DUKUNG RENCANA PEMBANGUNAN JALAN TOL SUMBAR                     
Sabtu, 28 Januari 2012 03:07

Rencana pembangunan jalan tol sepanjang 220 km oleh pemerintah pusat
di jalur lintas Sumatera Barat (Sumbar)-Riau, menjadi kabar gembira
bagi masyarakat kedua provinsi. Ini merupakan terobosan strategis,
guna menyelesaikan kemacetan rutin di jalur  sibuk yang miskin jalur
alternatif tersebut.

Sebagaimana dinyatakan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, proyek ini
merupakan bagian dari proyek jalan tol 1.000 km yang diprogramkan
pemerintah secara nasional. Sebuah kebanggaan bagi Sumbar, mendapat
bagian 220 km. Rencana ini telah dikomunikasikan oleh Gubernur dengan
Meteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan. Bagaimana
kongkritnya rencana ini, akan ditindak­lanjuti Gubernur Irwan Prayitno
ke pemerintah pusat.

Jalan tol sepanjang  220 km itu nantinya akan dibangun di jalur
Padang-Buktinggi  54 km dan di jalur Bukittinggi-Riau 166 km. Kedua
jalur di atas memang adalah jalur rawan macet sejak satu dekade
terakhir. Pada momentum Hari Raya Idul Fitri kemacetan mencapai
puluhan kilometer. Jika tidak diantisipasi lebih cepat, kondisinya
akan lebih parah lagi.

Enam tahun lalu, pemerintah memang telah berupaya meminimalisasi
kemacetan di Jalur Padang-Bukittinggi dengan membuka jalur alternatif,
Sicincin-Malalak yang tembus ke Simpang Padang Luar, Agam. Namun,
sampai sekarang proyek ini belum juga kelar, karena terkendala
pembebasan lahan  warga di 11 titik.

Tahun 2011 lalu, sebanyak Rp7 miliar dana APBN yang telah dialokasikan
untuk penyelesaian jalur Sicincin-Malalak, terpaksa dikembalikan ke
APBN. Anggaran itu tidak terserap, karena jalur yang akan dibangun,
lahannya masih bermasalah. Dampak dari itu, jalur Sicincin-Malalak
belum bisa dioperasikan sebagaimana mestinya. Untuk mengurai kemacetan
dan kecelakaan, di Kelok Sambilan, Kabupaten Limapuluh Kota pemerintah
juga telah membangun jalan layang. Rencananya jalan layang tersebut
akan dioperasikan sekitar Bulan April 2012. Namun itu belum cukup
untuk menyelesaikan persoalan kelancaran transportasi di jalur
Sumbar-Riau.

Rencana pembangunan jalan tol sepanjang 220 km di jalur lintas
Sumbar–Riau adalah planing yang sangat strategis. Keberadaan jalan tol
itu nantinya akan mampu mendongkrak perekonomian sumbar. Jalan tol itu
nantinya memiliki multiplier effect yang  sangat komplit.

Proses pengiriman produksi pertanian, seperti cabai dan sayur-sayuran
masyarakat Bukittinggi, Agam, Padangpanjang dan  daerah lainnya di
Sumbar ke berbagai daerah di Riau akan lebih cepat. Sehingga produksi
pertanian tersebut bisa lebih segar diterima konsumen. Karena waktu
tempuh bisa dipangkas lebih cepat, tentu biaya transportasi juga bisa
lebih murah.

Begitu pula dengan proses pengirim telur dan ayam potong dari daerah
petelur di Payakumbuh/Limapuluh Kota  dan daerah lainnya ke Riau juga
bisa lebih cepat. Dampak dari itu, harga jual produksi pertanian dari
Sumbar di Riau dapat lebih murah dan harga lebih cenderung stabil.
Masyarakat Riau yang biasanya memilih daerah-daerah di Sumbar sebagai
tujuan berlibur atau wisata juga bisa menempuh perjalanan dengan
lancar. Kunjungan wisatawan lokal dari Riau ke Sumbar akan meningkat
drastis. Tepatnya, keberadaan jalan tol itu nantinya memiliki
multiplier effect positif bagi Sumbar dan Riau.

Di sisi lain, membuka dan membangun jalan baru di Sumbar, bukan
sesuatu yang gampang. Persoalannya bukan pada kondisi alam, tapi
dominan kepada pembebasan lahan. Selain akan berhadapan dengan
permasalahan pemanfataan kawasan hutan lindung, persoalan pembebasan
lahan adalah masalah paling pelik yang akan menghadang mega proyek
ini.

Dibutuhkan  kesadaran dan kemauan masyarakat dan ulayat pemilik lahan
untuk dibebaskan lahannya demi kepentingan pembangunan jalan tol
tersebut. Pemilik lahan mesti berpikir jauh ke depan untuk kepentingan
orang banyak. Kementerian Kehutanan juga diharapkan mempermudah proses
pelepasan status hutan lindung terhadap lahan lindung yang terpakai
oleh proyek jalan  tol.

Pemda selaku regulator juga diharapkan bersung­guh-sungguh mendukung
rencana proyek ini. Jangan ada oknum pemerintah yang coba-coba bermain
atau meraup keuntungan pri­badi atau kelompok dalam masalah ini. Satu
hal lagi yang sa­ngat penting, studi proyek  ini perlu dilaksanakan
sebaik mung­kin, sehingga benar-benar teruji kelayakannya.
Mudah-mu­da­han rencana pembangunan jalan tol ini benar-benar
terwujud. ***


-- 
Wassalam
Nofend | L-35 | CKRG

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke