Wah, Pak BTS,

Sya justru sangat mencintai jakarta, walau dia gembrot dan jerawatan,... dia 
tetap sexy, pak. 
Saya justru kesal ama pemda DKI-nya,.. hueheheh. Sebagai sebuah governance 
system. 
Kalau ngeliat isinya sebagai pendatang,... wah memang tepat kata Bapak,.... 
pendatang vs pendatang..... atau mungkin lebih tepatnya: pendatang karatan vs 
pendatang baru .... 
huehehehhe


 
B. Dwiagus Stepantoro   
Jakarta, INDONESIA
http://bdwiagus.blogspot.com 
Just be open,... who knows lightning will strike!!




----- Original Message ----
From: Bambang Tata Samiadji <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, October 22, 2007 11:15:52 AM
Subject: Re: Yang kampungan pendatang barunya atau Pemda DKI-nya? Re: 
[referensi] Re: 70-80% Uang Nasional Berputar-putar di Jakarta










  


    
            



Ysh rekan milis semua.

 

He...he.., rupanya Bung Dwiagus lagi kesel ya sama 
Jakarta? Ngomong-ngomong, sebenarnya yang membangun Jakarta itu juga para 
pendatang. Sebagian besar para pendatang ini berhasil. Ada yang jadi presiden, 
ada yang jadi menteri, ada yang jadi gubernur DKI sendiri, ada yang jadi 
pengusaha, ada yang jadi birokrat di Pusat, ada yang jadi seniman, ada yang 
jadi 
tukang, ada yang berjaualan di informal, dan ada juga yang jadi konsultan dan 
dosen. Semuanya, hampir semuanya,  adalah pendatang. Tapi yang membuat 
kacau Jakarta ini juga pendatang. Jadi kalau ada operasi yustisi di Jakarta, 
kalau ada yang mengkritik pendatang, kalau ada yang mengusir pendatang, 
sebenarnya itu peperangan kepentingan antara pendatang vs pendatang. 
Pendatang-pendatang ini ada yang bodoh, ada yang pandai, ada yang berkuasa, ada 
yang kaya, dan ada yang bejo (untung). Kalau mau mengutip pendapat Cak Nun 
(Emha 
Ainun Nadjib) dalam bukunya "Kiai Bejo, Kiai Untung, Kiai Hoki", sebenarnya 
proses peperangan pendatang vs pendatang ini pameonya sebagai berikut : "Orang 
bodoh kalah oleh orang pandai; orang pandai kalah oleh orang berkuasa; orang 
berkuasa kalah oleh orang kaya; dan orang kaya kalah oleh orang bejo". Nah 
dalam 
kasus pendatang di Jakarta ini, Pemda DKI Jakarta tidak terlibat dalam 
konstelasi pameo tersebut karena mereka sekaligus pandai, berkuasa, kaya dan 
"bejo".

 

Thanks. CU. BTS.

 


  ----- Original Message ----- 

  From: 
  B. Dwiagus 
  Stepantoro 

  To: [EMAIL PROTECTED] ps.com ; [EMAIL PROTECTED] ps.com 

  Sent: Sunday, October 21, 2007 10:12 
  PM

  Subject: Yang kampungan pendatang barunya 
  atau Pemda DKI-nya? Re: [referensi] Re: 70-80% Uang Nasional Berputar-putar 
di 
  Jakarta

  


  
  
  

  

  Dear Pak Eka Dj, .. dan rekan milis lainnya YSH, 

   

  Re:   Yang kampungan pendatang barunya atau Pemda 
  DKI-nya?

   

  1. Memang paling mudah kita HANYA berteriak: "hai, para pendatng 
  baru, jangan berlaku 'ndeso,katro, kampungan, dll' dong,..kalian harus 
  siap dan mampu berperilaku sebagai kota besar" . Tapi kita lupa bahwa 
  Pemdanya sendiri masih ndeso,katro dan juga kampungan, paling tidak dalam 
arti 
  Pemda DKI itu gak mampu memfasilitasi proses transisi para pendatangbaru ini, 
  malah sebaliknya malah jadi memfasilitasi mereka yang datang itu untuk tidak 
  berubah.   
  Menurut saya sih mestinya PemdaDKI lebih banyak RUANG bagi warga barunya 
  UNTUK BERTRANSISI PERILAKU, dibandingkan malah memfasilitasi mereka untuk 
  mempertahankan adanya kampung si tengah kota. 

  Ketika pemda membiarkan bantaran kali sungai jadi pemukiman liar dan jadi 
  tempat rangkaian MCK, ketika pemda membiarkan orang mendiami bantaran rel 
  kereta, ketika pemda membiarkan kolong jembatan tol diokupasi jadi kediaman 
  warga sampai kebakaran,.. .... tidak hanya membiarkan tapi malah 
  menyediakan jaringan listrik, airminum,... mengutip retribusi, pajak, .. di 
  tempat2 seperti itu. Mereka Buat saya sih itu jelas bahwa pemda DKI malah 
  memberikan Ruang untuk para pendatang baru ini untuk mengembangkan perilaku 
  non-urban mereka,.. 

  Jadi jangan salahin pendatangbarunya juga, 

  Kenyataannya mereka juga difasilitasi dapat KTP dengan mudah dengan modal 
  beberpa puluh rebu saja bayar ke ketua RW, beres. Kena operasi yustisi? bayar 
  saja, beres. Jadi siapa nih yang tidak berperilaku layaknya di sebuah KOTA 
  BESAR? Pendatangnya atau Pemdanya?

   

  2. Kalau memang Jakarta ini sebuah kota yang besar, ya pantas lah dia 
  tidak ramah, dan menunjukkan segala kesulitannya bagi para pendatang yagn 
  cuman modal nekat saja. Saya rasa justru karena ketidakramahannya dan 
  kekejamannya itu lah, yang memaksa sebagaian besar orang mengubah perilakunya 
  sesuai dengan keinginan pak Eka Dj. 

  Ada yang berhasil (sangat banyak malah, saya rasa) tapi ada juga sih yang 
  tidak (belum tahu nih berapa %) ...... tapi coba tengok cerita di KOMPAS 
  beberapa hari lalu,... seorang pekerja perantau yang mudik bercerita 
bagaimana 
  dia bisa mengirim beberapa ratus ribu ke desanya,selma beberapa tahun dia 
  merantau, tiap bulannya dan bisa bangun rumah di kampungnya,. . dan 
  dia sendiri bisa beli motor,.... yang tidak mungkin dia bisa dapatkan semua 
  itu kalau dia tinggal di  kampungnya. Lihat pula pergerakan komuter yang 
  terus bertambah, dan pertumbuhan rumah-rumah kontrakan di pinggiran botabek 
  sana....... bukankah mereka itu pendatang yang lamabt laun berhasil membangun 
  kehidupannya lebihbaik,.. . palig tidak lebih baik dibandingkan kalau 
  tinggal di desa saja....  dan sangat mungkin mereka mengirim "sesuatu" 
  juga kembali ke tempat asalnya. 

   

  3. Menarik yah kalau melihat ternyata aktor2 seperti inilah yang justru 
  mendistribusikan kapital ke kampung2 dan desa-desa sana,....  

  Padahal fungsi mendistribusikan kapital ini pemda lah mestinya. Bukankah 
  seharusnya pemda meredistribusikan kapital ini dengan manfaatkan Dana 
  Dekonsentrasi dari pusat, yang ditengarai pak BTS terus meningkat, untuk di 
  belanjakan di daerah,..... eh malah duit BPD di simpan di SBI,hehehehe. 

  Jadi saya takjub dengan orang2 yang berhasil ini, yang berhasil 
  meredistribusikan kapital kembali ke daerah,..... . juga para asosiasi 
  warteg yang melempar duit hasil usahanya ke daerah,...  mungkin juga 
  asosiasi rumah kapau, dan rumah lapo. 

  Jadi memang benar kata Pak BTS.  Kota-kota besar sudah jadi alat 
  pertumbuhan ,.... jadi kenapa harus diredam pertumbuhankota- kota itu 
  sendiri.... upaya yang tidak efektif, ..atau kata abege, .. capeeee deh. 


   

  3. Permasalahan kota besar yang dirasakan banyak orang yah saya rasa 
  permasalahan yang umumnyaterjadi lah di kota-kota besar,.. seperti seorang 
  remaja yang sering mendapati mukanya jerawatan. Sekarang tergantung remajanya 
  pintar2 merawat mukanya tidak, pintar memilih obat jerawatnya tidak.  
  .....  jadi memang kata pak Eka, masalahnay yah di 
  UrbanManagementnya, .. bukan di melonjaknya pendatang baru,..... kalau 
  Jakarta memang terlalu sexy walaupun jerawatan,.. .. tetap ajah akan 
  selalu diminati,... 

  Kembali ke atas, masalahnya memang pemda DKI  masih 
  ndeso,kampungan. .masih berperilaku bukan layaknya sebagai sebuah kota 
  besar,......

  jadi percuma ajah neriakin pendatang barunya,.. mendingan neriakin pemda 
  DKI-nya,.. untuk selalu ngikutin jaman, ngikutin market, ngikutin teknologi, 
  ngikuti trend,...  

  Liat ajah pembangunan busway yang sebenarnya cukup telat,.... padahal 
  kalau mau pelajari trend, mestinya busway udah mesti terbangun awal tahun 
  90-an,... saya malah inget ide menaruh bus di jalur khusus di jalur cepat itu 
  udah saya dengar dai Prof Kus, waktu pengantar transportasi dulu tahun 
  1994,... teknologi persampahan, dan drainase, pun masih cukup 
  primitif....  konsentrasinya masih disilaukan oleh teknologi 
  infrastruktur jalan yang sudah cukup canggih melayang melintang di udara 
  jakarta,... 

   

  4. Pak Eka, kalau saya ngomongin urban governancenya- jakarta, agak 
  susah barangkali, saya bukan ahlinya sih,..... lagi pula governance Jakarta 
  itu kayak Black-Box,.. gelap, susah diraba-raba, ..... baru kerasa kalau 
  lagi ngurus KTP ajah, dan ketika legalisir Akte Kelahiran untuk cari 
  beasiswa ,... kalau ngurus IMB bisa bayar orang,.... ngurus NPWP, bisa 
  nyuruh orang kantor,.... huehehehehhehe

  Jadi kalau ada kata-kata: "Tata Ruang telah mati di sini" ,. yah di sini 
  lah tepatnya,.. di Jakarta. 

  Pertanyaan pak BTS:"Masalahnya udah jelas,... Yang penting mana 
  programnya". ... ini pertanyaan krusial yang jawabannya ada di dalam 
  blackbox sistem governance pemda dki itu sepertinya.. ...  Yang 
  sering tercatat di jurnal2,artikel, buku2 di luar sana, dan sudah jadi 
  legenda segala masa adalah Proyek KIP dan/atau MHT itu,.... setelah itu,.. 
apa 
  yah? ... 

  banjir kanal?,... lelet,belum selesai2, banjir besar udah datang 
  berkali-kali, ...     

  busway? agak telat,...walaupun sudah tepat. 

  subway? masih mimpi yang tertunda terwujud

  proyek rumah susun? ...liat sendiri kualitasnya, dan dihuni oleh siapa, 
  dan pulomas pun sudah tergusur,... 

  Memang Pemda DKI sudah ketinggalan jaman,...... . masih kampungan,.. 
  sementara kota-kota lain sudah ber-skytrain di bangkok,.... punya tunnel 
untuk 
  mobil dan aliran banjir di malaysia,... dan lain-lain di singapura,.. .. 
  

   

  5. Mungkin kalau ingin mengambil contoh sebuah governance yang total 
  laissez faire yang akhirnya terperangkap pada arus pasar, ..... yah jakarta 
  ini. Jakarta yang tidak mampu menebak pasar,mengantisipas inya,membuat 
  rencana intervensi nya,.. malah akhirnya jadi budak diktator pasar yang tidak 
  bekerja secara benar2 efisien,dalam arti, tidak hanya segelintir orang saja 
  yang gain benefit, .. tapi semua warga, paling tidak terkompensasi .... 

  Berpuluh-puluh situ/waduk/danau/ rawa di jakarta yang lenyap 
  mengering dan ditimbun jadi perumhan,.. jadi saksi. 

  Berpuluh-puluh pasar tradisional yang ter singkir, terpinggir, ,..... 
  jadi saksi juga. 

  Kalau saya liat sih (mohon kreksinya kalau saya salah liat) karena 
  pemdaDKI memang sudah sangat tergantung dengan fungsi 
  administrasinya, fungsi regulatornya yang pasif, serta fungsi rutinnya 
  yangbusiness as usual (Tata Ruang juga business as usual bukan?). 

  Jadi kembali lagi mana programnya?. . atau saya lebih suka bertanya: 
  mana proyeknya? 

  Program/project apa yang memang mammpu menjadi gerbong perubahan wajah 
  jerawatan jakarta ini?

  Project-led approach seperti ini harusnya bisa dipakai,.... tapi memang 
  membutuhkan kreatifitas berinovasi, speerti kata pak Eka. 

  Jangan sekedar proyek kredit utk UKM yang saya pernah denger dan liat 
  beberapa stikernya di gerobak2 penjual es doger, atau mie ayam,... tapi kok 
  gak ada gaungnya ya? atau proyek revitalisasi kota tua, yang tidakjelas, 
  ....... proyek2 seperti ini mah hanya bedak tebal yang hanya menutpi 
  jerawat, tapi gakmenghilangkan jerawat itu sendiri,... 

  Mungkin Proyek seperti KIP,.... proyek Drainase (di luar proyek Banjir 
  Kanal, yang terkatung2), .. proyek pengembalian Situ2,.. proyek 
  teknologi persampahan, ....  

  dan jangan beralasan soal gak ada dana,...... capee deh.

   

  6. Sekarang kenapa ya keliatannay pemda DKI seperti tidak kreatif,.. 
  tidak inovatif,... . mungkin karena kepemimpinan yang dijalankan a la 
  militer oleh sutiyoso, yang cenderung one-man show-off,... jadinya 
  menenggelamkan kreatifitas ketua bappeda,para kepala dinas-nya,.. .tapi 
  giliran ada kasus bermasalah, mereka2 inilah yang jadi bumper,... walikota2 
  yang dipilih pun mati juga kreatifitasnya, .. .bagusnya walikota ada 
  pilkadanya barangkali ya,..... 

  Yah, mudah2an gubernur yang baru,.. atau gubernur setelah PakKumis 
  ini (yang akan mungkin bisa muncul dari independent non-partai) bisa 
  mengubah sesuatu,.... taidak hanya kreatif, inovatif, tapi juga pro aktif dan 
  tidakpasif,. ...... jangan gunakan terlalu sering tool tata ruang 
  untuk mengintervensi pasar, khususnya dalam pengaturan pemanfaatan 
  lahan,.....  tapi guanakan tool yang lebih mendorong pemda untuk 
  aktif ,..... gunakan BUMDnya,. gunakan belanja daerahnya,.. ....

  Dan mudah2an dengan era demokrasi yang memungkinkan setiap orang 
  berinteraksi, .... semoga pemda dan warganya bisa menjalinsebuah 
  komunikasi,. ..... tak perlu komunikasi yangmanis2,. . yang kasar2 
  dikit juga tidakpapa,..  .sehingga siapa tau tercipta tough love yang 
  membuat setiap aktor ini (pemda dan warganya) terbiasa berkonsultasi dan 
  membangun pemahaman yang sama,..... bahwa Pemda jangan memeliahra 
ke-kampungan 
  dan  ke-katro-annya, .. huehehhe

   

  Salam,

  Dwiagus   


  
  
  
  
  yang mencintai jakarta yang seksi 
  walaupun jerawatan dan bopeng. 
http://bdwiagus. blogspot. com 
  




  




  .
 
 

    
  

    
    




<!--

#ygrp-mkp{
border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:14px 0px;padding:0px 14px;}
#ygrp-mkp hr{
border:1px solid #d8d8d8;}
#ygrp-mkp #hd{
color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:bold;line-height:122%;margin:10px 0px;}
#ygrp-mkp #ads{
margin-bottom:10px;}
#ygrp-mkp .ad{
padding:0 0;}
#ygrp-mkp .ad a{
color:#0000ff;text-decoration:none;}
-->



<!--

#ygrp-sponsor #ygrp-lc{
font-family:Arial;}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc #hd{
margin:10px 0px;font-weight:bold;font-size:78%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc .ad{
margin-bottom:10px;padding:0 0;}
-->



<!--

#ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;}
#ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}
#ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, 
sans-serif;}
#ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
#ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}
#ygrp-text{
font-family:Georgia;
}
#ygrp-text p{
margin:0 0 1em 0;}
#ygrp-tpmsgs{
font-family:Arial;
clear:both;}
#ygrp-vitnav{
padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;}
#ygrp-vitnav a{
padding:0 1px;}
#ygrp-actbar{
clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;}
#ygrp-actbar .left{
float:left;white-space:nowrap;}
.bld{font-weight:bold;}
#ygrp-grft{
font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;}
#ygrp-ft{
font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666;
padding:5px 0;
}
#ygrp-mlmsg #logo{
padding-bottom:10px;}

#ygrp-vital{
background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;}
#ygrp-vital #vithd{
font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;}
#ygrp-vital ul{
padding:0;margin:2px 0;}
#ygrp-vital ul li{
list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee;
}
#ygrp-vital ul li .ct{
font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;}
#ygrp-vital ul li .cat{
font-weight:bold;}
#ygrp-vital a{
text-decoration:none;}

#ygrp-vital a:hover{
text-decoration:underline;}

#ygrp-sponsor #hd{
color:#999;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov{
padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;}
#ygrp-sponsor #ov ul{
padding:0 0 0 8px;margin:0;}
#ygrp-sponsor #ov li{
list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov li a{
text-decoration:none;font-size:130%;}
#ygrp-sponsor #nc{
background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;}
#ygrp-sponsor .ad{
padding:8px 0;}
#ygrp-sponsor .ad #hd1{
font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor .ad a{
text-decoration:none;}
#ygrp-sponsor .ad a:hover{
text-decoration:underline;}
#ygrp-sponsor .ad p{
margin:0;}
o{font-size:0;}
.MsoNormal{
margin:0 0 0 0;}
#ygrp-text tt{
font-size:120%;}
blockquote{margin:0 0 0 4px;}
.replbq{margin:4;}
-->







__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke