Assalamualaikum wr wb.

Saudara saya Harya Setiyaka dan Mohammad Andri Budiman yang dimuliakan Allah,

Rekan2 milister yang saya cintai dan saya sangat kagumi.

Juga rekan moderator yg saya hormati.

 

Saya kagum dengan posting akhir2 ini khususnya yang di post oleh Cak Andri yang 
sangat luar biasa. Dengan sangat menggebu-gebu Cak Andri mencoba mengupas 
tentang semangat anti korupsi. Subhanallah. Kalau di Indonesia ada 1000 orang 
saja seperti cak Andri, Indonesia akan cepat terangkat dari keterpurukan ini. 

Yang menjadi perhatian saya bukan masalah anti korupsi atau tidak anti korupsi. 
Yang saya hendak soroti adalah adab kita bagaimana kita bicara dengan menuding. 
Saya hanya mengajak rekan2 milister untuk tidak membuat pernyataan-pernyataan 
dengan nada yang garang. Untuk rekan2 yang kebetulan seiman marilah kita meniru 
bagaimana rasulullah menyampaikan pendapat. Mohon maaf kepada rekan-rekan 
milister lainnya. Rasulullah tegas dalam kebenaran tanpa harus garang dan 
menantang. Ingatlah pada saat rasulullah dilempari batu, justru dengan lembut 
beliau menyeka darah yang keluar dari kepalanya dan dengan lembut mengatakan : 
saya kasihan karena orang itu tidak tahu... subhanallah.. justru didoakan. Jadi 
saya mohon kiranya di milist ini bagi rekan2 yang mengaku memegang Islam 
sebagai pegangan hidup, tolong ikuti perilaku rasul.

Hal yang kedua yang saya mohon untuk tidak diungkap disini adalah tentang 
pemahaman saya benar anda salah. Semoga saya tidak menjadi orang yang dzolim. 
Mungkin kita bisa melihat salah satu kisah kejadian 40 hari sebelum rasulullah 
wafat. Rasulullah akan mewariskan tongkatnya dan surbannya kepada orang yang 
akan dipilih oleh Allah. Hasilnya yang mendapat justru orang yang shalatnya 
belang blentong dan nilai keislamannya menurut pandangan manusia rendah. Waktu 
ditanya, rasulullah hanya menjawab ... yang berhak menilai manusia bukan 
manusia tetapi Allah semata. Karena innamal amalu bil niat. Semua perbuatan 
dinilai dari sisi niat. 

Yang terakhir untruk rekan-rekan marilah kita sangat memahami pernyataan Allah 
lakum dinukum waliyadien. Subhanallah... betapa Tuhan telah memberikan kita 
sebuah panduan untuk tidak menuding kepada kelompok lain. Kebetulan di milist 
ini ada saudara-saudara kita yang mempunyai kepercayaan lain. Jadi marilah 
kitapun menjaga agar kita benar-benar mengemban amanat dalam kitab suci Al 
Qur'an ... bahwa ciptakanlah rahmatan lil alamien (jadilah kita sebagai rahmat 
bagi alam ini) ... bukan kebencian. Rasulullah (disadur bebas untuk kepentingan 
milist) :"bersyiarlah kamu dengan suara yang lembut dan menyenangkan, karena 
engkau membawa berita yang menggembirakan tentang bagaimana menjadi umat yang 
selamat".

Bagi moderator, kelihatannya kita perlu punya pojok khusus untuk bicara bicara 
tentang masalah aqidah namun tetap dalam perspektif perencana. Saya dulu 
bersama 20 orang teman2 dari Indiana, Wisonsin, Illinois, Wales-Inggris, Kanada 
bersepakat untuk membuat sebuah jaringan komunikasi antar mahasiswa di LN yang 
membahas tentang agama dan sangat terbuka ... waktu itu namanya Islamic Network 
atau disingkat Isnet. Mungkin seperti hal tersebut bisa dilakukan disini. 

Wah saya mohon maaf kalau sangat menggurui teman-teman dan mohon maaf bagi yang 
tidak berkenan dengan posting saya. Saya masih sangat terbatas dalam segi 
igama. 

Salam rahmatan lil alamien.

bambang sp

Kirim email ke