Mungkin rancak pulo awak tau sikap SBY taradok misibah, bencana nan tajadi:


PENGARAHAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
DI MASJID RAYA PALEMBANG 
PALEMBANG, 16 JUNI 2006


Bismilahirrahmanirahim
Assalmualaikum Warahmatullahiwabarokatuh
Alhamdulilahirobil ‘alamin, Wassalatu mu’ala asrofil ambiai walmursalin 
Sayidina Wamaulana Muhammadin Wa’ala alihiwassobihi ajma’in ama ba’du.

Yang sama-sama kita cintai dan kita muliakan, para alim ulama,
Yang saya hormati para Pimpinan Lembaga-Lembaga Negara, hadir Prof. Jimly 
Asshiddiqie, Ketua Mahkamah Konstitusi, putera Palembang, putera Indonesia 
kelahiran Palembang. 
Hadir juga Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, Menteri perhubungan, Saudara 
Hatta Rajasa, saya kira juga putera Sumatera Selatan,
Hadir Saudara Gubernur Sumatera Selatan dan para Gubernur se-Sumatera yang ada 
di Palembang saat ini, hadir pula para Bupati dan Walikota, 

Hadirin sekalian yang dimuliakan Allah SWT,
Pada hari Jum’at dan semoga senantiasa penuh berkah, marilah sekali lagi kita 
panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, atas rahmat dan ridho-Nya, 
sebagai umat hamba Allah, kita masih diberi kesempatan, untuk melanjutkan 
ibadah, untuk menyempurnakan kepribadian dan amal kita untuk kemaslahatan 
bersama. Dan sebagai warga negara masih diberikan kekuatan dan kesehatan untuk 
sama-sama melanjutkan tugas dan pengabdian kita kepada bangsa dan negara 
tercinta. Marilah sama-sama kita haturkan shalawat dan salam kepada junjungan 
kita Nabi Besar Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat dan pengikut-pengikut 
Rasul sampai akhir zaman.

Izinkan saya sebagai seorang Umaro, melengkapi apa yang disampaikan oleh khatib 
kita, Bapak Profesor Aflatul tadi, untuk mengajak saudara semua, khususnya umat 
Islam, umumnya seluruh rakyat Indonesia, untuk terus melanjutkan tugas dan 
kewajiban kita, dalam rangka ibadah dan dalam rangka embanan sebagai warga 
negara Republik Indonesia.

Sebelum saya menyampaikan harapan dan ajakan saya, ijinkan saya untuk 
menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya, kepada 
masyarakat Palembang, Sumatera Selatan atas kesabaran, atas ketegaran dan 
ikhtiar yang dilakukan terus-menerus, ketika negara ini, sejak mengalami krisis 
delapan tahun yang lalu, hingga hari ini masih menghadapi berbagai ujian, 
cobaan dan permasalahan. Meskipun kita bersyukur, di sana, sini mulai terlihat 
kemajuan-kemajuan, mulai terlihat hasil-hasil dari apa yang kita lakukan 
bersama pada tahun-tahun terakhir ini, namun dengan jujur harus kita akui, 
masih banyak lagi masalah-masalah yang harus kita pecahkan bersama-sama, menuju 
hari esok yang lebih baik. 

Setiap kali saya datang ke Palembang, setiap kali pula saya melihat perubahan, 
perubahan yang lebih baik. Sepuluh tahun yang lalu, saya pernah mengabdi 
bersama-sama, saudara-saudara kami di Palembang dan Sumatera bagian Selatan, 
setelah itu beberapa kali datang ke sini, semenjak saya mengemban amanah 
sebagai Presiden, ini adalah kunjungan saya yang keempat. Setiap saya 
berkunjung selalu ada yang saya harus bersyukur ke hadirat Allah SWT dan 
berterima kasih kepada saudara-saudara semua, pertahankan semua ini, kembangkan 
terus di waktu-waktu yang akan datang.

Saya berpesan kepada Pak Gubernur, Pak Bupati, Pak Walikota, teruslah mencintai 
rakyat, teruslah berbuat yang terbaik untuk rakyat, teruslah menyumbangkan 
semuanya, agar kehidupan masyarakat Palembang dan Sumatera Selatan ini dan 
tentunya seluruh Indonesia makin ke depan makin baik. 

Hadirin sekalian, 
Kita ingin membangun negeri ini, sebagaimana kita ingin membangun Palembang dan 
Sumatera Selatan ini, menuju masa depan yang lebih baik, yang lebih maju, yang 
lebih modern, yang lebih demokratis, tetapi harus tetap dalam nuansa yang penuh 
dengan nilai dan perilaku yang relegius. Sebuah bangsa boleh maju, tapi tidak 
boleh kehilangan perilaku, nilai dan jati dirinya sebagai umat beragama dan 
sebagai bangsa Indonesia yang sejati. Kita harus terus-menerus melaksanakan 
introspeksi, apakah kemajuan sekarang ini, globalisasi sekarang ini, yang tentu 
di satu sisi mendatangkan kebaikan untuk negeri kita, apakah juga mendatangkan 
hal-hal yang tidak baik, yang mengusik, yang mengganggu nilai-nilai ke-Islam-an 
kita, nilai-nilai keagamaan kita dan nilai-nilai kebangsaan kita. Oleh karena 
itu, saya mengajak, marilah bersama-sama kita membangun negeri menuju masa 
depan yang lebih baik, tetapi jangan tercabut dari nilai-nilai keagamaan dan 
nilai-nilai kebangsaan yang sama-sama kita harus junjung tinggi.

Saya menggarisbawahi apa yang disampaikan oleh Khatib tadi, bahwa kita semua, 
ulama dan umaro dan umat harus bersatu padu membangun negeri ini. Saya harus 
mengingatkan, tugas untuk membangun kehidupan yang Islami, kehidupan yang 
religius adalah tugas yang tidak pernah henti. Kita ingin, meskipun masyarakat 
kita makin modern, tetapi nilai-nilai Islami, akhlaq yang baik, tutur kata, 
budi pekerti yang baik, perilaku yang baik, tetap kuat, tumbuh dan berkembang 
di negeri kita.

Kita ingin dalam kehidupan yang Islami ini, kita tetap memperkokoh tali 
silaturrahim, ukhuwah kita, baik ukhuwah Islamiyah, maupun ukhuwah wathoniyah. 
Kita ingin dalam kehidupan yang Islami ini terus mengibarkan Amal ma’ruf-nai 
mungkar, memerangi hal-hal yang tidak benar, menegakkan hal-hal yang benar. 
Kita ingin dalam kehidupan yang Islami ini berbagi rasa, membantu kepada kaum 
dhuafa, kaum fakir miskin, agar mereka bisa menjalani kehidupan sehari-harinya 
dengan layak.
Dalam kehidupan yang Islami, mari kita berjuang agar umat Islam makin maju, 
makin cerdas, makin bermartabat, makin sejahtera. Dengan demikian, kehormatan 
kita sebagai umat Islam makin tinggi, sejalan dengan peradaban umat Islam yang 
harus kita bangkitkan kembali, Islam yang teduh, Islam yang mengayomi, Islam 
yang memberikan solusi, Islam yang menaburkan rahmat bagi semesta Alam. Itulah 
yang ingin kita tuju secara bersama.

Hadirin sekalian yang di muliakan Allah SWT,
Yang kedua atau yang terakhir, sesungguhnya saya ingin menggarisbawahi apa yang 
disampaikan oleh khatib tadi. Disamping ada sejumlah capaian, ada sejumlah 
hasil, yang Alhamdulillah dapat diwujudkan oleh kita semua, oleh bangsa ini, 
sejumlah masalah harus kita atasi, termasuk cobaan, ujian dan musibah bencana 
alam.Tahun 2004 yang lalu bangsa kita mengalami musibah yang maha dahsyat, 
Tsunami di Aceh dan di Nias. Beberapa saat setelah itu masih ada 
bencana-bencana yang relatif lebih kecil, kembali kita diuji oleh Allah SWT, 
beberapa saat yang lalu ada gempa bumi yang dahsyat, yang terjadi di Yogyakarta 
dan di Jawa Tengah. 

Saya mengajak untuk menyikapi semua musibah, ujian dan cobaan ini, termasuk 
bencana alam itu dengan sikap yang baik, sikap yang membangun, sikap yang 
Islami. Ingat, ada tiga hal yang penting dalam kehidupan kita, Iman, Ilmu, 
Amal. Terhadap bencana alam ini, mari kita dekati dari kacamata orang yang 
beriman, dari kacamata orang yang berilmu dan dari kacamata kita yang harus 
terus-menerus beramal saleh. Kalau kita ambil yang kedua dulu, sebagai orang 
yang berilmu, mari kita gunakan pengetahuan kita, ilmu kita, logika kita, 
mengapa terjadi bencana alam di negeri ini. Ada dua, ada bencana alam yang bisa 
dijelaskan secara ilmiah, contohnya Tsunami di Aceh dan di Nias dan kemudian 
contoh yang kedua Gempa Bumi tektonik yang ada di Yogya dan di Klaten.



