Sdr Syaf dan Abdul Hadi dkk,
 
     The time is now or never. Begitulah kira2 dalam kita mengangkatkan masalah 
musykil dari penguasaan ekonomi NKRI oleh penguasa ekonomi non-pri dan 
kapitalis multinasional lainnya itu tapi juga yang dilindungi dan diproteksi 
oleh penguasa politik pribumi bangsa sendiri. Dan semua dalam konteks kerjasama 
untuk keuntungan kedua belah pihak. Dan ini telah berjalan sekian lama, 
seolah-olah inilah polanya kita membangun Indonesia ini, dengan menjadikannya 
sebagai satelit kekuasaan ekonomi Cina dan multinasional lainnya itu.
     Mari Pangestu hanya satu contoh kecil saja, bgmn seorang ahli ekonomi 
non-pri ditempatkan dalam posisi kunci untuk membikin hubungan kerjasama 
ekonomi dan perdagangan itu bertambah mesra tanpa hambatan apa2, dan menjadikan 
Indonesia menjadi satelitnya Cina. Ada sekian banyak Mari Pangestu lain2nya 
yang kita tidak tahu siapa mereka, apa kerjanya, tetapi yang mengendalikan 
semua itu baik secara terbuka maupun di belakang layar. 
     Untuk merasakan betapa jauhnya penguasaan ekonomi mereka di NKRI ini, 
tanyakan saja yang sebaliknya.
Kecuali sejumlah BUMN yang selalu dikelola asal2an dan morat-marit, dan kecuali 
satu-dua kapitalis pribumi yang juga sibuk bermain politik, coba tanya, apa dan 
mana yang dikuasai oleh kelompok pribumi di bidang apapun, di darat, laut dan 
udara? Lihatlah gambaran kota metropolitan Jakarta dan kota2 besar di Indonesia 
lainnya dengan skyscrapers dan bangunan2 yang membubung tinggi ke udara, apapun 
macamnya, mana yang dimiliki dan dikuasai oleh bangsa pribumi sendiri? 
Jangankan secara persentase, nol koma sekian, dalam hitungan jumlah saja 
mungkin tidak habis jari yang 10 ini.
     Inilah gambaran Indonesia Tanah Airku itu sesungguhnya sekarang ini. Back 
to colonialism, sekurangnya economic colonialism.
 
Salam, MN

From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Sunday, October 30, 2011 7:31 AM
Subject: Re: [R@ntau-Net] Jwb Mochtar Naim thdp Dutamardin Umar ttg dikotomi 
etnis pri-nonpri


Pak MN Yth!

Sato nimbrung ambo sangenek, kato Bapak di DPD, Marie Elka Pangestu adalah 
menteri perdagangan. Kebijaka sebelumnya agar rotan hanya boleh diekspor dalam 
bentuk jadi, dilonggarkan kembali menjadi bisa dalam bentuk mentah dan setengah 
jadi. Akhirnya, rotan dan manau mentah itu dikirim ke Cina. Kini, China 
menguasai ekspor industri rotan di dunia, pengrajin rodan yang sentranyo di 
Cirebon, tingga mangango se nyo lai Pak, antaro mati jo indak.

Salam

Syaf AL 
Powered by Telkomsel BlackBerry®
From: abdul hadi <[email protected]> 
Sender: [email protected] 
Date: Sun, 30 Oct 2011 00:08:18 +0700
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Subject: Re: [R@ntau-Net] Jwb Mochtar Naim thdp Dutamardin Umar ttg dikotomi 
etnis pri-nonpri

