Ysh. Bung Rofiq dan rekan milis lainnya.

Bung Rofiq bertanya : "... Nah kalau kita diminta tidak mengkonversi hutan 
tersebut, maka siapa yang mau membayar profit opportunity (Y-X) tadi dan siapa 
yang akan dapat profit tersebut."

Menurut sumber TEMPO (Suraya Afiff, Ph.D), apa yang Bung Rofic pertanyakan itu 
adalah konsep RED (Reduce Emission from Deforestation) sebagaimana yang ditulis 
di TEMPO (3-9 Desember 2007) : "Ide dasar RED adalah memberikan kompensasi 
kepada negara-negara yang masih mempunyai tutupan hutan yang cukup luas agar 
mempertahankan hutannya dan menghentikan kegiatan konversi hutan. Namun karena 
desakan sebagian negara  yang hutannya telah mengalami kerusakan yang cukup 
serius, skema yang kemudian berkembang menjadi REDD (Reduce Emission from 
Deforestation and  Forest Degradation). Berbeda dengan RED yang bertujuan 
menjaga keutuhan wilayah yang masih berhutan, REDD memasukkan kegiatan 
rehabilitasi lewat Reforestasi atau "penghutanan kembali". Adapun pertanyaan 
tentang siapa yang mau membayar, adalah negara-negara industri yang tak mau 
menurunkan emisi karbonnya sebesar 25-40% di bawah tingkat emisi 1990. Itulah 
kemudian muncul Carbon Credit di mana negara-negara berkembang berlomba bisa 
memanfatkan dana adaptasi tersebut. Muncul juga calo-calo. Lantas tentang siapa 
yang dapat profit (dana) tersebut? Nah pertanyaan ini yang masih belum 
terjawab, apakah Pemerintah Pusat, pemerintah daerah, ataukah masyarakat?

Thanks. CU. BTS.
  ----- Original Message ----- 
  From: Aunur rofiq 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, December 14, 2007 11:29 AM
  Subject: Re: [referensi] Tata Ruang dan Perubahan Iklim Global



  Milisters ysh,
  Dua hari lalu saya kebetulan mampir ke COP13 dan mencoba dengar-dengar apa 
yang dibicarakan di sana. Saya hadir pada dua pertemuan REDD yang berbeda yakni 
dari kalangan LSM dan Government. Pada LSM suasana cukup santai (tidak perlu 
pakai jas atau dasi, cukup kaos oblong saja), mereka sudah mulai membicarakan 
projects yang akan dilakukan dan cukup banyak kesepakatan yang mereka tanda 
tangani, saya tanya ke salah satu teman dari Indonesia, dia puas karena 
kemungkinan dapat proyek yang konkrit sudah pasti. Ngobrol dengan beberapa LSM 
dari Australia, German dan Amerika Serikat, mereka katakan bahwa negaranya 
menyokong REDD ini. Agak kaget juga kok LSM dari USA kok mengatakan kalau 
negaranya mendukung..... eh rupanya dia berasal dari california yang memang 
pendukung REDD paling getol.  Hari kedua mau masuk di sidang REDD yang 
dilakukan antar gov, ternyata nggak bisa, tapi akhirnya ketemu teman dari 
kehutanan dan ngobrol soal sidang REDD ini. Kata dia sebenarnya mekanisme sudah 
selesai cuma Amerika memaksakan adanya analisis "Landuse" dimasukkan dan banyak 
ditentang, akhirnya deadlock. Saya ingin tahu bagaimana mekanisme REDD tersebut 
dan dia memberi contoh suatu hutan akan dikoversi menjadi kebun kelapa sawit, 
maka menurut perhitungan akan terjadi emisi sebesar X (dihitung oleh para 
ahli), tetapi akan ada penghasilan dari produk kelapa sawit sebesar Y. Jika 
nilai Y lebih besar dari nilai emisi X, maka perusahaan akan mau membayar nilai 
X tersebut dari hasil kelapa sawit, dan masih mempunyai keuntungan Y-X. Nah 
kalau kita diminta tidak mengkonversi hutan tersebut, maka siapa yang mau 
membayar profit opportunity (Y-X) tadi dan siapa yang akan dapat profit 
tersebut.
  Begitulah kira-kira mekanisme yang didiskusikan, kata teman saya yang telah 
10 hari ada disana.... masak sudah jauh seperti ini mau digagalkan oleh Amerika.
  salam


  ----- Original Message ----
  From: Haryasetyaka <[EMAIL PROTECTED]>
  To: [email protected]
  Sent: Friday, December 14, 2007 9:28:58 AM
  Subject: Re: [referensi] Tata Ruang dan Perubahan Iklim Global
  Recent Activity
    a..  5New Members
  Visit Your Group 
  New business?
  Get new customers.

  List your web site

  in Yahoo! Search.

  Y! Messenger
  Instant smiles

  Share photos while

  you IM friends.

  Yahoo! Groups
  Wellness Spot

  A resource for living

  the Curves lifestyle.
  . 
   

Kirim email ke