Hadirin sekalian, 
Bumi tempat kita hidup ini bentuknya bundar, bumi ini berkulit bukan seperti 
kelereng, tetapi seperti kulit jeruk. Ada lipatan-lipatan dalam kulit bumi. 
Lipatan-lipatan atau lempeng-lempeng ini, itu sering bergeser, sering 
bersinggungan satu sama lain. Dalam putaran bumi pada porosnya, berputar 
duapuluh empat jam yang disebut Rotasi. Dan dalam perputaran bumi mengelilingi 
matahari yang disebut Revolusi dalam waktu setahun, terjadilah 
pergerakan-pergerakan internal bumi, lempeng-lempeng itu sering bergerak di 
seluruh bagian bumi. Pergerakan lempeng inilah, karena besarnya ukuran bumi 
menimbulkan bencana alam. Kalau terjadi di darat ada gempa tektonik seperti 
kemarin terjadi di banyak tempat Indonesia. Kalau terjadi di lautan, ada pula 
gempa bumi, sering pula diiringi dengan Tsunami. 

Jadi kalau gempa tektonik itu memang kita tidak bisa tahu kapan dan dimana, 
yang tahu ada daerah-daerah yang rawan di dunia ini, termasuk beberapa bagian 
negeri kita karena ada lempeng di bawah permukaan bumi, mungkin terjadi 
gesekan-gesekan itulah yang menyebabkan gempa bumi ataupun tsunami. Ada kalanya 
gempa bumi bisa kita prediksi, kita antisipasi, contohnya letusan gunung 
berapi, ada tanda-tanda oleh Dinas Vulkanologi, oleh Badan Meteorologi dan 
Geofisika, oleh para pakar. Oleh karena itulah, diberi tahu akan ada letusan 
gunung berapi, lantas kita mempersiapkan diri, jangan sampai kalau ada letusan, 
saudara-saudara kita menjadi korban, ada seperti itu. 

Tetapi apakah gempa tektonik, di darat atau di lautan, ataukah letusan gunung 
berapi itu sesungguhnya di luar jangkauan kita. Tapi ada bencana alam yang 
disebabkan oleh kesalahan umat manusia, banjir misalnya. Bertahun-tahun, 
belasan tahun kita menebang pohon seenaknya menggunduli hutan, seenaknya, 
mereka tidak bertanggung jawab, terjadilah banjir dimana-mana. Ada kota-kota 
yang tidak rajin membuang sampah, selokan-selokan macet, saluran-saluran air 
macet, begitu hujan lebat datang berhari-hari banjir, bencana alam jenis 
seperti itu jelas kesalahan umat manusia.

Demikian kita melihat terjadinya bencana alam dari segi ilmu, dari orang yang 
berilmu. Sekarang tentu kita sering mendengarkan fatwa,tauziah dari para ulama, 
bagaimana kita melihat bencana alam dari kacamata orang yang beriman. Saya 
tidak ingin menjelaskan lagi, karena sudah sangat sering dijelaskan oleh para 
ulama. Beliau mengatakan tadi, bahwa tidak ada satupun di dunia ini tanpa 
kehendak Allah SWT. Kita hanya bermohon, semoga semuanya itu tidak menimbulkan 
sesuatu yang di luar kemampuan kita, semua itu ujian, cobaan dan musibah. 
Mudah-mudahan setiap musibah selalu ada berkah kalau kita bisa menangkap makna, 
pesan dan ajaran dari semuanya itu.

Namun demikian, sudah pada saatnya sebagai orang yang beriman, sebagai umat 
beragama, sebagai ummat Islam, untuk juga lebih mendekat ke hadirat Allah SWT, 
lebih bertobat, lebih memohon ampun, kita semua tidak ada yang tidak harus 
melakukan itu. Ulama, umaro, umat kita semua, marilah barangkali kita saling 
mawas diri, apakah kita orang seorang, kelompok demi kelompok, semuanya telah 
menjalankan tugas kita sebagai umat hamba Allah. Tutur kata kita, perilaku 
kita, sikap kita, kebersamaan kita, kerukunan kita, persaudaraan kita, 
keikhlasan kita, ketulusan kita dalam mengemban tugas. Apakah benar-benar kita 
mencintai, negeri rakyat kita dengan sesungguh-sungguhnya dan lantas kita 
bersama-sama mengatasi masalah ini. Mari kita melakukan introspeksi, termasuk 
diri saya, termasuk semua-semua, para umaro yang mengemban amanah.

