Waalaikum Salam WR WB,

Terimakasih atas tanggapan dan sharing ilmu pengetahuan geologinya Pak
Syafruddin.
Saya kebetulan orang telekomunikasi (bukan geologi), tapi tertarik
sekali dengan bidang ini.

Memang benar seperti yang bapak ulas dalam Teori Siklusitas itu,
periode ini hanya bisa terjadi dalam interval jutaan tahun. Jauh
sebelum kedatangan manusia pertama Minangkabau yang diperkirakan
setelah abad masehi. Kuncinya disini adalah Harimau Champa, dimana
Kerajaan Champa saja didirikan tahun 192 Masehi. Tentu butuh waktu
sekurangnya seratus tahun sampai namanya masyhur.

Bagi kita (khususnya pada waktu sekarang ini), Tambo memang banyak
berisi mitos. Namun pada saat cerita ini dibuat ratusan tahun yang
lalu, tentu ianya bukanlah mitos, melainkan pandangan keagamaan atau
kepercayaan.
Kita tentu masih ingat bahwa baru tahun 1632, atau kurang dari 400
tahun yang lalu Teori Geosentris diruntuhkan oleh Galileo Galilei.
Artinya sebelum itu, bumi yang berupa hamparan dan dikelilingi oleh
benda-benda langit adalah suatu kenyataan bagi mereka. Bagi kita tentu
saja ini sudah menjadi mitos. Sama halnya dengan Valhalla atau ujung
dunia yang berada di tengah samudera bagi bangsa Viking. Begitu pula
halnya konsep Gunung Meru dan Jambhudwipa bagi orang India Selatan.
Sangat mungkin mereka tidak ada niat untuk berbohong pada masa itu.
Semata-mata karena pandangan dan ilmu pengetahuan mereka yang belum
secanggih sekarang.
Memang ada celah-celah kebohongan dalam proses transfer cerita ini
selama ratusan tahun kedepan, apalagi dengan metode lisan.
Namun ada juga kemungkinan cerita ini belum berubah dari masa awal
dibuatnya, karena ada semacam kaidah untuk tidak berbohong yang dianut
para penerima berita. Dalam kaba kita sering mendengar pameo “kaba
urang kami kabakan, duto urang kami tak sato”. Dalam tambo kita juga
mendengar “Satitiak indak ka ilang, sabarih indak ka lupo”. Begitu
juga syair-syair lagu gamad sering menyebut “saketek indak nan kami
rubah”.
Artinya ada sebagian kelompok masyarakat yang memilih untuk
berkomitmen dalam urusan orisinalitas ini. Disuatu tempat mungkin
masih ada Tambo dengan kriteria diatas, yang benar-benar orisinal
sehingga sama dan sebangun dengan versi awalnya ketika dikarang oleh
orang pertama. Saya berspekulasi bahwa orang yang mengarang itu adalah
Datuk Nan Berdua itu, yang sangat besar pengaruhnya dalam peri
kehidupan orang Minangkabau.

Salam hormat,

Zulfadli, 28 thn, Cileungsi-Bogor


On Nov 24, 10:33 am, Syafruddin Syaiyar <[email protected]> wrote:
> Assalamu'alaikum  Pak Fadli,
>
> Menarik sekali uraiannya pak.
> Seperti legenda sejarah yang lainnya, cerita Tambo Minangkabau ini juga
> mengkombinasikan  fakta dan mitos..
> Fakta sejarah dan kejadian alam digabung dengan mitos untuk memberikan
> nilai lebih pada cerita tersebut.
>
> Kebetulan saya punya background ilmu geology dan tertarik untuk memberikan
> sedikit pandangan dari  segi ilmu geologi terhadap Cerita Tambo ini..
> *Sebenarnya
> dari segi geology, masih ada kemungkinan kalau gunung-gunung api dan
> kawasan bukit barisan bertemu dengan lautan*..  Salah satu teori geology
> yang sangat sederhana adalah *siklusity* atau perulangan yang  kalau
> diterjemahkan secara lansung dapat di-artikan  bahwa "sepanjang sejarah
> geologinya" satu daerah itu dulunya dapat saja berupa lautan kemudian
> berubah jadi daratan dan kemudian terendam lagi jadi lautan dan seterusnya
> dapat terangkat lagi jadi daratan..Waktu kuliah dulu, Pak Yono dosen
> stratigraphy  menyebut teori ini sebagai teori "yo yoo" alias tiori jungkat
> jungkit..
>
> Dan sekarang tiori 'jungkat jankit" yang sederhana ini pakai sebagai dasar
> atau dikembangkan jadi tiori "sequence stratigraphy" yang dipakai secara
> luas didunia industri perminyakan.. Dalam  "sequence  stratigraphy" dikenal
> istilah "lowstand",  kondisi dimana permukaaan air laut berada pada titik
> terendah, permukaan bumi didominasi oleh daratan... Dan sebaliknya ada
> kondisi "highstand" dimana permukaan air laut naik sampai pada suatu puncak
> yang dikenal sebagai  "maximum flooding surface" dimana hampir semua
> dataran rendah terendam air.... Barangkali dalam kondisi inilah nenek
> moyang kita beremigrasi dan terdampar di kaki gunung Marapi yang tepat
> berada dipinggir laut waktu itu..
>
> Mungkin agak sukar bagi kita membayangkan gunung Marapi berada dipinggir
> lautan.. Tapi kalau kita lihat fakta yang ada sekarang seperti daerah
> Citatah dan Padang Larang (jalan ke Bandung) dimana terdapat pabrik
> pembakaran kapur yang jaraknya sekarang ini ratusan km dari pinggir pantai
> ..Dulunya pasti lautan,  karena batu kapur "gamping atau karbonat" hanya
> terbentuk dan tumbuh dilautan  berupa "batu karang"..Begitu juga jajaran
> pergunungan karst selatan jawa.... dulunya juga lautan.. Untuk daerah kita
> Sumbar, bukit bukit kapur, ngalau  atau gua gua  serta sungai bawah tanah
> yang kita jumpai  di jajaran bukit barisan, pastinya menjadi bukti bahwa
> bukit barisan pernah terendam air laut dalam sejarah geologinya...
>
> Memang iya pada suatu masa geology, Sumatera, Malaya, Jawa dan Kalimantan
> bersatu dalam dataran Paparan Sunda (bukan Dangkalan Sahul), Dan dimasa
> lain bukti geologi juga menunjukkan bahwa daerah daerah ini sebagian besar
> pernah juga berada dibawah atau terendam lautan,..Tiori siklusity
> (perulangan)
>
> Hanya satu hal yang membuat serita Tambo ini ngak klop dengan teori
> geologi.."*yaitu Timing, *sejarah  geology biasanya dalam hitungan *Jutaan
> Tahun (million year)*.. sedangkan sejarah peradapan manusia masih dalam
> selang *Ribuan Tahun,*
> (basalisiah tigo nol-nyoo) ..
>
> Catatan : Bumi/Dunia/Earth diawal pembentukannya memang merupakan sebuah
> benua besar yang disebut "Pagea", kemudian "break up" menjadi seperti yang
> ada sekarang..Bumi kita ini bukannya diam tapi tetap
> bergerak active.. gunung, daratan dan lautan itu begerak dan tidak diam...
>
> Baliak lagi kaji ka awal, cerita Tamboko memang memggabungkan fakta dan
> mitos.. sengaja digabung untuk  memberi kesan yang sakral dan menarik...
>
> Wass
> Sfd, 49 th, KL, Malaysia

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke