Rekan miling list sekalian, 

1.       Menyesuaikandengan subjek emailnya: Menurut saya, sangat lucu dan
terlalu terburu-buru kalau menggugat apakah harian Kompas itu umum atau
bukan, atau mempertanyakan apakah Kompas mengakomodasi kepentingan tertentu.
Saya ingat beberapa waktu lalu Kompas memuat artikel yang ditulis oleh
Ioanes Rakhmat tentang kosongnya makam Yesus, yang menganggap kebangkitan
Yesus hanya sebagai metafora,….yang tidak saja mengundang diskusi hangat
tapi reaksi dari Gereja Kristen Indonesia (GKI), berhubung sang penulis
adalah pendeta GKI juga, dikawatirkan mengguncang iman jemaat kristen yang
membacanya…. 

2.      jadi lantas mempertanyakan Kompas mengakomodasi kepentingan
tertentu,.. kepentingan tertentu apa ini, maksudnya? Kalau saya tak lebih
melihat bahwa kompas mengakomodasi kepentingan adanya diskusi yang lebih
terbuka atas segala kontroversi dan perbedaan pemahaman, dan membiarkan para
pembaca melatih kedewasaan untuk menyikapinya,….  Kalau pembacanya tidak
dewasa menyikapinya, kenapa Kompas yang digugat?

3.      Ya sudah lah,… mari kita diskusi lagi ….. kembali ke laptop,….. coba
kaitkan segala topic yang diposting dengan issue perencanaan dan pembangunan
bangsa ini,….  Mungkin itu lebih nikmat, sehingga tidak terkesan milis
referensi ini tidak terfokus dan menghindari milis ini dari tempat sekedar
menyetor email, yang bisa jadi (maaf) hanya sampah digital. 

4.      Ijinkansaya berbagi 2 potong cerita di bawah ini, yangmungkin
berpotensi jadi sampah digital juga di inbox bapak/ibu sekalian. Mohon maaf.

 

Saadi of Shiraz and prayer 

Saadi of Shiraz (HYPERLINK
"http://www.iranchamber.com/literature/saadi/saadi.php"http://www.iranchambe
r.com/literature/saadi/saadi.php )  used to tell the following story: 

'When I was a child, I used to pray with my father, my uncles and my
cousins. Every night we would gather together to listen to a passage from
the Koran. 

On one such night, while my uncle was reading a passage out loud, I noticed
that most of the people were asleep. I said to my father: "Not one of these
dozy people is listening to the words of the Prophet. They'll never reach
God." 

And my father replied: "My dear son, look for your own path with faith and
let others take care of themselves. Who knows, perhaps they are talking to
God in their dreams. Believe me, I would much prefer you to be sleeping
alongside them than to hear your harsh words of judgement and
condemnation."' 

 

 

How to keep Hell full 

According to a traditional story, at the moment when the Son of God expired
on the cross, He went straight to Hell in order to save sinners. 

The Devil was most put out. 

'I have no other function in the universe,' he said. 'From now on, all the
delinquents who broke the rules, committed adultery and infringed the
religious laws will be sent straight to Heaven!' 

Jesus looked at him and smiled: 

'Don't worry,' he said to the poor Devil. 'All those who judge themselves to
be full of virtue and therefore spend their lives condemning those who
follow my word, they will come here. Just wait a few hundred years and
you'll find that Hell is fuller than ever!'

 

 

Best regards,

 

Benedictus Dwiagus S.

HYPERLINK "http://bdwiagus.blogspot.com"bdwiagus.blogspot.com 

Choosing solitude as an escape from a problem is always a proof of
weakness,...

 

 

   _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of [EMAIL PROTECTED]
Sent: 13 November 2007 13:19
To: [email protected]
Subject: Re: [referensi] [Clarify This] Apakah Harian Umum Kompas Itu Harian
Umum?

 

Assalamualaikum wr wb.

Saudara saya Harya Setiyaka dan Mohammad Andri Budiman yang dimuliakan
Allah,

Rekan2 milister yang saya cintai dan saya sangat kagumi.

Juga rekan moderator yg saya hormati.

 

Saya kagum dengan posting akhir2 ini khususnya yang di post oleh Cak Andri
yang sangat luar biasa. Dengan sangat menggebu-gebu Cak Andri mencoba
mengupas tentang semangat anti korupsi. Subhanallah. Kalau di Indonesia ada
1000 orang saja seperti cak Andri, Indonesia akan cepat terangkat dari
keterpurukan ini. 

Yang menjadi perhatian saya bukan masalah anti korupsi atau tidak anti
korupsi. Yang saya hendak soroti adalah adab kita bagaimana kita bicara
dengan menuding. Saya hanya mengajak rekan2 milister untuk tidak membuat
pernyataan-pernyata-an dengan nada yang garang. Untuk rekan2 yang kebetulan
seiman marilah kita meniru bagaimana rasulullah menyampaikan pendapat. Mohon
maaf kepada rekan-rekan milister lainnya. Rasulullah tegas dalam kebenaran
tanpa harus garang dan menantang. Ingatlah pada saat rasulullah dilempari
batu, justru dengan lembut beliau menyeka darah yang keluar dari kepalanya
dan dengan lembut mengatakan : saya kasihan karena orang itu tidak tahu...
subhanallah.-. justru didoakan. Jadi saya mohon kiranya di milist ini bagi
rekan2 yang mengaku memegang Islam sebagai pegangan hidup, tolong ikuti
perilaku rasul.

Hal yang kedua yang saya mohon untuk tidak diungkap disini adalah tentang
pemahaman saya benar anda salah. Semoga saya tidak menjadi orang yang
dzolim. Mungkin kita bisa melihat salah satu kisah kejadian 40 hari sebelum
rasulullah wafat. Rasulullah akan mewariskan tongkatnya dan surbannya kepada
orang yang akan dipilih oleh Allah. Hasilnya yang mendapat justru orang yang
shalatnya belang blentong dan nilai keislamannya menurut pandangan manusia
rendah. Waktu ditanya, rasulullah hanya menjawab ... yang berhak menilai
manusia bukan manusia tetapi Allah semata. Karena innamal amalu bil niat.
Semua perbuatan dinilai dari sisi niat. 

Yang terakhir untruk rekan-rekan marilah kita sangat memahami pernyataan
Allah lakum dinukum waliyadien. Subhanallah.-.. betapa Tuhan telah
memberikan kita sebuah panduan untuk tidak menuding kepada kelompok lain.
Kebetulan di milist ini ada saudara-saudara kita yang mempunyai kepercayaan
lain. Jadi marilah kitapun menjaga agar kita benar-benar mengemban amanat
dalam kitab suci Al Qur'an ... bahwa ciptakanlah rahmatan lil alamien
(jadilah kita sebagai rahmat bagi alam ini) ... bukan kebencian. Rasulullah
(disadur bebas untuk kepentingan milist) :"bersyiarlah kamu dengan suara
yang lembut dan menyenangkan, karena engkau membawa berita yang
menggembirakan tentang bagaimana menjadi umat yang selamat".

Bagi moderator, kelihatannya kita perlu punya pojok khusus untuk bicara
bicara tentang masalah aqidah namun tetap dalam perspektif perencana. Saya
dulu bersama 20 orang teman2 dari Indiana, Wisonsin, Illinois,
Wales-Inggris, Kanada bersepakat untuk membuat sebuah jaringan komunikasi
antar mahasiswa di LN yang membahas tentang agama dan sangat terbuka ...
waktu itu namanya Islamic Network atau disingkat Isnet. Mungkin seperti hal
tersebut bisa dilakukan disini. 

Wah saya mohon maaf kalau sangat menggurui teman-teman dan mohon maaf bagi
yang tidak berkenan dengan posting saya. Saya masih sangat terbatas dalam
segi igama. 

Salam rahmatan lil alamien.

bambang sp

 


No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.15.30/1127 - Release Date: 12/11/2007
21:19



No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition. 
Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.15.30/1127 - Release Date: 12/11/2007
21:19
 

Kirim email ke