Mari kita menyempurnakan kepribadian kita, memperbaiki sikap dan perilaku kita, 
lebih bertobat, lebih memohon ampun pada Allah dan meningkatkan semua yang 
harus kita lakukan untuk rakyat kita. Disamping kita lihat sebagai musibah, 
cobaan dan ujian, disamping kita memohon Allah, semoga semua itu akan dapat 
kita atasi, tidak menimbulkan korban yang berlebihan dan kita semua bisa 
memetik pelajaran dari padanya, kiranya di rumah Allah yang mulia ini, saya 
mengajak hadirin sekalian, seluruh rakyat Indonesia, marilah bersama-sama kita 
melakukan sesuatu yang lebih bermakna secara keagamaan, bagi umat Islam secara 
Islami, agar Allah berikan jalan yang baik untuk bangsa kita di masa depan. 
Betul-betul keluar dari krisis menghadapi masalah ini. Dan akhirnya setapak 
demi setapak, secara bertahap kesejahteraan rakyat kita makin meningkat di 
waktu yang akan datang.

Dan yang terakhir, saya sudah mengatakan bagaimana kita menyikapi bencana alam 
dari kacamata orang yang berilmu dan orang yang beriman. Sekarang dari kacamata 
orang yang beramal. Saya sungguh bersyukur, saya sungguh bangga, saya sungguh 
berbahagia, ketika musibah datang, saudara-saudara kita dengan ikhlas 
memberikan bantuan. Betapa tinggi kesetiakawanannya, betapa tinggi 
solidaritasnya membantu mereka yang ada dalam kesulitan, bukan hanya di Yogya 
dan di Klaten, bukan hanya di Aceh dan di Nias, tapi di banyak tempat di negeri 
ini. Ini bukti bahwa kita melakukan amal yang sangat terpuji, yang benar-benar 
diperlukan oleh saudara-saudara kita yang sedang menderita. Marilah kita 
perluas amal kita ini, pemerintah dengan sendirinya memberikan semuanya untuk 
memperbaiki keadaan, melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi sesuai dengan 
kemampuan yang dimiliki.

Kalau kita semua, masyarakat secara luas dengan solidaritas yang tinggi 
membantu membangun kembali daerah-daerah bencana itu, pemerintah demikian juga, 
bahkan saudara-saudara kita dari luar negeri juga demikian, maka sesungguhnya, 
kita sebagai orang yang beramal telah menjalankan tugas dan kewajiban kita. 
Harapan saya sebagai yang sedang mengemban amanah dewasa ini, marilah kita 
tingkatkan amal kita ini, bukan hanya membantu saudara-saudara kita yang 
terkena musibah dan bencana alam, tetapi amal yang lebih luas meringankan beban 
saudara kita yang miskin, mereka yang belum mampu, amal kita menggunakan yang 
kita miliki sebaik-baiknya sambil kita menata kehidupan bangsa kita, membangun 
pemerintahan yang bersih, memberantas korupsi, menegakkan semua aturan. 
Akhirnya niat dan cita-cita luhur kita dapat dicapai dengan ridho Allah SWT.

Itulah para ulama, para kyai yang sangat saya cintai, begitulah para hadirin 
sekalian, harapan dan ajakan saya, termasuk dan berlaku bagi diri saya. Semoga 
ibadah kita bersama di tempat yang mulia ini mendapatkan ridho Allah. Semoga 
perjalanan berat bangsa kita ini menuju masa depan diberikan kemudahan, 
diberikan bimbingan petunjuk dan lindungan-Nya, hingga kita bisa mendapat 
sesuatu yang lebih baik. 

Saya diingatkan oleh Pak Gubernur. Sebagai rasa terima kasih kita, bangga kita 
kepada rakyat Indonesia yang tegar, tabah, tawakal, tapi juga terus berjuang 
keras membangun masa depannya, termasuk masyarakat Sumatera Selatan dan 
sekitarnya, mulai ibadah haji 1427 Hijriah ini, embarkasi sudah bisa 
dilaksanakan di Palembang. Tiga minggu yang lalu, Menteri Agama, Menteri 
Perhubungan, Direktur Garuda, setelah bekerjasama dengan DPR RI mengatakan 
kepada saya, ini Pak Presiden, rencana kita Ongkos Naik Haji pada tahun 1427 H 
ini. Dengan perkembangan harga minyak di dunia dan lain-lain faktor, semua 
dihitung-hitung memang harus naik, semua dihitung-hitung naiknya bisa dua ratus 
dollar, sama dengan satu, hampir dua juta. Kami bersepakat, marilah kita cari 
akal, marilah kita berupaya, marilah kita cari solusi, melihat daya beli rakyat 
kita yang belum pulih, karena krisis minyak kemarin itu, apa mungkin tidak naik 
ongkos itu.

Saya dapat berita di Masjid ini dari Menteri Agama yang saya tugasi, Insya 
Allah, mudah-mudahan tidak naik. Kalau ada kekurangan-kekurangan Insya Allah 
kita carikan solusinya, tetapi tidak menaikkan ongkos bagi jama’ah. 
Mudah-mudahan ini bisa mendapatkan pengertian yang baik dan menambah 
kekhusyukkan saudara nanti yang akan melaksanakan ibadah haji pada Desember 
2006 atau pada 1427 H. 
Demikianlah yang saya sampaikan. 
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


* * * * * *




Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan

Salam,
Zultan, L, 51, Bogor

Sent from my iPad 2

On 25 Des 2011, at 15:37, Sutan Sinaro <[email protected]> wrote:

> Takah iko se lah, nak capek. (Kok ka bahunjun baragang di urusan ayat Qur-an 
> jo hadits
> jo sanak Andrianof ko ambo maleh, dan tampeknyo indak di siko pulo doh)
>  
> Kok ndak ka Tuhan Allah kito takuik, ka sia kito takuik lai ?.
> Fenomena alam kecek awak, nan punyo alam ko sia ?.
> Kok lah samo pulo pikiran jo perasaan kito jo urang-urang non-muslim yang 
> menuhankan
> ilmu pengetahuan, dengan pernyataan
> fenomena alam biasa,.. iyo lah sansai kito.
> Urusan ilmu pengetahuan jo kemajuan pikiran indak samo jo urusan iman doh.
> Kecek sia dengan dengan takuik pado Allah menghambat kemajuan berfikir dan
> ilmu pengetahuan ?. Toh, jayanya Islam dahulu adolah dek karano takuik pado 
> Allah,
> dan sebaliknya, mundurnyo ummat Islam dek karano  indak takuik ka Allah lai,
> berbanding terbalik jo urang non muslim, ka ditiru pulo mereka tu ?.
> Kok ndak ka Tuhan Allah kito takuik, ka sia kito takuik lai ?.
> Inok ranuangi se lah.
>  
> Wassalam
>  
> St. Sinaro
> 
> 
> --- On Sat, 24/12/11, [email protected] <[email protected]> 
> wrote:
> 
> From: [email protected] <[email protected]>
> Subject: Re: [R@ntau-Net] Bencana Alam Bukan Adzab!
> To: [email protected]
> Received: Saturday, 24 December, 2011, 9:45 PM
> 
> Sbg orang awam dlm agama dan ilmiah. Saya belum bisa memvonnis ucapan para 
> Da'I itu salah.
> 
> Saya akan menganggapnya sebagai warning supaya kita lebih dapat 
> mengintrospeksi dari. 
> Lebih syukur lagi kalau dengan hal ini  bisa mengantisipasi berbagai dampak 
> negatif era globalisasi ini
> 
> Memang Tsunami itu peristiwa alam biasa. Tapi beberapa  akibat yang 
> ditimbulkannya ada yg belum bisa saya cerna secara rasional
> 
> Kenapa disejumlah daerah semua bangunan rata dengan tanah... Sehingga 
> kondisinya mirip dengan padang pasir yang kosong...
> 
> Hanya tinggal mesjid tua sendiri....
> 
> Termasuk pemakaman tua dibibir pantai yang masih utuh, sementara kiri 
> kanannya telah rata
> 
> 
> Bahkan di Mesjid Raya Banda Aceh bukan hanya Non-Muslim yang ikut berlindung 
> disana
> 
> Ada tempat yang malam sebelumnya disana berlangsung pesta semalam suntuk.
> Lokasi ini juga rata dengan tanah.
> 
> Tapi semua wanita yang ditemui dalam kondisi tanpa busana
> 
> Temuan ini disampaikan oleh Tim Penyelamat baik dari Brimob maupun 
> Mahasiswa/LSM yg berasal dari Kota dan Propinsi yang berbeda
> 
> Apakah ini benar atau sang Perwira serta Tokoh LSM yang selama ini dikenal 
> cukup baik agama dan sifat lurusnya telah sepakat untuk berbohong ?
> 
> Jadi rasanya ini merupakan hak kita masing2 untuk menginterprestasikan 
> fenomena ini
> 
> Untuk Migitasi Bencana serta Crisis Management Center memang perlu lebih 
> diintensifkan dan lebih terarah 
> Selain untuk warga yang menetap diperkotaan juga untuk pendatang insidentil
> Sehingga informasi penanganan bencana ini juga ada ditempat umum seperti 
> Terminal dan Pasar
> 
> Wass n banyak maaf
> 
> --TR
> 
> 
> 
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
> 
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke