Yth. milister semua,
Mohon maaf saya berkomentar tanpa menyimak keseluruhan diskusi. Banyak sekali
pelajaran/ ilmu yg sy dpt dr topik ini, khususnya topik SKN & media -- maaf sy
tidak bisa sebutkan satu-persatu kontributornya.
Namun, msh ada hal yg membingungkan, setidaknya bagi saya. Di saat kita
menghujat SKN, yg diantaranya krn bernuansa 'top-down'; tapi kita masih
mengidam2kan adanya 'kendali'. Sebenarnya mau kita apa ya? Jika kita sudah
kurang mendewakan lagi simplifikasi, reduksionisme dalam penataan ruang (atau
apapun jika tdk setuju PL dibatasi oleh TR), kenapa kita masih mengharapkan
adanya 'kendali'?
Mungkin saja kendali itu perlu, tapi apakah itu masih sebagai elemen utama/
krusial? Atau apakah memang kita (siapa pun) sanggup memegang kendali atas
perkembangan kota/wilayah/ruang yang hari demi hari demikian
rumit-(kompleks)-nya?
Saya pikir elemen 'kendali' tidak harus selalu menjadi landasan pokok.
Barangkali yang lebih penting (atau lebih rasional, realistis, memungkinkan)
dalam banyak situasi adalah siapa yang bisa mengkatalis, menstimulasi,
memobilisasi, memfasilitasi, dst... Jika suasananya 'sudah' stabil (tapi,
mungkinkah ini terjadi dalam jangka panjang?), baru kita bisa lebih banyak
mempertanyakan siapa yang akan mengendalikannya.
Barangkali komentar saya nglantur. Mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Salam,
Delik
Bambang Tata Samiadji <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ysh Pak Aby dan milister lainnya. Terima kasih dan saya hargai tanggapannya,
.... tapi belum menyentuh yang saya persoalkan sebagaimana subjek di atas.
Thanks. CU. BTS.
Terima kasih atas tanggapan dari tawaran saya
----- Original Message -----
From: hengky abiyoso
To: [email protected]
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, January 21, 2008 7:38 AM
Subject: [referensi] Re : Menyoal Sistem Kota-kota
Milisters ysh,
berikut adalah diskusi dengan sahabat saya mas BTS, mohon peran sertanya
juga.........
+++...Nah, jadi pertanyaan saya "... SKN di bawah kendali siapa?" adalah
tawaran subjek baru untuk diperdebatkan...
>>>: ya kalau kalimat ini dilontarkannya pada posting dengan judul baru
diatas .... memang ia lebih pas.... kalau ia semula dilontarkan pertama kali
pada posting sebelumnya Jkt Setelah 100 Hari Ditangan Ahlinya.... maka
saya mengatakan pertanyaan itu terlampau pagi .... dan saya tidak mau
menjawabnya diposting sebelumnya...... karena itu juga terlalu pagi.....
+++: Tanggapan saya atas ide Pak Aby soal ruang media dan Sistem
Kota-kota Nasional, yang kemudian saya pertanyakan ".... di bawah kendali
siapa?", sebenarnya bukan soal medianya, tapi ingin menyoal sistem kota-kota
nasional (SKN).
>>>: Saya percaya milisters semuanya sangat memahami bahwa memang
yang anda persoalkan bukan medianya.... tapi SKN nya.........
+++: Dalam posting Pak Aby sebelumnya, Pak Aby menyayangkan penggunaan
ruang media yang kurang efektif. Contohnya soal banjir, kemacetan lalu
lintas, dsb itu tidak termasuk kendali Bang Foke dalam 100 hari awal
jabatannya. Jadi buat apa dipersoalkan dalam ruang media kalau tidak dalam
kendali Bang Foke. Yang dalam kendali Bang Foke dalam 100 hari terbatas pada
organisasi (internal). Kemudian Pak Aby memunculkan ide bagaimana kalau
ruang media itu bisa diwacanakan soal penataan ruang.
>>>: Yang saya persoalkan disini bukanlah banjir dan macetnya Jkt kok
dipersoalkan dimedia ... tetapi jajak pendapat tentang kinerja 100 hari
Foke untuk hal yang jelas berada diluar kendali dia adalah pekerjaan yang
mengada-ada dan menyia-nyiakan ruang media...... maka mendingan itu
dipakai untuk mewacanakan penataan ruang yang lebih mencerdaskan
bangsa..........
+++: Saya sangat setujunya, khususnya penataan ruang skala kota karena
jelas siapa pengendalinya (ketika menanggapi postingnya Dwiagus).
>>>: walaupun jelas bagi mas BTS ataupun bagi kita semua ada
pengendalinya untuk skala kota .... tetapi kita nanti juga belum tentu
bersepakat siapa atau skakeholdersnya siapa saja dari para
pengendali itu.........
+++: Cuman ketika Pak Aby mencontohnya soal SKN bisa di wacanakan di
ruang media, di situ saya mempertanyakan ".. di bawah kendali siapa?" Kalau
tidak ada pihak yang punya kendali terhadap SKN, ya buat apa masuk dalam
ruang media. Sama kasusnya menyoal banjir dan kemacetan yang bukan kendali
Bang Foke selama 100 hari.
>>>: Pertama, pinjam dulu jawab dari pak Wawo : ...Jadi kesimpulan
saya sekarang adalah: Biarlah milis ini mendiskussikan segala masalah tata
ruang atau yang bersangkutan dengan tata ruang, tanpa ada jaminan kendali
dahulu, setelah ini berlalu maka dapat kita pertimbangkan 'siapa atau apa
yang akan mengendalikan atau me - manage masalah ini, pada tahap ini
sebetulnya milis ini tidak lagi punya kewajiban......
Jawab saya sendiri... pertama : ....buat apa masuk ruang media?..... ya
pertama biar supaya setidaknya publik dapat memahami dulu ... bahwa
pertama ... strategi tataruang, strategi tataruang nasional atau sistem
kota secara nasional yang betul itu adalah apa?.... lalu kemudian
meningkat kepada pemahaman bahwa ternyata ia perlu dan dapat menunjang
strategi kesejahteraan hidup bangsa........
Tentu saja media dan wacana adalah bukan segalanya...... tetapi
sosialisasi kepada masyarakat luas alias mencerdaskan visi bangsa
tentang manfaat mulia penataan ruang dan penegakan sistem kota secara
nasional adalah perkara srtategis bangsa........
Jawab kedua: .... jangankan kok cuma mengendalikan sistem kota..... lha
wong sekarang menge n dalikan TNI saja rakyat mampu kok..... buktinya
sekarang kalau presiden mau ngangkat Panglima TNI saja ... mesti perlu pake
persetujuan DPR dulu segala ..... kalau dulu kan boro-boro....
+++: Terlepas dari subjek "Jkt setelah 100 hari...", sebenarnya ada
perbedaan pandangan antara Pak Aby dan saya soal SKN. Pak Aby sepertinya
mendewakan SKN sebagai solusi masalah ketataruangan nasional, sementara saya
"ingin membuangnya" (dalam pikiran saya). Saya sendiri dulu pecinta SKN.
>>>: Ya kalau soal perbedaan.... jelaslah ..... banyak orang tahu kita
hampir tak pernah bersepakat untuk banyak hal .....
Nah, kalau untuk soal mendewakan atau mencintai SKN... Saya kurang
tahu ..... apakah ketika anda dulu pertama kali diserahi membidangi SKN
diproyek UNDP/UNCHS - National Urban Development Strategy (NUDS) .. itu
karena riwayat sebelumnya semula UNDP melihat bahwa anda dikenal sebagai
tokoh planolog yang pecinta SKN atau mungkin juga mendewakan SKN
seperti yang sekarang sedang anda istilahkan kepada saya ... lalu maka oleh
UNDP anda disuruh membidanginya?.............
Atau karena ditugaskan membidangi .. lalu barulah maka esok lusanya atau
minggu/ bulan berikutnya anda mulai jatuh cinta dan menjadi pendatang baru
pec inta SKN........
Lalu ketika kemudian dengan perjalanan waktu terbukti strategi itu
kedodoran ... banyak pemda berhutang dan macet dsb.... maka lalu anda
berubah drastis dari semula cinta lalu benci SKN seperti syair lagu Broery
atau Betharia Sonata, Minel atau entah siapa itu ..... maka kalau begitu
maap .... lalu tidak ada konsistensi dong ...... mencintai sambil belum tahu
sepenuhnya ..... dan membuangnya sambil jangan-jangan maaf, anda juga tidak
tahu sebenarnya pokok kesalahan utamanya masalah anda itu ada dimana .....
dan mengira kesalahannya adalah pada kontekstualitasnya yang mulai
nampak tidak pas...... padahal belum tentu juga kesalahannya ada
disitu...........
+++: Saya sendiri dulu pecinta SKN. Ketika bekerja di proyek UNDP/UNCHS -
National Urban Development Strategy (NUDS), saya membidangi SKN itu dan pada
akhirnya output SKN dalam NUDS itu berupa pengembangan National Development
Center (NDC), Inter-regional Development Center (IRDC), Regional Development
Center (RDC), dan Local Development Center (LDC). Tetapi kemudian, setelah
mempelajari sistem kelembagaan, regional economy, keuangan, dan
desentralisasi dalam irama kerja saya sebagai konsultan; saya mulai memahami
bahwa SKN itu sudah tidak kontekstual lagi dengan permasalahan wilayah
belakangan ini.
>>>: Dari kalimat tetapi kemudian, setelah mempelajari.... lalu ...saya
mulai memahami.... maka anda sudah menjawab sendiri .... ketika
pertamakali mencintai SKN .. maka sambil mencintai tetapi sambil anda
sendiri pada saat yang sama belum memahami sepenuhnya segala materi dan
aspek dari program yang anda bidangi dan cintai itu.........
+++ :Nah, jadi pertanyaan saya "... SKN di bawah kendali siapa?" adalah
tawaran subjek baru untuk diperdebatkan (sorry Mas BSP, kita di sini bisanya
memang debat-debatan saja. Maklum, karena belum sempat jadi pejabat).
Thanks. CU. BTS.
>>>: Ya, maaf, ++/>> yang ini sudah saya pasang dipaling atas tadi
.......
Terimakasih ban yak atas kesempatan pertama diskusi SKN ini
saya
menunggu lanjutannya..........
Salam,
aby
.
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.