Jadi tontonan: http://www.suarapembaruan.com/nasional/jembatan-roboh-kukar-jadi-tontonan-warga-kaltim/14378 -- MakNgah --- In [email protected], zubir.amin@... wrote: > > Sanak Mbo Darwin Chalidi n sanak2 palanta nn diRahmati Allah swt. > > Pertamo JB mohon izin ka sanak palanta karano satolo baciloteh re > ambruknya Jembatan Mahakam nn agak jauh dari kapantingan ba Minang2. > > Asa usua ambruknyo jambatan tu aghah nn alah dilewakan oleh para ahli > konstruksi jambatan oleh sanak palanta ko,indak ka JB awai doh. > > Nan ka disampaikan di palanta ko adolah nn berkaitaan dengan "kepentingan > Minang masa depan n kini" nn bakaitan jo jambatan basi nn lah ado kini n > kemungkinan mambuek jambatan gantung dimaso nn akan datang. > > Kito kan lah samo tahu,jambatan nn ado kini di Sumbar kebanyakan buatan > zaman Ulando n buatan PU tahun2 60an zaman RI. > > JB mempridiksi,tantu jambatan2 tu lah dipariso n diperbaiki oleh pihak PU > level Prop,Kab n Kota. > > Berkaitan dengan rencana pembangunan jambatan gantung,ada baiknyo x,kito > baraja ka teori n pengalaman Prof DR Ir Prio Subrobo MS,dari ITS > Surabaya,setelah ybs memperhatikan secara langsung ambruknya jambatan gantung > Mahakam. > > Thread nn disampaikan oleh sanak DC yang meneruskan buah pikiiran Prof PS > dari ITS itu sebaiknya menjadi bahan masukan nn barago baik bagi pembuat > kebijaksanaan or pelaksana teknis dilapangan pembangunan jambatan gantung di > Sumbar. > > Semoga semua jambatan2 nn ado di Sumbar tidak mengalami aghah jambatan > gantung Mahakam itu. > > Selamat melaksanakan Sholaat Jum'at,semoga sholat berjamaah kita ini > mendapat tempat nn layak disisiNya.Aaamiin 3x. > > H.Zubir Amin,72thn,sadang manuju ka Musajik dakek rumah.Allahu Akbar > walillahilhamd. > Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone > > -----Original Message----- > From: Darwin Chalidi <dchalidi@...> > Sender: [email protected] > Date: Fri, 2 Dec 2011 06:47:51 > To: Rantau Net<[email protected]> > Reply-To: [email protected] > Subject: [R@ntau-Net] Pelajaran Runtuhnya Jembatan Gantung Mahakam > > Probo: Penyebabnya Bukan Ditubruk Kapal > 01 Desember 2011 10:47:49 > Guru Besar Teknik Sipil ITS, Prof Ir Priyo Suprobo MS PhD baru saja kembali > dari perjalanannya meninjau lokasi ambruknya jembatan Kutai Kartanegara, > Rabu (30/11). Kepada awak media, Probo pun mengemukakan hipotesa awal > terkait penyebab robohnya jembatan berusia 10 tahun itu. > *Kampus ITS, ITS Online* - Jembatan yang menghubungkan Tenggarong Kota dan > Tenggarong Seberang itu dikabarkan roboh pada Sabtu (26/11). Musibah yang > menelan sejumlah korban jiwa ini pun menarik perhatian Probo untuk > melakukan rekayasa forensik guna mengetahui penyebab ambruknya jembatan. > > ''Berdasarkan kondisi di lapangan dan keterangan para saksi di lokasi > kejadian, saat ini saya sudah memiliki hipotesa awal terkait penyebab > jatuhnya jembatan,'' ujar Probo kepada para wartawan. Namun mantan rektor > ITS itu mengatakan bahwa hipotesa ini masih perlu analisa lebih lanjut. > > Selama 10 tahun beroperasi, jembatan sepanjang 710 meter itu dikabarkan > pernah tertubruk kapal tongkang pada 2006 silam. Santer dikabarkan, hal > itulah yang memicu kerusakan dan berujung pada ambruknya jembatan. Tapi > Probo yang sudah mengunjungi lokasi kejadian secara tegas mematahkan > pendapat itu. > > ''Bukan pernah ditubruk kapal yang menyebabkan jembatan ambruk,'' tegas > Probo. Menurutnya, jembatan tersebut ambruk disebabkan oleh aktivitas > perbaikan yang sedang dilakukan terhadap jembatan. Saat itu, pada jembatan > memang sedang dilakukan penaikkan lantai kendaraan yang sebelumnya > mengalami penurunan hingga 72 cm. > > Penaikan lantai kendaraan itu dilakukan dengan dongkrak yang berdiri di > atas landasan yang bertumpu langsung pada kawat-kawat penggantung. Hal itu > menurut Probo menimbulkan gaya-gaya yang menyebabkan beban berlebihan pada > kawat. Lebih dari itu, fakta bahwa arus kendaraan yang tidak ditutup selama > proses penaikan memungkinkan timbulnya beban kejut. > > Probo pun menyampaikan berbagai temuan yang memperkuat hipotesanya. ''Tidak > ada kawat yang putus, justru patahannya terjadi pada pin yang terdapat di > klem-klem di bagian atas kawat penggantung,'' ujarnya. Probo menjelaskan > hal itu disebabkan beban yang timbul oleh aktivitas dongkrak yang bertumpu > pada kawat penggantung. > > ''Tapi saya harus mencocokkan apa betul hipotesa saya ini dengan bangkai > badan jembatan yang saat ini masih belum diangkat,'' aku dosen Jurusan > Teknik Sipil itu. Ia mengatakan berangkat dari hipotesa awal ini, > selanjutnya akan dilakukan analisa dengan model komputasi dan pengujian > material jembatan di laboratorium. > > Soal waktu terselesaikannya proses forensik ini, Probo mengatakan > tergantung jalannya proses evakuasi dan administrasi. ''Bisa cepat, bisa > lambat, karena untuk menggunakan barang bukti kita juga harus meminta ijin > kepolisian,'' katanya. > > Pada kesempatan itu Probo pula menyampaikan salah satu pelajaran penting > dari kejadian ini. Ia menilai bahwa selama ini pemeliharaan bangunan di > Indonesia masih dianggap tidak terlalu penting. ''Pemeliharan sesungguhnya > tidak lebih mudah dari proses perancangan dan pembangunannya,'' pungkasnya. > (ald/fi)
-- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
