Pak Wawo ysh,
Terimakasih atas tanggapannya.... Maaf lho pak... sektor pendidikan
terserempet sedikit.... ini sekedar bagian dari intro untuk penyedap dan
aktualisasi saja pak ..... tujuan akhir saya sih nantinya akan lebih ke
analisis tentang studi kebijakan sektor industri, perdagangan dan
investasi..... dan migrasi ke KTI.........
Tentang langkah kebijakan peningkatan mutu pendidikan ala restorasi Meiji
dimasa awalnya pengembangan pendidikan tinggi di KTI ... saya kira memang itu
salah satu langkah mula yang strategis...... saya setuju 100%. dan sepertinya
memang tidak ada pilihan lain cara inseminasi lebih baik dari itu......
Hanya bedanya dengan masa Meiji.... kalau yang di KTI banyak yang lalu
nyangkut di KBI dan banyak yang nggak baliki lagi ke KTI ya pak?........
Sementara itu pada Meiji mereka setelahnya lalu balik lagi semua ke Jepang
dan benar benar membangun Jepang dalam segala sektornya.....dan nggak banyak
yang nyangkut ke bibir Eropa gitu ya pak? (ini disini bapak yang mulai duluan
ngomong bibir lho ya... dulu juga gitu ... bibir pasifik... juga bapak
duluan).......
Eh.. tapi ngomong2 saya masih tetap nunggu kiriman hadiah dari bapak itu
lho.....
Salam,
aby
Hannie Waworoentoe <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Aby,
Tadinya saya belum ingin menanggapi posting Hengky terakhir yang terutama
menjurus ke KTI. Sebagai bahan referensi saya kira sudah cukup lengkap apalagi
untuk mereka yang belum pernah menyelami atau mengalami KTI itu. Saya juga
tidak akan berpretensi mempunyai suatu gambaran komprehensip terhadap wilayah
lebih setengah Indonesia itu, tetapi ada satu aspek yang Aby telah kemukakan
yaitu perguruan tinggi atau universitas .
Memang ingin saya telaah khususnya, walaupun memang juga tidak bisa terlepas
dari bagian-bagian lainnya yang Aby telah kemukakan.
Setidaknya terdapat 5 perguruan tinggi negeri di SulSel : Unhas, UNM, UIN
Alaudin, Politeknik Mesin Makassar, Politeknik Pertanian Makasar, beberapa
universitas swasta seperti UMI, Univ.45, Unika Atmajaya, UKI-Paulus dsb........
Pada tiap propinsi di KTI setidaknya terdapat masing2 1 univ. negeri seperti
Untad di Palu, Unsrat di Manado,Unhalu di Kendari, Uncen di Papua,Unpati di
Maluku dsb. Tetapi sekedar catatan..... angka kegagalan ujian nasional di
Papua adalah 73% pada 2005..... dan banyak lulusan terbaik dari KTI memilih
memasuki ITB, IPB, UGM.......
Ini merupakan tugas berat perguruan tinggi di KTI untuk bersaing baik secara
regional mau-pun nasional menarik lebih banyak lulusan terbaik siswa SLA di
KTI......
Begini Aby, waktu saya mulai memimpin UNSRAT pada tahun 1976, maka penilaian
dilemma terakhir ini saya perbandingkan sebagai berikut - sebetulnya saya
mengambil prinsipnya dari zaman Meiji di Jepang, dimana Jepang sengaja
mengirimkan tenaga-tenaga untuk dididik keluar negeri, versi yang hampir sama
juga telah dilakukan oleh India pada waktu ingin membangun industri besiu
baja nya, kebetulan saya disuruh mempelajari sistim itu pada waktu Biro
Perancang Negara RI sedang mempersiapkan proyej besi baja Cilegon , dan juga
aluminium di Asahan. Anyway dalam konteks UNSRAT pada tahun tujuhpuluhan jauh
lebih menguntungkan to send the best sons and daughters to ITB, IPB, Gajah
Mada, dan Airlangga(terutama utk kedokteran) daripada to produce your own with
limited means. Soalnya tempat yang terbatas yang ada di manado itu sih memang
digunakan untuk the weaker brothers (tapi nyatanya sih engga terlalu weak tapi
jelas 'homegrown' Tapi saya engga miukir pro contra, tapi seperti
Meiji Jepang, yang penting adalah hasil akhir. OK ternyata kini pada tahun
2007, generasi tujuhpuluhan sebagian besar sudah kembali dan mereka ternyata
tidak usah bersaing dalam kata mencari lapangan kerja, on the contrary jikalau
ada yang dapat kerja di Jakarta atau malahan sampai keluar they are free to do
so, sebetulnya sebagai TKI sih tetap menguntungkan, kalau dia kembali ke
minahasa yah dia udah tahu sendiri dia engga mudah bisa mnakan tempe atau baso
kaya di Jawa.
Nah Aby saya pikir engga usah kita terlalu sukar melihat umplikasi
keterbelakangan KTI itu, rasanya itu suatu masalah statistik yang rada picik.
Barangkali sepuluh tahun lagi sudah tinggal 'survival of the fittest" di manado
maupun juga di bandung, bogor atau Bonn atau Berlin , semua harus
membuktikannya..
Jadi terima kasih untuk data perbandingan Aby, tapi seperti analisa ekologis
saya dulu utk Singapura dan Jakarta, a simple comparison is not fair, karena
nanti akan ada perubahan speciesnya, si lulusan manado atau lulusan jawa
dua-duanya akan harus menemukan niche-nya, cuma niche jawa atau indonesia
memang tidak seragam dengan niche papua atau menurut persepsi Aby 'bibir
manado' itu. Terus terang Aby saya belum pernah rasakan bibir manado, walaupun
saya akui sudah menikmati bibir dan jiwa solo salatiga.
---------------------------------
You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster
Total Access, No Cost.
---------------------------------
You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total
Access, No Cost.