Assalamu'alaikum wr wb

Ayahanda muchtar naim dan mamanda dutamardin umar..

Dari beberapa perdebatan antaro ayahanda MN dan mamanda DUTA ambo ikuti....

Jadi bnyk hal dan data yg ambo punyo ttg hal yg diperdebatkan iko...

Utk itu,ambo agak labiah dakek sapandapek jo ayahanda MN karano ambo mgkn
slh satu pelaku atwpun mgkn yg berada dlm lingkungan apo yg dikhawatirkan
ayahanda MN...

Utk masalah penjajahan ekonomi atw budaya dsb yg dilakukan oleh non pri yg
dimaksud oleh ayahanda MN, ambo setidaknyo ado punyo data pendukung...

Kalau ada wkt ayahanda MN dan mamanda DUTA batamu muko diskusi iko,ditampek
yg ndak sulik ambo manjangkaunyo....
Mgkn buliah juo ambo dipanggia utk dtg mandangakan diskusi tu sambia ambo
barajo...karano kalau ambo paparkan sadonyo disiko tlalu panjang beko....

Wassalam
HADI/31L
Ditapi sungai siak pakanbaru
Ma adu untuang
On 29 Okt 2011 15:02, "Mochtar Naim" <[email protected]> wrote:

> *Pak Dutamardin Umar yth,*
> *** ***
> *     Tepat atau tidak-tepatnya kita mengangkatkan masalah dikotomi
> pri-nonpri itu tergantung kepada apa yang kita inginkan melihatnya dengan
> itu. Kalau sekadar kecemburuan etnik tentu memang tidak tepat. Kita malah
> harus belajar banyak dari orang Cina itu. Tidak sia2 ada ungkapan yang
> dikatakan sebagai hadits yang sampai mengatakan: "Belajarlah sampai ke
> negeri Cina sekalipun." Dan memang banyak sekali yang kita bisa belajar
> dari orang dan budaya Cina itu. Kesungguhan, kerajinan, keuletan,
> kerjasama, pandangan jauh ke depan, dsb, seperti yang Pak Duta kemukakan
> itu.      *
> *     Masalah kita bukan itu, Pak Duta. Masalah kita adalah masalah
> penaklukan dan penjajahan ekonomi, sebagaimana dahulu dilakukan oleh orang
> Belanda, sekarang oleh orang Cina. Dengan kerjasama mesra antara penguasa
> negara NKRI yang pribumi dengan penguasa ekonomi non-pri dan para kapitalis
> multinasional itu, sekurangnya sejak Orde Baru ke mari ini, kita secara
> ekonomi sekarang sedang terjajah dan dikuasai oleh Cina.*
> *     Sudikah, dan relakah Pak Mardin kalau ekonomi negara kita ini bukan
> kita yang punya dan menguasai tetapi para cukong-konglomerat Cina dan para
> kapitalis multi-nasional itu? Kalau Pak Duta suka, itu pilihannya Pak
> Mardin. Kalau saya jelas tidak. Saya menginginkan langkah2 konkrit seperti
> yang dilakukan oleh Mahathir sebelumnya dan pemimpin Malaysia sekarang
> untuk memberikan peluang seluas-luasnya kepada kelompok Melayu yang
> merupakan pewaris yang sah dari Malaysia itu.  Kelompok Melayu oleh para
> negarawan Malaysia diberi peluang seluas-luasnya dan mereka dibimbing untuk
> masuk dan menguasai ekonomi negara mereka sendiri. Itu juga yang sekarang
> sedang dilakukan oleh para penguasa di Viet Nam, Laos, Kambodia, Thailand,
> dsb.*
> *** ***
> *Pak Duta, hal yang saya angkatkan ini selama ini disapukan ke bawah
> tikar permasalahan dan dianggap SARA kalau ada yang berani
> mengangkatkannya. Jadi jauh daripada apa yang Pak Duta kirakan seperti
> mengulang-ulang hal itu ke itu juga. Dimulai saja belum, kok sudah
> dikatakan itu ke itu juga.*
> *** ***
> *Wassalam,*
> *MN*
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke