Hengky A,  saya memang terharu langsung mendapat tanggapan dari hengky, 
walaupun saya yakin dipinggiran pasti masih ada yang pengen masuk juga, tapi 
rasanya lagi nunggu menemukan 'the appropriate tone, wah kaya kita saja yang 
punya kunci gaya atau iramanya,  tapi barangkali saya memang jemu ikut 
'indonesian idol'  yang saya yakin banyak dari kita juga sudah enek kan. satu 
dua tahun lalu saya kira ada harapan bisa menghasilkan artis yang bermutu, tapi 
barangkali langsung kehabisan bakat, wah apa lagi yang perlu kita perhatikan. 
Tapi lebih baik saya jawab beberapa pertanyaan Hengky, 
Pertama soal 'bibir Pasifik' memang kalau dalam tafsiran perhatian konvensional 
sekarang samasekali tidak ada notion or understanding, tapi sebetulnya memang 
bukan perhatian atau pengertian yang diperlukan,  saya memang dibesarkan dengan 
suatu notion yang pertama-tama dilontarkan oleh GSSJ Ratu Langie pada tahun 
20an dalam debat-debat di Volksraad dimana Indonesia lagi coba-coba untuk 
menemukan suatu bentuk kenegaraan  yang disekitar Indonesia sudah dimulai 
karena  Pilipina pada waktu itu memang sudah ada Parlemennya yang malahan sudah 
ada Presidennya (Quezon) yang pada waktu itu bertamu ke Volksraad Indonesia. 
Saya juga merasa bhawa notion Ratulangi yang pada waktu itu sudah ada Wawasan 
Pasifik, atau Pacific Idea, yang malahan pada tahun duapuluhan sudah meramalkan 
pecahnya suatu Perang Pacific  purely based on demographic and political 
projections, yang secara geopolitis meramalkan tumbuhnya adikuasa powers 
sekeliling samudra besar itu  di satu pihak,
 tapi juga pada suatu tafsiran yang sangat sedikit disadari oleh kita bahwa 
teori donat  Pasifik itu hyanya mungkin kalau ada suatu kekosongan ditengah 
(the industrial vacuum) yang lantas memungkinkan polarisasi adikuasa besar yang 
cross pacific,  saya kira ini masih tetap satu-satunya metodologi yang hingga 
kini saya ketemukan.  Nah Hengky memang bener kita engga perlu perhatian, tapi 
yang sangat kita perlukan adalh menemukan suatu workable future methodology 
yang dapat menampung berkembangnya adikuasa sekeliling pasifik, saya tidak usah 
meramalkan implikasi perkembangan cina, reorientasi japang dan korea, reposisi 
australia sebagai negara asia (or whatever), laluy sudah mulai surutnya  
tiger-economies (kecuali vietnam as the last tiger)  memang bener kalau dulu we 
were caught napping (alangkah bahagia bangsa yang tidur)
rasanya bukan itu yang Hengky dan Eka rasakan waktu dipantai Timur Morotai 
rasakan ... atau mungkin ... should I ever return? (as the inverse of McArthur) 
 Tapi barangkali tahun datang WOC di Manado kita memang masih tidur lelap.  ... 
Tapi apakah ada versi  sans frontieres yang cocok untuk perbatasan laut?  
daripada batas-batas Schengen a la Uni Eropah. Klau engga ada pemikir yang 
bangun saya kira anak-anak di Talaud dan Marore bisa menemukan suatu bentuk 
yang mustahil untuk kita. 
Sementara cukjup segitu deh, memang saya rada jemu. Pak Wawo.


      
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing.  Make Yahoo your home page. 
http://www.yahoo.com/r/hs

Kirim email ke