Assalamu'alaikum wr wb
Ayahanda muchtar naim dan mamanda dutamardin umar..
Dari beberapa perdebatan antaro ayahanda MN dan mamanda DUTA ambo ikuti....
Jadi bnyk hal dan data yg ambo punyo ttg hal yg diperdebatkan iko...
Utk itu,ambo agak labiah dakek sapandapek jo ayahanda MN karano ambo mgkn slh 
satu pelaku atwpun mgkn yg berada dlm lingkungan apo yg dikhawatirkan ayahanda 
MN...
Utk masalah penjajahan ekonomi atw budaya dsb yg dilakukan oleh non pri yg 
dimaksud oleh ayahanda MN, ambo setidaknyo ado punyo data pendukung...
Kalau ada wkt ayahanda MN dan mamanda DUTA batamu muko diskusi iko,ditampek yg 
ndak sulik ambo manjangkaunyo....
Mgkn buliah juo ambo dipanggia utk dtg mandangakan diskusi tu sambia ambo 
barajo...karano kalau ambo paparkan sadonyo disiko tlalu panjang beko....
Wassalam
HADI/31L
Ditapi sungai siak pakanbaru
Ma adu untuang
On 29 Okt 2011 15:02, "Mochtar Naim" <[email protected]> wrote:

Pak Dutamardin Umar yth,
> 
>     Tepat atau tidak-tepatnya kita mengangkatkan masalah dikotomi pri-nonpri 
>itu tergantung kepada apa yang kita inginkan melihatnya dengan itu. Kalau 
>sekadar kecemburuan etnik tentu memang tidak tepat. Kita malah harus belajar 
>banyak dari orang Cina itu. Tidak sia2 ada ungkapan yang dikatakan sebagai 
>hadits yang sampai mengatakan: "Belajarlah sampai ke negeri Cina sekalipun." 
>Dan memang banyak sekali yang kita bisa belajar dari orang dan budaya Cina 
>itu. Kesungguhan, kerajinan, keuletan, kerjasama, pandangan jauh ke depan, 
>dsb, seperti yang Pak Duta kemukakan itu.      
>     Masalah kita bukan itu, Pak Duta. Masalah kita adalah masalah penaklukan 
>dan penjajahan ekonomi, sebagaimana dahulu dilakukan oleh orang Belanda, 
>sekarang oleh orang Cina. Dengan kerjasama mesra antara penguasa negara NKRI 
>yang pribumi dengan penguasa ekonomi non-pri dan para kapitalis multinasional 
>itu, sekurangnya sejak Orde Baru ke mari ini, kita secara ekonomi sekarang 
>sedang terjajah dan dikuasai oleh Cina.
>     Sudikah, dan relakah Pak Mardin kalau ekonomi negara kita ini bukan kita 
>yang punya dan menguasai tetapi para cukong-konglomerat Cina dan para 
>kapitalis multi-nasional itu? Kalau Pak Duta suka, itu pilihannya Pak Mardin. 
>Kalau saya jelas tidak. Saya menginginkan langkah2 konkrit seperti yang 
>dilakukan oleh Mahathir sebelumnya dan pemimpin Malaysia sekarang untuk 
>memberikan peluang seluas-luasnya kepada kelompok Melayu yang merupakan 
>pewaris yang sah dari Malaysia itu.  Kelompok Melayu oleh para negarawan 
>Malaysia diberi peluang seluas-luasnya dan mereka dibimbing untuk masuk dan 
>menguasai ekonomi negara mereka sendiri. Itu juga yang sekarang  sedang 
>dilakukan oleh para penguasa di Viet Nam, Laos, Kambodia, Thailand, dsb.
> 
>Pak Duta, hal yang saya angkatkan ini selama ini disapukan ke bawah tikar 
>permasalahan dan dianggap SARA kalau ada yang berani mengangkatkannya. Jadi 
>jauh daripada apa yang Pak Duta kirakan seperti mengulang-ulang hal itu ke itu 
>juga. Dimulai saja belum, kok sudah dikatakan itu ke itu juga.
> 
>Wassalam,
>MN-- 
>.
>* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
>wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
>http://groups.google.com/group/RantauNet/~
>* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>===========================================================
>UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>- DILARANG:
>1. E-mail besar dari 200KB;
>2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
>3. One Liner.
>- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
>http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
>- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
>subjeknya.
>===========================================================
>Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
>http://groups.google.com/group/RantauNet/
>-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke