Ulasan penutup dari MN mengenai dikotomi etnik pri dan non-pri dalam kaitannya 
dengan penjajahan ekonomi oleh kelompok non-pri dan kapitalis multinasional 
lainnya di Indonesia sampai saat ini:

 
Bill Gates: "If you born poor it's is not your mistake. But, if you die poor 
it's your mistake."

Oke. Itu kata si Bill Gates. Karena dia kaya dan sukses. Dan dia memberi contoh 
kepada dirinya sendiri dan kelompok Yahudinya.  Banyak benarnya.
 
Tapi sejarah mengatakan lain. Kalau you itu cuma sendirian, okelah. Salahe 
dewe. Tapi bagaimana kalau yang poor itu satu bangsa beratus juta dan 
bergenerasi berketurunan dan berabad lagi. Dan ini bukan hanya terjadi pada 
satu etnik tertentu yang bernama suku bangsa Melayu atau Indonesia saja. Tidak 
terkecualinya orang Cina sekalipun, sampai di masa Chiang Kai Shek dan 
sampaipun ke eranya Mao Tse Tung, dan bahkan sekarangpun, di RRC sendiri, 
kecuali segelintir kecil kelompok penguasa dan pengusaha, sebagian besar orang 
Cina itu juga hidup dalam kemiskinan selama berabad dan tak terhitungkan yang 
mati karena kelaparan, dsb. Dan tak kurangnya ini juga dialami oleh suku2 
bangsa di Eropah, di Amerika, di Asia lainnya, termasuk Jepang dan Korea, dan 
apalagi di Afrika. Dan tak kurangnya orang Yahudi juga di masa Nazi di Jerman. 
Malah cerita orang Yahudi di daerah pelarian diasporanya selama berabad malah 
cukup mengenaskan.
 
Jadi kawan2, masalah kemiskinan dan keberhasilan dalam hidup itu tidak hanya 
sekadar melarikannya kepada satu variabel tertentu saja, misalnya sifat2 suku 
bangsa, tapi ada sekian banyak faktor2 lainnya yang juga ikut menentukan 
sesuatu sukubangsa itu kaya atau miskin. Terlalu menyederhanakan persoalan 
jadinya kalau hanya berpegang pada satu variabel penentu saja. Kita harus 
melihat permasalahan yang sama dari beberapa atau bahkan berbagai sisi pandang 
secara transhistorikal kalau perlu sehingga kita bisa memahami kenapa kita-kita 
kelompok pri-bumi ini menjadi bangsa kuli dan jadi budak di rumah sendiri 
selama beratus tahun sudah, sampai saat ini.
 
Oleh karena itu, kawan2, angkatkanlah sejumlah variabel penentu yang menjadi 
penyebab kenapa pribumi Melayu/Indonesia ini kalah dari perantau Cina itu. 
Bukan hanya satu saja, seperti yang Sdr2 tekankan itu, yaitu kegesitan hidup 
bagi orang Cina perantau dan kemalasan hidup bagi orang Melayu/Indonesia 
pribumi.  Saya menerima itu sebagai sebuah fakta antropologis. Dan saya tidak 
pernah menolaknya. Tapi bukan itu saja, tapi juga ada banyak hal lain seperti 
yang saya kemukakan itu, yaitu, a.l., konglomerasi dan aglomerasi yang saling 
menguntungkan antara kelompok penguasa politik pribumi dan kelompok penguasa 
ekonomi dari non-pri Cina dan kapitalis multinasional lainnya, di samping 
keinginan kelompok Cina itu untuk menguasai kawasan Asia Tenggara ini sebagai 
jajahan ekonomi dan politik mereka. Bukankah kasus Singapura, Filipina, Viet 
Nam dsb sebelumnya, cukup jadi bukti autentik bagi kita bahwa tujuan mereka 
untuk menguasai ekonomi Indonesia seperti
 sekarang ini tidak berhenti sampai di situ saja, tapi menjadikannya menjadi 
koloni jajahan mereka.  Dan ini dalam bahasa sejarah adalah barang biasa saja. 
Ingat, Majapahit selama beberapa abad juga melakukan hal yang sama, sama dengan 
neo-majapahit yang ada sekarang juga melakukan hal yang sama.
 
Nah, tinggal tergantung kepada kita: mau atau tidak mau jadi jajahan ekonomi 
dan politik Cina dan multinasional lainnya itu. Kalau Malaysia secara tegas 
sudah mengatakan tidak dan tidak mau. Makanya mereka berusaha sekuat tenaga 
untuk menaikkan muruah sukubangsa Melayu itu ke tingkat setara dengan 
sukubangsa Cina, India, dsb.  Sendirinya timbul rasa percaya diri dan sifat 
suka bekerja dan bekerja keras bagi orang Melayu. Dan mereka belajar banyak 
dari orang Cina untuk mengejar segala ketinggalan mereka itu.
 
Salam saya, MN
 
 
Setuju dengan Pak Zorion Anas.

Jadi takana kecek Bill Gates:

"If you born poor it's is not your mistake. But, if you die poor it's your 
mistake."

Jadi bukan salah siapo-siapo, bukan salah sukunyo, salah negaranyo, salah urang 
gaek, salah budaya, salah urang sabalah rumah, tapi salah wak surang.

Salam,
ZulTan, L, 51, Bogor




________________________________
From: ZulTan <[email protected]>
To: RN <[email protected]>
Sent: Sunday, October 30, 2011 2:33 PM
Subject: Re: [R@ntau-Net] Jwb Mochtar Naim thdp Dutamardin Umar ttg dikotomi 
etnis pri-nonpri




Setuju dengan Pak Zorion Anas.

Jadi takana kecek Bill Gates:

"If you born poor it's is not your mistake. But, if you die poor it's your 
mistake."

Jadi bukan salah siapo-siapo, bukan salah sukunyo, salah negaranyo, salah urang 
gaek, salah budaya, salah urang sabalah rumah, tapi salah wak surang.

Salam,
ZulTan, L, 51, Bogor


If you don't know where you are going, any road will take you nowhere - Henry 
Kissinger

________________________________

From: Anzori <[email protected]> 
Sender: [email protected] 
Date: Sun, 30 Oct 2011 00:11:42 -0700 (PDT)
To: [email protected]<[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Subject: Re: [R@ntau-Net] Jwb Mochtar Naim thdp Dutamardin Umar ttg dikotomi 
etnis pri-nonpri

Bagi saya suatu hal yg lucu kalau keterbelakangan ekonomi dikaitkan dengan ras. 
Di Jepang memang tidak ada Cina yg mendominasi ekonomi negara karena bangsa 
Jepang lebih unggul. Jangan salahkan Yahudi yang kaya kalau kita sendiri jadi 
manusia pemalas dan tidak kompak. Dominasi selalu menjadi kosa kata yang 
disalahkan. 


Zorion_Anas 
*56yo
http://minangmaimbau.blogspot.com
http://zorionanas.blogspot.com
[email protected], [email protected], [email protected] 
Cel./HP No. :085811292236
Country code +62


>________________________________
>From: Mochtar Naim <[email protected]>
>To: Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]>; "[email protected]" 
><[email protected]>; "[email protected]" 
><[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; 
>"[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" 
><[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; 
>"[email protected]" <[email protected]>
>Cc: MOCHTAR NAIM <[email protected]>
>Sent: Saturday, October 29, 2011 8:58 PM
>Subject: [R@ntau-Net] Jwb Mochtar Naim thdp Dutamardin Umar ttg dikotomi etnis 
>pri-nonpri
>
>
>Pak Dutamardin Umar yth,
> 
>     Tepat atau tidak-tepatnya kita mengangkatkan masalah dikotomi pri-nonpri 
>itu tergantung kepada apa yang kita inginkan melihatnya dengan itu. Kalau 
>sekadar kecemburuan etnik tentu memang tidak tepat. Kita malah harus belajar 
>banyak dari orang Cina itu. Tidak sia2 ada ungkapan yang
>
>-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke