Pembangunan Jalan Tol Demi Kepentingan Produsen Mobil?

Nakan Kurnia Chalik, Angku Abraham Ilyas sarato Sanak Sa Palanta Nan Ambo
hormati  

Sato saya sakaki

1.
IMHO,  prasarana transportasi seperti jalan tol, jalan raya biasa dan rel
kereta api dibangun guna kelancaran pergerakan orang dan barang. Artinya
prasarana yang ada sudah tidak mampu lagi menampung kendaraan pengangkut
barang dan orang sehingga dapat memacetkan perekonomian negara/daerah.
Pilihan bagi pemerintah adalah prasarana dengan biaya finansial dan biaya
ekonomi yang paling rendah, dengan  benefit ekonomi yang paling tinggi (hal
ini dibahas dalam social cost benefit analysis/economic analysis yang
umumnya diharuskan ada dalam studi-studi kelayakan proyek  infrastruktur).  

Menyimak kasus Indonesia, kenaikan tajam penjualan mobil dan speda motor
dalam dua tahun terakhir ini,disebabkan oleh dua faktor utama: (1)
meningkatnya presentase golongan ekonomi menengah atas; (2) harga BBM yang
rendah dan stabil karena demi pencitraan, sampai saat ini masih disubsidi
oleh APBN  'at all cost'

2.
Berdasarkan hal tersebut di atas,  sangat sulit mencari relasi positif  'by
design' antara negara/produsen mobil dengan pembangunan jalan tol. Apalagi
produk-produk produsen mobil besar tersebut sudah banyak yang dirakit di
negara-negara pengguna, artinya memberi lapangan kerja dan pajak bagi negara
yang bersangkutan. Apalagi jika suatu saat nanti mobnas hasil karya bangsa,
dengan kandungan lokal yang tinggi, secara teknis dan ekonomis sudah dapat
diproduksi secara masal. 

Malahan yang lebih masuk akal produsen sarana kereta api seperti  Jepang,
Korea Selatan dan Cina sangat bersuka cita dengan adanya pembangunan
jaringan rel KA baru di Indonesia, karena akan merupakan peluang bagi
penjualan produk-produk mereka yang sebagian besar belum bisa diproduksi
oleh PT INKA (CMIIW). Dalam kasus ini negara produsen tidak akan ragu-ragu
memberikan kredit ekspor kepada Indonesia guna membeli produk-produk negara
mereka.

Apakah pembangunan jalan tol di Indonesia didanai dengan pinjaman dari
negara-negara produksi mobil? Pada awalnya seperti jalan tol jagorawi, jalan
tol lingkar dalam Jakarta mungkin saja, saya tidak tahu persis. Tetapi
perhitungannya adalah bisnis. Dan saya sangat yakin, pinjam ke siapapun,
seluruh pinjaman tersebut berikut bunganya sudah dibayar lunas oleh PT Jasa
Marga. Sedangkan pembangunan jalan tol belakang ini termasuk jalan tol
Cipularang dibiayai dengan ekuitas dan pinjaman korporasi ke bank-bank
komersial. Idem ditto dengan jalan-jalan tol yang dibangun investor swasta.

3. 
Dalam kasus Sumatra Barat, anehkan jika Meneg BUMN menugaskan PT Jasa Marga
yang berada di bawah koordinasinya--dengan persetujuan  Menteri Keuangan yang
mewakili pemerintah sebagai pemegang saham di BUMN tersebut tentu saja--untuk
membangun Jalan Tol Padang - Pekanbaru berdasarkan usul Gubernur? 

Tentu saja tidak. 

Sejak diberlakukannya UU tentang desentralisasi dan otonomi daerah dalam
tahun 2001, urusan perhubungan dan kepekerjaan-umuman termasuk urusan
Pemerintah Pusat yang diserahkan kepada Pemerintah Daerah. Oleh sebab itu,
Kanwil di tingkat provinsi dan insitusi di bawahnya di tingkat
kabupaten/kota dari kementrian-kementrian tersebut dihapus. Memang masih ada
Balai Besar, Balai dan Satker, tetapi mempunyai fungsi yang berbeda. Bahwa
persetujuan Kemen-PU yang menyangkut aspek teknis, itu tentunya diperlukan.
Dengan kata lain, Kemen-PU dan Kemenhub, tidak dalam posisi untuk membuat
perencanaan jalan raya dengan pendekatan 'top-down'. 

Karena itu Walikota Surabaya Rismaharini menolak mati-matian rencana untuk
membangun jalan tol sepanjang 23, 8 kilometer senilai Rp8 triliun, walaupun
sudah disetujui pemerintah pusat dan didukung DPRD kota tersebut, karena
sudah tidak sesuai lagi dengan tata ruang Kota Surabaya dan dianggap tidak
akan menyelesaikan kemacetan di Surabaya, justru di masa depan akan
memperparah kemacetan (BBCindonesia.com - detiknews, 31/01/2011). Hal serupa
tapi tidak sama terjadi terjadi di Kalimantan Tengah. 

Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang dan Wakil Gubernur Kalteng
Achmad Diran menolak keras rencana pembangunan rel kereta api dari Kalteng
ke Kalimantan Timur. Jika pemerintah pusat tetap meloloskan rencana investor
asal Rusia itu, Teras dan Diran menyatakan siap mundur dari jabatannya
sebagai Gubernur dan dan Wagub Kalteng (Kompas 04/08/2011)

4.
MPKAS adalah organisasi masyarakat sipil yang sudah menghasilkan karya nyata
yang mungkin belum ada presedennya di provinsi lain. Karya nyata MPKAS tentu
saja masih diperlukan untuk membantu Pemprov Sumatra Barat menghidupkan
perkeretaapian di ranah yang sekarang sedang mati suri. Akan tetapi MPKAS
perlu sering-sering memantau apa yang terjadi di ranah, supaya tidak keliru
membaca dan menyimpulkan problem transportasi yang sedang dihadapi Pemprov
dalam meningkatkan perekonomian daerah.

Sekarang ataupun nanti, pembukaan kembali jalur KA
Padang-Padangpanjang-Solok-Sawahlunto-Tanjung Ampalu bukan alternatif Jalan
Tol Padang - Pekanbaru, sebagai sarana pemasaran produk-produk pertanian,
peternakan dan perikanan,. Tetapi saling melengkapi.

Menganggap bahwa dengan menerima pembangunan Jalan Tol Padang - Pekanbaru
ini pejabat di daerah, dalam hal ini Gubernur, para Bupati dan Walikota
serta aparatnya sebagai pro "kepentingan Pengusaha, daripada pro kepentingan
rakyat jelata"--IMHO--sangat berlebihan.

Wallahualam bissawab

Mhon maaf,

Wassalam, HDB St Bandaro Kayo (L, 68+), asal Padangpanjang, tinggal di Depok
Alam Takambang Jadi Guru 

======= 

Re: [R@ntau-Net] RE: Meneg BUMN Bangun Tol Sumbar - Dibangun dan Dik  
Posted by: "Abraham Ilyas" [email protected] 
Sat Feb 4, 2012 5:50 am (PST) 

.....*...kalau kita kaji2 betul,inti persoalan utamanya sebetulnya tidak 
jauh dari tabiat pejabat2 kita yang sangat suka "berhutang", sekalipun
anggaran APBN kita sebetulnya boleh jadi sangat sanggup untuk membiayai
proyek2 sarana dan prasarana itu. 
.........negara2 produsen mobil,seperti Jepang contohnya,mereka akan enang
betul meminjamkan uangnya untuk membangun jalan tol.
Karena mereka tahu betul,akhirnya yang akan untung mereka2 juga,

Negara produsen mobil juga.Karena mobil2 produksi mereka akan dengan mudah 
menembus dan dijual di pasaran Indonesia,karena kapasitas jalan sudah
bertambah.Sehingga uangnya akan kembali kepada mereka lagi.*

"Kenapa pejabat2 kita mau ya menjadikan bangsanya menjadi objek penderita
begini ya?"*

----------------------------------------------------------

Angku Kurnia Chalik sarato dunsanak di palanta yang ambo hormati.

 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke