > > MedanBisnis - Medan. Perkebunan kelapa sawit skala > besar tidak berkontribusi > > nyata untuk pembangunan daerah. Hal ini terlihat dari > Pendapatan Asli Daerah > > (PAD) yang disumbangkan sangat minim sehingga tidak > mampu menutupi biaya > > pembangunan infrastruktur pendukung kebun atas falitas > lainnya. > > > > Direktur Ekesekutif Sawit Watch, Abetnego Tarigan > mengemukakannya dalam > > acara Seminar Nasional Kontribusi Perkebunan Kelapa > Sawit terhadap > > Penerimaan dan Pembangunan Daerah di Indonesia, di > Hotel Tiara Medan, Rabu > > (28/9). Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua DPRD > Sumut Chaidir Ritonga, > > Wakil Sekjen DPP Apkasindo Taswin Kiflan, dan > Sektetaris Gapki Sumut Timbas > > Ginting. > > > > Dia mengatakan, minimnya PAD yang didapat dari sektor > tersebut karena ada > > ketimpangan dalam distribusi kewenangan perpajakan > antara daerah dengan > > pusat. "Hal ini tercermin dalam jumlah penerimaan > pajak uang dipungut daerah > > hanya sekitar 3,45% dari total penerimaan pajak," > papar Abed. > > > > Menurutnya, walaupun kewenangan pemajakan telah > diberikan kepada daerah, > > namun basis pajak-pajak yang besar tetap dikuasai > pusat. Jadi, pemberian > > kewenangan tersebut tidak akan berdampak besar > terhadap peningakatan PAD. > > > > Permasalahan lain yang berkaitan dengan PAD, kata > Abetnego, adalah > > kewenangan perpajakan daerah yang sangat terbatas yang > tercermin dari > > rendahnya kontribusi PAD terhadap APBD yaitu rata-rata > kurang dari 10%. > > "Untuk itu, sebaiknya kepala daerah tidak menerbitkan > izin baru kepada > > perusahaan sawit skala besar," katanya. > > > > Namun, katanya lagi, pemerintah kabupaten dan provinsi > harus lebih agresif > > menuntut keadilan penerimaan keuntungan dari sektor > sawit kepada pemerintah > > pusat dan mendorong perkebunan kelapa sawit dikelola > oleh rakyat secara > > mandiri melalui kelompok tani karena akan meningkatkan > ekonomi rakyat secara > > langsung. > > > > Selain itu, katanya, perusahaan skala besar didorong > untuk melakukan usaha > > di sektor hilir yaitu pengolahan kelapa sawit dan CPO > dan turunannya menjadi > > lebih bernilai tambah. > > > > "Untuk meningkatkan PAD, perlu pengawasan yang lebih > ketat dan kontinyu > > kepada setiap perusahaan sawit skala besar dalam hal > produksi dan > > penjualannya," tegasnya. > > > > Wakil Ketua DPRD Sumut, Chaidir Ritonga ,mengatakan, > sejauh ini pembagian > > Dana Bagi Hasil (DBH) perkebunan khususnya perkebunan > sawit memang dirasa > > belum adil. "Untuk itu, hingga saat ini kami terus > memperjuangkan DBH ini > > sehingga pendapatan daerah lebih baik lagi," > ungkapnya. > > > > Dorongan tersebut, katanya, dilakukan karena Sumut > adalah salah satu daerah > > yang memiliki kontribusi terbesar penghasil CPO > di Indonesia. Hal ini yang > > menjadi dasar agar Sumut bisa memperoleh DBH > perkebunan. Karena, katanya, > > selama ini banyak devisa yang disumbangkan oleh > Sumut dari kegiatan ekspor > > CPO secara rutin dalam jumlah yang banyak. > > > > Kemudian, katanya, berdasarkan hasil ekspor tersebut, > pemerintah pusat > > menarik Bea Keluar (BK) ekspor CPO yang jumlahnya > diperkirakan sudah > > mencapai Rp 60 triliun sejak BK yang dulu bernama > Pungutan Ekspor (PE) > > tersebut diberlakukan. (cw - 01) > > > > http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2011/09/29/57625/perkebunan_sawit_ > > #.ToXWEezQ2KE > > > > > > > > -- > > . > > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, > dipublikasikan di tempat lain > > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > > > =========================================================== > > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > > - DILARANG: > > 1. E-mail besar dari 200KB; > > 2. E-mail attachment, tawarkan di > sini & kirim melalui jalur pribadi; > > 3. One Liner. > > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim > biodata! Lihat di: > > http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 > > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm > melakukan reply > > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply > email lama & > > mengganti subjeknya. > > > =========================================================== > > Berhenti, bergabung kembali, mengubah > konfigurasi/setting keanggotaan di: > > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > > > > -- > Sent from my mobile device > > Wassalaamu'alaikum > Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta), > suku Mandahiliang, > lahir 17 Agustus 1947. > nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman. > rantau Deli, Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA > ------------------------------------------------------------ > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan > di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta > R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim > melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! > Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan > reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply > email lama & mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting > keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
