Ass.Wr.Wb Niniak Mamak jo Dunsanak di Palanta. Dalam UU 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ), pembinaan Lalu linats menjadi urusan pemerintah; 1) bidang jalan oleh PU. 2)bidang sarana dan prasarana oleh PERHUBUNGAN 3) bidang pengembangan industri oleh Perindustrian 4) bidang teknologi oleh Ristek 5) bidang operasional dan pendidikan oleh POLISI. Pembinanaan ini meliputi; a) perencanaan b) pengaturan c)pengendalian d)pengawasan.
Peraturan pemerintah yg menindak lanjuti UU 22 ini baru dua ; 1) PP 32 thn 2011 ttg Manajemen dan Rekayasa lalu lintas, 2) PP 37 thn 2011 ttg Forum Lalu lintas dan Angkutan Jalan. Sementara yang lain masih berstatus RPP atau mengacu ke UU 14 thn 1992. Melihat 'asababunnurut' peraturan tentang 'Lalu Lintas Angkutan Jalan' Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) memegang peranan pertama yang dikuti oleh Forum LLAJ. MRLL adalah salah satu bidang di Perhubungan dengan tugas pokok Mengatur secara komprehensif Lalu lintas dengan Rambu, Marka, Traffic Light, simpang, tikungan, dst Forum Lalu Lintas yang dimaksud oleh PP 37 melibatkan 11 institusi keanggotaan; Perhubungan, PU, Perindustrian, Ristek, Polisi, BUMN bidang LLAJ (diantaranya PT Jasa Marga), Asosiasi Perusahaan Angkutan, PERGURUAN TINGGI, TENAGA AHLI, LSM dan PEMERHATI lalu lintas. Niniak Mamak Jo Dunsanak di Palanta, Saya mohon maaf sebelumnya jika postingan ini agak akademis, karena menurut saya (maaf) pembangunan Jalan Layang atau dengan istilah lain "Pengaturan Tidak Sebidang" adalah "pilihan terakhir" dalam pengaturan lalu lintas. Pembangunan jalan termasuk jalan layang adalah SALAH SATU solusi untuk memperbaiki transportasi terutama masalah kemacetan, dimana pembangunan jalan layang diartikan sebagai usaha untuk menambah 'kapasitas jalan' dan mengurangi 'konflik simpang' jalan. Pertambahan volume kendaraan dan penggunaan jenis kendaraan di jalan yang tidak diatur menjadi alasan utama untuk menambah kapasitas jalan baik pembangunan jalan baru maupun peningkatan kualitas dan kapasitas jalan lama. Berkaitan dengan 'berita' tentang pembangunan jalan Tol di Sumbar ada dua pertanyaan bagi saya (nan jauh dirantau). Pertama, Adakah tidak lebih baik jika kita sebagai bagian dari masyarakat transportasi indonesia khususnya Sumatera Barat dan Riau kita mendorong untuk mendahulukan pengaturan yang lain? seperti: memperbaiki rambu, marka dan traffic light, Mengawasi kelayakan jalan dan muatan yang melebihi kapasitas jalan dan kendaraan, mengoptimalkan pengendalian oleh kepolisian. Kedua, Apakah masyarakat Sumatera Barat telah "dilibatkan" sesuai dengan amanat PP 37 thn 2011 tentang Forum Lalu lintas sesuai dengan bidang dan profesi masing masing? Wassalam Fragmen/32th/Terminal Rawamangun Nagari Bukik batabuah Kec. Canduang On 2 Feb, 16:54, [email protected] wrote: > Kurnia > > Balain awak mancaliak. Kalau diambo satiok pertumbuhan > komunikasi/transportasi akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Makin banyak > jalan akan menhgurang keterisoliran. Apalgi jalan dibangun olehj swasta, akan > membuat uang beredar makin besar nan berarti ekonomi menggeliat. > > Salah satu cara membuat ekonomi mandek menjadi cair adalah pemerintah > membanhun infrastruktur, untuk membuat uang beredar dan ekononomi menggeliat. > > Kalau jalan rel memanh itu adalah salah satu alternatif. Tapi karena nilai > tumbuh secara ekonomi rendah, maka kurang menarik bagi investor swasta. > > Salam > Mod 72 Jkt > Petualang > > Sent from my powered by Sinyal Kuat INDOSAT.BlackBerry® > “rang awak bisano samo bakarajo, indak bisa bakarajo samo” Apo bisa dibantah?? > ==bersama menebar rahmat, TDA== > > > > > > > > -----Original Message----- > From: "Chalik, Kurnia(JKT-SSD)" <[email protected]> > > Sender: [email protected] > Date: Wed, 1 Feb 2012 18:18:22 > To: [email protected]<[email protected]> > Reply-To: [email protected] > Subject: [R@ntau-Net] RE: Meneg BUMN Bangun Tol Sumbar - Dibangun dan Dikelola > PT Jasa Marga Sumbar > > Ass Wr Wb adi dunsanak semuanya, > > Izinkan saya ikut nimbrung dalam membahas wacana jalan tol ini.Kalau kita > sedikit mau jeli,sebetulnya agak aneh bin ajaib juga wacana jalan tol > ini,karena yang berkomitment membangun tol ini adalah Menteri PU dan kemudian > wacana ini kemudian disampaikan oleh Menteri BUMN. > > Padahal yang sedang dibahas adalah jalan tol (sarana transportasi),yang > notabenenya adalah ranahnya Menteri Perhubungan. > > Sepertinya ada apa2nya dalam kebijakan ini. > > Kalau jalan Tol yang akan dibangun,bearti niatnya pemerintah (mewakili > produsen mobil),tidak lain adalah ingin memperbanyak produksi mobil dan > sejenisnya.Yang pada akhirnya cepat atau lambat tetap saja akan menciptakan > kemacetan dimana2.Lihat aja pengalaman jalan Tol di Jakarta,Bandung dsb,tetap > saja macet dimana2,sekalipun ada jalan tolnya. > > Dan ini sangat bertentangan dengan opini umum dan pemikirangan di teman2 di > Kementrian Perhubungan,yang sebetulnya lebih cendrung untuk meningkatkan > sarana transportasi berbasiskan rel sebetulnya,MRT,monorail,KRL dsb. > > Kesimpulan : > > 1. Amat disayangkan,banyak pejabat2 kita hatinya masih pro kepentingan > Pengusaha,daripada pro kepentingan rakyat jelata.Dan tidak berfikir jangka > panjang dan belajar dari pengalaman jalan2 tol selama ini,tol cawang > macet,tol cibubur macet,dsb.Tol bukanlah solusi kemacetan sesungguhnya. > > 2.Dengan adanya jalan tol ini,maka akan menjadi alasan kuat produsen mobil > untuk menjual jutaan mobil2 mereka di Indonesia setiap tahunnya,yang pada > akhirnya akan membebani anggaran Subsidi BBM setiap tahunnya dan juga > menciptakan polusi udara dimana2,yang pada gilirannya menurunkan tingkat > kesehatan masyarakat secara umum. > > 3.Dan yang lebih parah lagi proyek jalan tol ini tentunya akan memangkas > lahan2 produktif pertanian kita juga nantinya,sawah,ladang akan habis karena > dialihfungsikan menjadi jalan tol. > > Ambo turut sedih dengan wacana ini. > > Wasalam, > Kurnia Chalik > > -----Original Message----- > From: [email protected] [mailto:[email protected]] On > Behalf Of [email protected] > Sent: Friday, January 27, 2012 10:34 AM > To: [email protected] > Subject: Re: [R@ntau-Net] Meneg BUMN Bangun Tol Sumbar - Dibangun dan > Dikelola PT Jasa Marga Sumbar > > Niniak mamak, Angku nan gadang basa batuah. Alim ulama, suluah bendang dalam > nagari. Bundo kanduang, limpapeh rumah nan gadang. > > Mambaco kaba dari Sutan Mudo di RN tantang rencana Pemda Sumbar jo Pemerintah > pusat untuak mambangun jalan layang, baa nyo kalo rancana iko kito "inok > manuang an" atau kito " parambunan" dahualu. > > http://m.rakyatmerdekaonline.com/news.php?id=20936 > > http://m.kaskus.us/thread/6720553 > > Powered by Telkomsel BlackBerry(r) > > -----Original Message----- > From: "Nofend St. Mudo" <[email protected]> > Sender: [email protected] > Date: Fri, 27 Jan 2012 09:26:48 > To: <[email protected]> > Reply-To: [email protected] > Subject: [R@ntau-Net] Meneg BUMN Bangun Tol Sumbar - Dibangun dan Dikelola PT > Jasa Marga Sumbar > > Padang Ekspres * Jumat, 27/01/2012 09:10 WIB > > Padang, Padek-Kabar gembira bagi masyarakat Sumatera Barat dan Riau. > Impian memiliki jalan mulus dan bebas hambatan, dalam waktu tidak lama > lagi bakal terwujud. > Gagasan gubernur se-Sumatera untuk membangun jalan tol > Padang-Pekanbaru sejak 2008 lalu, akhirnya disetujui pemerintah pusat. > Komitmen itu disampaikan Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan kepada > Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno. > > Pemerintah berencana membangun jalan tol sepanjang 200 km untuk jalur > Padang-Bukittinggi dan Bukittinggi-Pekanbaru. Untuk mewujudkan jalan > tol itu, Dahlan Iskan menggagas didirikannya PT Jasa Marga Sumbar > untuk berinvestasi dan mengelola jalan tol ini nantinya. > > Dukungan Meneg BUMN itu disampaikan Gubernur Irwan Prayitno saat rapat > dengan para kepala daerah di Gubernuran, kemarin. "Beberapa hari ini, > Meneg BUMN Dahlan Iskan menghubungi saya secara intensif, baik melalui > telepon ataupun SMS. Minggu depan kita jadwalkan ada pertemuan dengan > Pak Dahlan untuk menindaklanjuti ide ini," kata Gubernur di hadapan > para kepala daerah. > Irwan mengaku sejauh ini belum ada pembahasan teknis pembangunannya. > Pemprov dan pemerintah pusat melalui Dahlan Iskan masih mencari > beberapa alternatif jalur yang paling cocok untuk tol tersebut. "Kita > belum sampai membahas masalah teknis, namun keinginan itu sudah sangat > mungkin diwujudkan," ungkapnya. > > Irwan optimitis pembangunan jalan tol sebagai solusi paling realistis > menyelesaikan kemacetan Padang-Bukittinggi. "Dalam volume kendaraan > yang terus bertambah, sementara untuk pelebaran jalan rasanya sudah > sulit. Maka pembangunan jalan tol ini sangat realistis," ujar mantan > anggota DPR dua periode ini. > > Saat ini, kata Irwan, pemerintah masih memikirkan beberapa alternatif > untuk pembangunan jalan tol ini. Ada beberapa opsi yang muncul ke > permukaan. Di antaranya, Duku-Sicincin, melewati tepi bukit, lalu > sungai dan tembus ke Lembah Anai. Opsi kedua melewati > Sicincin-Malalak, melewati Kantor Bupati Padang Pariaman dan tembus ke > Ngarai Sianok. > > Selain itu, pemerintah juga mengkaji untung ruginya pembangunan itu > terhadap masyarakat sekitar. Sinyal dari Dahlan Iskan itu memotivasi > Gubernur untuk mendorong percepatan jalan Sicincin-Malalak. > > Dalam rapat, Gubernur menyatakan komitmennya membantu Pemerintah > Kabupaten Padangpariaman dan Agam menyelesaikan pembebasan lahan yang > selama ini menjadi kendala penyelesaian jalur Sicincin-Malalak. "Kalau > perlu saya yang akan turun ke lapangan untuk melobi pihak keluarga > yang belum mau membebaskan lahannya. Kalau katanya, pihak keluarga > mereka di Jakarta, kita akan datangi ke Jakarta," ujarnya. > > Jalur Sicincin-Malalak terkendala pembebasan lahan di dua titik di > Kabupaten Padangpariaman, dan 11 titik di Kabupaten Agam. Menjawab > komitmen Gubernur, Bupati Padangpariaman Ali Mukhni berjanji > menyelesaikannya dalam waktu dua hari. Sedangkan Sekkab Agam, berjanji > menginventarisir masalah dalam waktu seminggu. > > Gagasan jalan tol Padang-Pekanbaru ini sebenarnya sudah diapungkan > sejak 2008 silam sebagai jari-jari jalan tol lintas Sumatera. Namun > bagaimana kepastiannya, menunggu studi kelayakan yang dikerjakan Korea > Selatan sejak Agustus 2009 lalu, rampung. Gagasan itu disepakati antar > gubernur pada saat Rapat Kerja Gubernur se-Sumatera pada 21 Desember > 2009. > > Kesepakatan kerja sama Forum Gubernur se-Sumatera itu, dinyatakan > bahwa kebutuhan infrastruktur dan perhubungan sangat mendesak. Karena > itu, pemerintah pusat didesak mempercepat realisasi proyek yang > direkomendasikan untuk pembangunan jembatan Selat Sunda. > Dalam rapat itu, direkomendasikan agar tiap daerah yang akan dilalui > jalan tol Sumatera itu segera membebaskan lahan yang diperlukan. > Kepastian pembangunan jalan tol tersebut dituangkan dalam Surat > Keputusan Menteri PU No. 631/Kpts/M/2009 Tanggal 31 Desember 2009. > > Menurut Irwan Prayitno, perekonomian Sumbar akan berlari kencang bila > pemasaran hasil pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan Sumbar > ke Riau lancar. Volume dan peluang pasar pun bisa ditingkatkan hingga > ke Singapura dan kawasan Selat Melaka menjadi kawasan perdagangan > internasional. > "Jalan tol ini jelas akan berdampak luas terhadap perekonomian Sumbar. > Tak hanya akan memperlancar pemasaran produk pertanian, tapi juga > pariwisata, pendidikan dan pelayanan kesehatan yang menjadi andalan > Sumbar," ujar Irwan. > > Diperkirakan, lebih 2.000 kendaraan tiap hari melintasi jalan > Padang-Pekanbaru. Sekitar 2 juta orang dan 30 juta ton komoditi > pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan diangkut setiap tahun > melintasi jalur Ini. (*) > > [ Red/Redaksi_ILS ]http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=22340 > > -- > Wassalam > Nofend | L-35 | CKRG > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta > R@ntauNethttp://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat > di:http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti > subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan > di:http://groups.google.com/group/RantauNet/ > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > > ... > > baca lainnya » -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
