Sanak Mbo Darwin Chalidi n sanak2 palanta nn diRahmati Allah swt.
Pertamo JB mohon izin ka sanak palanta karano satolo baciloteh re ambruknya
Jembatan Mahakam nn agak jauh dari kapantingan ba Minang2.
Asa usua ambruknyo jambatan tu aghah nn alah dilewakan oleh para ahli
konstruksi jambatan oleh sanak palanta ko,indak ka JB awai doh.
Nan ka disampaikan di palanta ko adolah nn berkaitaan dengan "kepentingan
Minang masa depan n kini" nn bakaitan jo jambatan basi nn lah ado kini n
kemungkinan mambuek jambatan gantung dimaso nn akan datang.
Kito kan lah samo tahu,jambatan nn ado kini di Sumbar kebanyakan buatan
zaman Ulando n buatan PU tahun2 60an zaman RI.
JB mempridiksi,tantu jambatan2 tu lah dipariso n diperbaiki oleh pihak PU
level Prop,Kab n Kota.
Berkaitan dengan rencana pembangunan jambatan gantung,ada baiknyo x,kito
baraja ka teori n pengalaman Prof DR Ir Prio Subrobo MS,dari ITS
Surabaya,setelah ybs memperhatikan secara langsung ambruknya jambatan gantung
Mahakam.
Thread nn disampaikan oleh sanak DC yang meneruskan buah pikiiran Prof PS
dari ITS itu sebaiknya menjadi bahan masukan nn barago baik bagi pembuat
kebijaksanaan or pelaksana teknis dilapangan pembangunan jambatan gantung di
Sumbar.
Semoga semua jambatan2 nn ado di Sumbar tidak mengalami aghah jambatan
gantung Mahakam itu.
Selamat melaksanakan Sholaat Jum'at,semoga sholat berjamaah kita ini
mendapat tempat nn layak disisiNya.Aaamiin 3x.
H.Zubir Amin,72thn,sadang manuju ka Musajik dakek rumah.Allahu Akbar
walillahilhamd.
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
-----Original Message-----
From: Darwin Chalidi <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 2 Dec 2011 06:47:51
To: Rantau Net<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] Pelajaran Runtuhnya Jembatan Gantung Mahakam
Probo: Penyebabnya Bukan Ditubruk Kapal
01 Desember 2011 10:47:49
Guru Besar Teknik Sipil ITS, Prof Ir Priyo Suprobo MS PhD baru saja kembali
dari perjalanannya meninjau lokasi ambruknya jembatan Kutai Kartanegara,
Rabu (30/11). Kepada awak media, Probo pun mengemukakan hipotesa awal
terkait penyebab robohnya jembatan berusia 10 tahun itu.
*Kampus ITS, ITS Online* - Jembatan yang menghubungkan Tenggarong Kota dan
Tenggarong Seberang itu dikabarkan roboh pada Sabtu (26/11). Musibah yang
menelan sejumlah korban jiwa ini pun menarik perhatian Probo untuk
melakukan rekayasa forensik guna mengetahui penyebab ambruknya jembatan.
''Berdasarkan kondisi di lapangan dan keterangan para saksi di lokasi
kejadian, saat ini saya sudah memiliki hipotesa awal terkait penyebab
jatuhnya jembatan,'' ujar Probo kepada para wartawan. Namun mantan rektor
ITS itu mengatakan bahwa hipotesa ini masih perlu analisa lebih lanjut.
Selama 10 tahun beroperasi, jembatan sepanjang 710 meter itu dikabarkan
pernah tertubruk kapal tongkang pada 2006 silam. Santer dikabarkan, hal
itulah yang memicu kerusakan dan berujung pada ambruknya jembatan. Tapi
Probo yang sudah mengunjungi lokasi kejadian secara tegas mematahkan
pendapat itu.
''Bukan pernah ditubruk kapal yang menyebabkan jembatan ambruk,'' tegas
Probo. Menurutnya, jembatan tersebut ambruk disebabkan oleh aktivitas
perbaikan yang sedang dilakukan terhadap jembatan. Saat itu, pada jembatan
memang sedang dilakukan penaikkan lantai kendaraan yang sebelumnya
mengalami penurunan hingga 72 cm.
Penaikan lantai kendaraan itu dilakukan dengan dongkrak yang berdiri di
atas landasan yang bertumpu langsung pada kawat-kawat penggantung. Hal itu
menurut Probo menimbulkan gaya-gaya yang menyebabkan beban berlebihan pada
kawat. Lebih dari itu, fakta bahwa arus kendaraan yang tidak ditutup selama
proses penaikan memungkinkan timbulnya beban kejut.
Probo pun menyampaikan berbagai temuan yang memperkuat hipotesanya. ''Tidak
ada kawat yang putus, justru patahannya terjadi pada pin yang terdapat di
klem-klem di bagian atas kawat penggantung,'' ujarnya. Probo menjelaskan
hal itu disebabkan beban yang timbul oleh aktivitas dongkrak yang bertumpu
pada kawat penggantung.
''Tapi saya harus mencocokkan apa betul hipotesa saya ini dengan bangkai
badan jembatan yang saat ini masih belum diangkat,'' aku dosen Jurusan
Teknik Sipil itu. Ia mengatakan berangkat dari hipotesa awal ini,
selanjutnya akan dilakukan analisa dengan model komputasi dan pengujian
material jembatan di laboratorium.
Soal waktu terselesaikannya proses forensik ini, Probo mengatakan
tergantung jalannya proses evakuasi dan administrasi. ''Bisa cepat, bisa
lambat, karena untuk menggunakan barang bukti kita juga harus meminta ijin
kepolisian,'' katanya.
Pada kesempatan itu Probo pula menyampaikan salah satu pelajaran penting
dari kejadian ini. Ia menilai bahwa selama ini pemeliharaan bangunan di
Indonesia masih dianggap tidak terlalu penting. ''Pemeliharan sesungguhnya
tidak lebih mudah dari proses perancangan dan pembangunannya,'' pungkasnya.
(ald/fi)
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/