Mak Muljadi Ali Basjah nan ambo hormati...

Menarik caro pandang Mak Muljadi nan kesan  ambo lebih mengarahkan moda 
transportasi air dan kereta api (lebih rancak) daripado jalan raya (koreksi 
ambo kalau salah).

Kalau manuruik ambo justru labih rancak kalau katigo moda transportasi itu (ke 
depan) adoh di Sumatera Barat tantunyo tingga maetoang proporsi. 

Pertanyaan nyo dalam konteks kini 5 sd 10 tahun kamuko moda maa nan seharusnya 
dibangun dulu demikian seterusnya sahingo kito bisa maliek disain transportasi 
Sumatera Barat sampa 50 tahun ka muko dengan memperhitungkan berbagai aspek 
demografi dan geografi wilayah...

Agiah maaf lo ambo snek mak.

Rahyussalim
 
berbagi meringankan derita bangsa

-----Original Message-----
From: "Muljadi Ali Basjah" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 06 Feb 2012 23:57:21 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] RE: Meneg BUMN Bangun Tol Sumbar - Dibangun dan Dik

Assalamualaikum Wr.Wb. yth. bapak Darwin Bahar, bapak Kurnia Chalik, bapak 
Abraham Ilyas sarato para Dunsanak di-Palanta.

Maaf sekali dari saya kehadap bapak Darwin Bawar yang saya hormati.
Dulu kita dibenarkan oleh system boleh hanya merakit saja, sekarng sudah 
diperbolehkan membuat mesin2 otomotiv berdasarkan minyak fossil sendiri, 
walaupun jalannya agak berbatubatu dan sering macet alias kurang lancar. Tentu 
saja jalan juridis yang saya maksudkan, walaupun jalan yang sebenarnya mungkin 
tak beda jauh.
Sepanjang pengetahuan saya, mesin fossil belumlah effisien sekali didesign, 
berhubung karena untuk menggerakkan badannya sendiri, memerlukan lebih dari 51% 
energie. Angka inipin bisa dicapai oleh motor canggih didesign oleh ahli2 
konstruksi mesin negara Eropa.
Akibat polusi dan kemacetan serta cadangan minyak fossil, mereka mulai beralih 
dari diesel/bensin campur atau tidak dgn minyak bioethanol (proses dan 
aspeknya, diluar thema ini) kearah hybrid, Gas dan Listrik. Listrik diperoleh 
dari a.l. tenaga nuklir (berbahaya, terbukti baru dari musibah Fukushima baru2 
ini), atau kincir angin (kincir angin didaratan (keributan untuk lingkunan, 
thema tersendiri, kincir angin dilaut, bisa merusak/menganggu kelangsungan 
beberapa spesies burung dan lingkungan organik lainnya, dalam pertukaran 
4-musim didaerah subtropis, thema ini juga tersendiri). 
Listrik dari kincir air dilaut masih dalam percobaan, listrik dari arus laut 
masih riset, listrik dari mekanisasi pompa ombak laut masih riset.
Memang benar buat dinegara Indonesia/negara di chatulistiwa kincir angin tidak 
effektiv. Photo voltaik ini sudah berjalan, dan ini diIndonesia atau di-negara2 
equatorial sangatlah menarik sekali.
Balik kethema semula yakni, setelah negara industri jenuh dengan agregat 
minyak, lalu berkisar kearah Gas, litrik dan photo voltaik. 
So menurut saya, mesin2 otomotor itu belum ada yang didesign penuh untuk Gas, 
makanya sering terjadi terbakarnya piston2 motor tsb, apalagi kalau sering 
mencapi putaran mesin yang tinggi dan lama... yah piston bisa bolong. Ini 
disebabkan oleh karena metalurgienya mesin belum ideal untuk Gas. Selain itu 
logistik gas belum begitu memadai, konon pula logistik listrik untuk mobil.
Sedangkan mesin diesel saja yang commonrail Mercedes Benz yang produksi 2 tahun 
awal permula, terkadang pistonnya juga suka terbakar selain dari itu 
injektornya yang juga sering berulah.
Nah kita sudah dibenarkan membuat agregat bensin atau (bio)diesel, dimana 
mereka sudah mulai berpindah arah keListrik. 
Wah salah system atau salah yang memilih system????? 

Kalaulah hanya untuk memajukkan perekonomian jarak singkat, rakyat kerja yah 
silahkan2 saja, tapi kalau mau jangka panjang, pilihlah angkutan massa misalnya 
keretapi. Menurut hemat saya yang awam ini, untuk hal ini sudah tidak perlu 
statistik lagi.

Bukan keretaapi cepat lho,........... seperti SHINKANSEN Trannsrapid,ICE 
(agregatnya semua Listrik), karena saya pernah baca, di Rantaunet ada yang 
demam SHINKANZEN.
Yang perlu bisa angkat massa dan barang, mungkin kecepatan tertinggi 120 km sdh 
cukup, karena biaya pembuatan jalan dan jembatan mahal sekali. Apalagi buat 
SumBar yang didaerah pegunungan, yah seingat saya dengan tanjakan 3,5% untuk 
rell keretapi sudah cukup baik.
Kalau buat trowongan, mudah2an team2 ahli2 geologie dan sipil konstruktor 
cangih dan cermat, jangan sampai kena linse-kapur, linse-air, ataupun granit, 
bisa runyam dan meledak budgetnya.
Saya lebiih condong untuk Lokomotiv Diesel, dari German atau GE Amerika, dari 
segi kwalitas, biasanya kalau dari segi harga itu bisa dinegosiasikan.
Contoh 1 kapal buatan Belanda bisa 8 buah kapal buatan Korea Selatan.

Sekiranya para pejabat mau studi, jangan keKorea, pilih saja India (kereta Api 
daerah perkebunan Teh di Darjeeling), Vietnam atau Eritrea, meraka punya 
topografie kurang lebih seperti Indonesia/Sumbar.

Kalau politikus Kalimantan dengan ancaman2nya, tidak setuju jalan Keretaapi itu 
hak mereka. Apakah mereka kena suap atau tidak oleh lobby kendaraan bermotor 
bensin/diesel ataupun team ahli meraka kurang data, itu saya kurang tau. 
Tatapi seandainya mereka tidak menerima suap dari lobby kendaraan darat mesin 
fossil, bukan keretaapi, yah......... sangat beruntung sekali lobbynya, "tanpa 
suap, proyek jalan".
 
Tetapi menurut pemikiran saya, kalau jalan Tol yang dibangun, dalam jangka 
waktu panjang, Rakyat yang paling kurang beruntung, khususnya putra daerah. 
Disebabkan karena selain kultur meraka berubah, dari hubungan perairan kespeda 
motor atau mobil begitu juga pintu utama rumah yang semula jadi pintu belakang. 
Bagaimana Venasia nya Indonesia, arsitekturnya berganti arah dll dsb.
Sedangkan dengan perahu bisa tak perlu banyak energie, sekiranya menghilir 
biduaknya.

Sagitu sajolah ota omong kosong dari ambo,
Maaf kalau kato2 ambo kurang tapek,

Wassalam,

Muljadi Ali Basjah.

 



-------- Original-Nachricht --------
> Datum: Tue, 7 Feb 2012 03:31:31 +0700
> Von: "Darwin Bahar" <[email protected]>
> An: "Palanta Rantaunet" <[email protected]>
> Betreff: Re: [R@ntau-Net] RE: Meneg BUMN Bangun Tol Sumbar - Dibangun dan Dik

> Pembangunan Jalan Tol Demi Kepentingan Produsen Mobil?
> 
> Nakan Kurnia Chalik, Angku Abraham Ilyas sarato Sanak Sa Palanta Nan Ambo
> hormati  
> 
> Sato saya sakaki
> 
> 1.
> IMHO,  prasarana transportasi seperti jalan tol, jalan raya biasa dan rel
> kereta api dibangun guna kelancaran pergerakan orang dan barang. Artinya
> prasarana yang ada sudah tidak mampu lagi menampung kendaraan pengangkut
> barang dan orang sehingga dapat memacetkan perekonomian negara/daerah.
> Pilihan bagi pemerintah adalah prasarana dengan biaya finansial dan biaya
> ekonomi yang paling rendah, dengan  benefit ekonomi yang paling tinggi
> (hal
> ini dibahas dalam social cost benefit analysis/economic analysis yang
> umumnya diharuskan ada dalam studi-studi kelayakan proyek  infrastruktur).
>  
> 
> Menyimak kasus Indonesia, kenaikan tajam penjualan mobil dan speda motor
> dalam dua tahun terakhir ini,disebabkan oleh dua faktor utama: (1)
> meningkatnya presentase golongan ekonomi menengah atas; (2) harga BBM yang
> rendah dan stabil karena demi pencitraan, sampai saat ini masih disubsidi
> oleh APBN  'at all cost'
> 
> 2.
> Berdasarkan hal tersebut di atas,  sangat sulit mencari relasi positif 
> 'by
> design' antara negara/produsen mobil dengan pembangunan jalan tol. Apalagi
> produk-produk produsen mobil besar tersebut sudah banyak yang dirakit di
> negara-negara pengguna, artinya memberi lapangan kerja dan pajak bagi
> negara
> yang bersangkutan. Apalagi jika suatu saat nanti mobnas hasil karya
> bangsa,
> dengan kandungan lokal yang tinggi, secara teknis dan ekonomis sudah dapat
> diproduksi secara masal. 
> 
> Malahan yang lebih masuk akal produsen sarana kereta api seperti  Jepang,
> Korea Selatan dan Cina sangat bersuka cita dengan adanya pembangunan
> jaringan rel KA baru di Indonesia, karena akan merupakan peluang bagi
> penjualan produk-produk mereka yang sebagian besar belum bisa diproduksi
> oleh PT INKA (CMIIW). Dalam kasus ini negara produsen tidak akan ragu-ragu
> memberikan kredit ekspor kepada Indonesia guna membeli produk-produk
> negara
> mereka.
> 
> Apakah pembangunan jalan tol di Indonesia didanai dengan pinjaman dari
> negara-negara produksi mobil? Pada awalnya seperti jalan tol jagorawi,
> jalan
> tol lingkar dalam Jakarta mungkin saja, saya tidak tahu persis. Tetapi
> perhitungannya adalah bisnis. Dan saya sangat yakin, pinjam ke siapapun,
> seluruh pinjaman tersebut berikut bunganya sudah dibayar lunas oleh PT
> Jasa
> Marga. Sedangkan pembangunan jalan tol belakang ini termasuk jalan tol
> Cipularang dibiayai dengan ekuitas dan pinjaman korporasi ke bank-bank
> komersial. Idem ditto dengan jalan-jalan tol yang dibangun investor
> swasta.
> 
> 3. 
> Dalam kasus Sumatra Barat, anehkan jika Meneg BUMN menugaskan PT Jasa
> Marga
> yang berada di bawah koordinasinya--dengan persetujuan  Menteri Keuangan
> yang
> mewakili pemerintah sebagai pemegang saham di BUMN tersebut tentu
> saja--untuk
> membangun Jalan Tol Padang - Pekanbaru berdasarkan usul Gubernur? 
> 
> Tentu saja tidak. 
> 
> Sejak diberlakukannya UU tentang desentralisasi dan otonomi daerah dalam
> tahun 2001, urusan perhubungan dan kepekerjaan-umuman termasuk urusan
> Pemerintah Pusat yang diserahkan kepada Pemerintah Daerah. Oleh sebab itu,
> Kanwil di tingkat provinsi dan insitusi di bawahnya di tingkat
> kabupaten/kota dari kementrian-kementrian tersebut dihapus. Memang masih
> ada
> Balai Besar, Balai dan Satker, tetapi mempunyai fungsi yang berbeda. Bahwa
> persetujuan Kemen-PU yang menyangkut aspek teknis, itu tentunya
> diperlukan.
> Dengan kata lain, Kemen-PU dan Kemenhub, tidak dalam posisi untuk membuat
> perencanaan jalan raya dengan pendekatan 'top-down'. 
> 
> Karena itu Walikota Surabaya Rismaharini menolak mati-matian rencana untuk
> membangun jalan tol sepanjang 23, 8 kilometer senilai Rp8 triliun,
> walaupun
> sudah disetujui pemerintah pusat dan didukung DPRD kota tersebut, karena
> sudah tidak sesuai lagi dengan tata ruang Kota Surabaya dan dianggap tidak
> akan menyelesaikan kemacetan di Surabaya, justru di masa depan akan
> memperparah kemacetan (BBCindonesia.com - detiknews, 31/01/2011). Hal
> serupa
> tapi tidak sama terjadi terjadi di Kalimantan Tengah. 
> 
> Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang dan Wakil Gubernur Kalteng
> Achmad Diran menolak keras rencana pembangunan rel kereta api dari Kalteng
> ke Kalimantan Timur. Jika pemerintah pusat tetap meloloskan rencana
> investor
> asal Rusia itu, Teras dan Diran menyatakan siap mundur dari jabatannya
> sebagai Gubernur dan dan Wagub Kalteng (Kompas 04/08/2011)
> 
> 4.
> MPKAS adalah organisasi masyarakat sipil yang sudah menghasilkan karya
> nyata
> yang mungkin belum ada presedennya di provinsi lain. Karya nyata MPKAS
> tentu
> saja masih diperlukan untuk membantu Pemprov Sumatra Barat menghidupkan
> perkeretaapian di ranah yang sekarang sedang mati suri. Akan tetapi MPKAS
> perlu sering-sering memantau apa yang terjadi di ranah, supaya tidak
> keliru
> membaca dan menyimpulkan problem transportasi yang sedang dihadapi Pemprov
> dalam meningkatkan perekonomian daerah.
> 
> Sekarang ataupun nanti, pembukaan kembali jalur KA
> Padang-Padangpanjang-Solok-Sawahlunto-Tanjung Ampalu bukan alternatif
> Jalan
> Tol Padang - Pekanbaru, sebagai sarana pemasaran produk-produk pertanian,
> peternakan dan perikanan,. Tetapi saling melengkapi.
> 
> Menganggap bahwa dengan menerima pembangunan Jalan Tol Padang - Pekanbaru
> ini pejabat di daerah, dalam hal ini Gubernur, para Bupati dan Walikota
> serta aparatnya sebagai pro "kepentingan Pengusaha, daripada pro
> kepentingan
> rakyat jelata"--IMHO--sangat berlebihan.
> 
> Wallahualam bissawab
> 
> Mhon maaf,
> 
> Wassalam, HDB St Bandaro Kayo (L, 68+), asal Padangpanjang, tinggal di
> Depok
> Alam Takambang Jadi Guru 
> 

-- 
Empfehlen Sie GMX DSL Ihren Freunden und Bekannten und wir
belohnen Sie mit bis zu 50,- Euro! https://freundschaftswerbung.gmx.de

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke