Yth Pak Mod, Pak BTS, teman-teman,

1.      Pertama-tama, haraplah saya dimaafkan lahir-bathin karena selama ini
uzur melulu. Dan teruslah kita setiap hari saling memaafkan, layaknya
gaya-hidup syariah.
2.      Amma ba'du. Pak BTS, sungguh mati sejak mula mengikuti "Tata Ruang
Nggak Ade Matinye" sakit perut saya menahan geli. Teringat istilah-istilah
yang pernah kita pakai, 'planners tiarap', 'planners terlena (Iis
Darliah?)', 'planners jurus Dewa Mabuk', bahkan waktu sekolah dulu ada
'planners jurusan Cicaheum-Dago (kenek oplet)' dll. Namun di balik semua,
ada 'the few, the proud, the planners'; kini datang Pak BTS konfirm kredo
saya juga, 'nggak ada matinye!'.
3.      Intinya fisik, memang, kalau mau inti sosiologi sekolah sana ke UGM,
kalau mau inti ekonomi sana 'gih ke UI (ini kredo tahun 50-an). Itu kata
supplier. Apa kata demand?
4.      Demand terukur paling mutakhir, ya UUPR Th 2007 itu, dan hasil
kongres IAP yang demikian sukses, dan keynote address Menteri PU yang
demikian menjanjikan (banyak kerjaan). Nah, di kongres pula  saya menghimbau
kesadaran planners, jangan keterusan jadi kodok direbus pelan-pelan seperti
kejadian sejak 1990. Diberi kesenangan fisik-material, disertai jampi-jampi
paling tahu paling komprehensif, hanya untuk dimatikan professionalismenya,
agar bebas beredar cukong-cukong developer besar. Maka cepatlah perkuat
metodologi, benahi toolkit, dalami details (ya Pak Mod? Sebenarnya inipun
jurus asli physical planners, distilam, disiplin-teliti-mendalam,
disumbangkan Poernomosidi Hadjisarosa, 1978. By the way, Pak PH almarhum ini
kita golongkan raksasa pembaru teori lokasi, melengkapi urutan Von
Thunen-Christaller-Perroux-Baudeville-Friedman-Alonso-Poernomosidi). Namun
apa boleh buat, situasi termutakhir, tepat digambarkan kemarin oleh Ibu Lina
direktur kita di DJPR, kodok planners kini sudah pengen meloncat, justru
baru tahu kakinya putus!
5.      Demand objektif, ya itu, sebagai negara kepulauan terbesar
seperdelapan ekuator bumi, 250-an juta manusia yang pantas dibandingkan
hanya dengan  Amerika Serikat (ya, Pak Deden?), 17.000 tapak darat, mesin
bermukim yang dari zaman batu sampai ke zaman gaul. Mlanning-nya tak ada
contoh dunia, apa planners nggak tertantang, apa nggak harus pikir sendiri,
karya sendiri, mandiri? Pak Akhmad Idjaz, seberapa jauh kompilasi
rumus-rumus?
6.      Tambahan: jangan pula terlena dengan segala PP, Perpres, Permen,
Perda, etc yang sekarang beredar; pesan UUPR 2007, kalau tak sesuai lagi,
revisi saja, bikin baru saja! Peran Departemen Dalam Negeri? Kiranya untuk
masa 5-10 tahun mendatang ikutlah saja memantapkan ketegasan job description
suatu 'Departemen Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang'.
7.      Diskusi kita lanjutkan nanti?

 

 

Wassalam,

RMaris

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of Bambang Tata Samiadji
Sent: 04 Nopember 2007 15:46
To: [email protected]
Subject: Re: [referensi] Re: TATA RUANG NGGAK ADE MATINYE!

 

Ysh Pak Risfan, Pak Deden, dan referensier lainnya.

 

Jadi bagaimana, IAP-PR (Perencana Tata Ruang) ataukah IAP-PW (Perencana
Wilayah)? Dari perbincangan saya dapat simpulkan bahwa Planner adalah
Perencana Wilayah, bukan Perencana Tata Ruang. Penataan Ruang, sesuai dengan
UU 26/2007 tentang Penataan Ruang, PerMenPU 286/2005 tentang Organisasi dan
Tata Kerja Dep. PU, PP 38/2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah (antara
Pemerintah, Provinsi, Kabupayen/Kota), dan Permendagri 1/2006 tentang
Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah memang terbatas pada penyusunan rencana,
perumusan norma dan standar, pembinaan masyarakat, dst, sementara itu
profesi Planner sendiri baik dari kurikulum pendidikannya (tidak pernah
bernama Jurusan/Departemen Penataan Ruang, tetapi bernama mulai dari Jurusan
Pembangunan Daerah dan Kota, Teknik Planologi, sampai dengan Sekolah
Perencanaaan dan Kebijakan Publik) maupun dalam praktek cukup meluas tidak
hanya di bidang penataan ruang. Dengan demikian penataan ruang adalah salah
satu kompetensi dari para Planner di samping kompetensi lainnya di bidang
pengembangan wilayah.

 

Bagaimana Pak Risman Maris? Pak Risman sering menyebutkan bahwa Planner itu
adalah Perencana Fisik. Apakah Perencana Fisik (yang dimaksud Pak Risman)
itu sama dengan Perencana Tata Ruang ataukah Perencana Wilayah?

 

Thanks. CU. BTS. 

 

----- Original Message ----- 

From: Deden <mailto:[EMAIL PROTECTED]>  Rukmana 

To: [EMAIL PROTECTED] <mailto:[email protected]> ps.com 

Sent: Sunday, November 04, 2007 7:54 AM

Subject: Re: [referensi] Re: TATA RUANG NGGAK ADE MATINYE!

 

Pak Risfan dan milister lainnya:


Rasanya pertanyaan/komentar serupa pernah disampaikan dalam milis Referensi
yang aktif and konstruktif ini. Saya pernah mengomentarinya dan pada intinya
pekerjaan seorang perencana tidaklah melulu tata ruang. Saya kutipkan lagi
saja apa yang pernah saya sampaikan (pls check out my blog:
http://indonesiaurb <http://indonesiaurbanstudies.blogspot.com>
anstudies.blogspot.com for details):

1.      Planners formulate policies to meet the needs of communities
including social, economic, and physical needs and they develop the
strategies to make these plans work
2.      Planners develop plans for land use patterns, housing needs, parks
and recreation facilities, transportation systems, economic development,
environmental protection and other aspects of the future
3.      Planners work with the public to develop a vision of the future and
to build on that vision
4.      Planners often function as mediator among conflicting community
interests; they may also become facilititors using their professional
judgment to help identify the best resolutions to the conflict
5.      Planners advise public officials and citizens in shaping the future
6.      Planners design and manage the planning process and attract public
to involve in the process. 

Mengenai pertanyaan IAP, saya pikir tetaplah IAP sebagai Ikatan Ahli
Perencanaan. Perencanaan sendiri secara harfiah, saya artikan sebagai "a
systematic attempt and actions in the public domain to shape the future".
Tapi bila pengertian ini dikaitkan dg profesi, tiada lain bahwa profesi
perencana melekat dg perencana wilayah dan kota. Meskipun hanya kata
perencanaan yg melekat dg IAP, tapi biarlah publik yang memaknainya sendiri
sebagai perencanaan wilayah dan kota. 

 

Rasanya topik diskusi ini sangat relevan dengan terpilihnya pengurus baru
IAP. Inilah tantangan IAP untuk memasyarakatkan profesi perencana sebagai
profesi perencana kota dan wilayah. 

 

Mengenai tantangan buat pengurus IAP baru ini saya pun ingin menyampaikan
disini bahwa IAP masihlah kurang diminati oleh perencana di Indonesia
sebagai wadah yang dapat menyuarakan kebutuhan, ide dan aspirasinya dan yg
dapat meningkatkan kompetensinya dalam pembangunan di Indonesia. Dua hari
yl. saya cek di website IAP (dan masih juga belum diupdate dg hasil dari
Kongres kemarin ini), terdapat 1384 anggota dalam IAP, dan kebanyakan belum
her registrasi. Saya bandingkan dg anggota the American Planning Association
yg jumlah anggota aktifnya mencapai 43,000! Memang rasanya tidak relevan
membandingkan dg US, tapi ya... jangan terlalu jauh lah..angkanya tsb,
mengingat jumlah penduduk Indonesia yg hampir sama dg US. 

 

Pengurus baru mesti kreatif utk meningkatkan kompetensi profesi perencanaan
di Indonesia. Janganlah jabatan dalam kepengurusan itu hanya digunakan untuk
meningkatkan peluang seorang direktur menjadi dirjen atau seorang dirjen
menjadi menteri. Ini sah-sah saja, tapi ya.. pentingkan dulu organisasi dan
profesi perencana di Indonesia. 

Saya paham sekali bahwa jabatan dalam IAP is a non-paid position, shg
"tuntutan" utk bekerja dan berpikir penuh terhadap organisasi tidaklah
mendesak. Bgm mungkin seorang yg memiliki kesibukan full-time job di
pemerintahan ataupun swasta berbuat "all-out effort and energy" utk
organisasi. Kalau saya bandingkan dg struktur organisasi APA ataupun AIA di
US, posisi yg diemban oleh Pak Iman Soedrajat dan Pak Bernardus Djonoputro
saat ini adalah sebagai Board of Directors. Board of Directors, yang semua
anggotanya adalah full-time planners or architecs di public or private
agencies, dan mereka tidak perlu melakukan aktivitas day-to-day utk
organisasi. Mereka memilih orang-orang sebagai staffs yg bekerja full-time
dan dibayar. Staffs inilah yg berbuat "all-out effort and energy on
day-to-day basis".

 

Bisakah IAP berbuat serupa? Saya tidak tahu persis. Saya coba cari AD/ART di
website IAP, tapi tidak berhasil. Sebagai saran saja, saya ingin melihat
minimal satu orang planner yg berdedikasi dan berwawasan luas utk ditugasi
sebagai executive director dan dia digaji oleh IAP. Salah satu tanggung
jawabnya adalah mengurus newsletters atau majalah. Newletters atau majalah
inilah diberikan kepada anggota yg sudah membayar iuran anggota. Media
komunikasi ini juga dijadikan sbg media peningkatan kompetensi perencana,
misalnya tulisan mengenai hasil-hasil laporan studi atau pun
peraturan-peraturan baru menyangkut perencanaan. 

 

Masih banyak hal lainnya yg perlu dipikirkan, misalnya bagaimana bentuk
kolaborasi terbaik dengan ASPI ataupun INKINDO. Banyak hal yang dpt
dikembangkan dg kedua institusi ini utk pengembangan kompetensi perencana di
Indonesia. 

 

Mohon tulisan ini diartikan sebagai kepedulian seorang anak Indonesia yg
ingin melihat majunya dunia perencanaan di Indonesia. Ini bukan main-main,
this is a damned serious business. Kemajuan dunia perencanaan adalah bukan
hanya tanggung jawab pengurus IAP saja, tapi semua komponen masyarakat
perencanaan di Indonesia. 

 

Saya tulis juga hasil Kongres IAP kemarin berikut dg saran saya terhadap
pengurus baru IAP di blog saya. As always, comments are invited.

 

Salam hangat dari Savannah (yg mulai dingin menjelang winter)

 

Deden. 

 



 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

 


No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.15.21/1110 - Release Date: 04/11/2007
21:37



No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.15.21/1110 - Release Date: 04/11/2007
21:37


Kirim email ke