Yth Milisters, 
Saya sebagai pendatang baru mengenalkan diri, nama
saya Jahja Hanafie. Pertama kali saya gabung pada
group ini pada pertemuan minggu ke dua maret di suatu
rm padang. Senang bisa diskusi dengan teman2 yang
memiliki wawasan luas terutama dalam bidang
perencanaan. Dalam pertemuan itu saya coba cetuskan
suatu ide untuk menempatkan dunia perencanaan
pembangunan (tata ruang, sosial-budaya, ekonomi dan
lingkungan)sebagai proses politik. Banyak fakta
empiris yang menunjukkan bahwa dalam kehidupan
keseharian kita terlihat adanya sesuatu hasil
perencanaan pelayanan publik yang tujuannya untuk
menyediakan pelayanan yang baik bagi masyarakat tetapi
ternyata malah menimbulkan masalah. Misalnya saja
penggunaan bus way di Jakarta yang tujuannya untuk
memperlancar angkutan orang. Dalam skala kecil barang
kali tujuan itu dicapai, tetapi kalau dilihat tingkat
kemacetan yang terjadi sekarang dibandingkan sebelum
adanya busway, maka kemacetab sekarang jauh lebih
parah. Saya kira kita semua setuju bahwa akibat
kemacetan ini memberikan kontribsi yang cukup
signifikan terhadap lingkungan kita (polusi udara,
debu), emosi (stress), ekonomi (terbuangnya waktu kita
dijalan menuju tempat pekerjaan, belanja, pulang
kerumah,pemakaian bahan bakar kendaraan yang boros,
dll). Hal lainnya ialah berkurang pendapatan
abang-abang angkot, bajai,ojek karena berpindahnya
penumpang mereka ke busway. Saya tidak bisa
memperkirakan berapa banyak anggota keluarga para
abang2 angkot, bajai, ojek yang harus menderita karena
berkurangnya penghasilan mereka, sementara harga
kebutuhan sehari-hari semakin mahal. 
Keputusan penggunaan busway oleh pemerintah DKI
Jakarta hanya merupakan contoh kecil dari banyak
keputusan pelayanan publik yang tidak memihak kepada
pelayanan publik yang demokrasi (adil, setara, dan
bermartabat). Pertanyaannya, apakah masih ada peluang
bagi birokrat untuk berbuat yang lebih demokrasi dalam
penyedian dan pelayanan publik? Kalau kita membaca
Harian Media Indonesia, rabu 2 April 2008, nagian
Editorial: Birokrasi Menjadi Pesemaian Korupsi, maka
kelihatannya untuk mencari jawaban pertanyaan di atas
diperlukan perang terbuka melawan birokrat korupsi.
Saya kira disinilan peluang disiplin perencaan masuk
dalam dunia politik. Artinya perencana sebaiknya
membentuk lembaga (kekuatan) yang dapat dilihat oleh
pemerintah, partai2 politik, LSM, lembaga2
international, dan masyarakat sebagai sumber-sumber
alternatif untuk ide, gagasan, problem solving,
mediasi, evaluasi, dll. 
Untuk langkah awal, maka saya mengajak teman-teman
berminat untuk sama-sama buat agenda mewujudkan mimpi
ini. 
Ayoo kapan teman-teman ada waktu untuk ngobrol2 lagi.
Barangkali Pak Ekadj atau Pak Aby mengatur kapan kita
ketemu lagi. 

Salam untuk semua,
Jahja



--- hengky abiyoso <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Milisters  ysh, 
>    
>   Kerusuhan dan bentrok polisi-mahasiswa Unhalu 
> dikota Kendari baru2 ini mencerminkan bahwa
> setidaknya secara umum tak hanya di Kendari namun
> juga di Makassar dsb.  terdapat sensitivitas yang
> tinggi  serta rasa ketidak-puasan secara umum
> masyarakat atau kaum muda atau mahasiswa baik dalam
> variasi  aktivitas kesehariannya.... maupun nasib
> mereka sebagai calon tenaga kerja yang sering belum
> jelas masa depannya....... 
>   Berada pada lingkungan kota “besar” dikawasan
> tertinggal KTI  yang serba memiliki banyak
> keterbatasan dalam aktivitas ekonomi sosial
> budaya... yang lalu kurang berimbang dengan potensi
> populasi mahasiswanya yang terus berkembang seiring
> dipacunya pembangunan sektor pendidikan......
>   Bila di Jawa .... masalah sering bisa ‘diatasi’
> dengan langkah ‘urbanisasi’ yang ‘relatif mudah dan
> sederhana’.... Seperti hanya dengan menumpang truk
> sayur.... Atau kalau ada ‘modal’ 30rb rupiah... Maka
> seseorang di Jatim dapat menumpang keretaapi
> senja... Lalu esok harinya telah tiba di setasiun
> Senen Jkt.... Dan pekerjaan serta ‘perubahan’ sering
>  telah tersedia didepan mata ..... 
>   Pekerjaan yang lekas didapat.... Disektor formal
> seperti dibidang marketing dsb..... Atau disektor
> informal..... Menjadi kenek angkot.... Atau kenek
> pendorong gerobak tukang sayur... dan banyak sektor
> informal  lainnya..... Atau kalau nasib mujur....
> bisa casting dan menjadi bintang televisi walau
> sekedar awalnya menjadi model iklan obat panu atau
> obat cacing dulu...... 
>   *           *           *
>   Di KTI yang jaraknya lebih dari 750km nautikal
> dari Surabaya..... atau lebih 1250 km nautikal dari
> Jkt......  
>   Keterbatasan potensi lingkungan perkotaan 
> sangatlah mengurangi berkembangnya keleluasaan
> kreativitas maupun  kesempatan kerja...... Isolasi
> laut yang luas dan ganas agak membatasi keleluasan
> gerak migrasi menuju ibukota atau kota2 besar lain
> diJawa sebagai pusat kehidupan ekonomi sosial budaya
> yang gemerlap.....  
>   Banyak keterbatasan  itu  mudah memunculkan 
> sensitivitas yang amat dekat dengan kemarahan dan
> kekerasan....... 
>   Pembunuhan seorang anak perempuan oleh seorang WNI
> yang sakit jiwa.... Kenaikan harga BBM....
> Solidaritas pada mahasiswa yang ditahan polisi ....
> Penggusuran kakilima...... Bentrok denganpengemudi
> angkot.......Pernyataan negara asing yang tak
> mengenakkan Indonesia ..... semua ini demikian
> mudahnya  menyulut kemarahan mahasiswa di
> Makassar...... tak jarang juga bersama penduduk
> kota.....  
>   Pelampiasannya lalu berupa tak hanya unjuk rasa
> saja... namun juga  demikian mudahnya  mereka senang
> melakukan sweeping rasial  maupun sosial......
> memblokade  jalan...  membakar ban ... lalu
> ujung-ujungnya bentrok dengan polisi yang mencoba
> membubarkan  aksi-aksi mereka....... Lalu bila ada
> mahasiswa yang bonyok..... Esoknya muncul demo
> susulan... Menuntut Kapolda  mundur........ 
>   *           *           *
>   Kawasan Timur  Indonesia (KTI) dengan total area
> 1.167.000 km2  adalah  sekitar 60%  total luas
> Indonesia yang 1.919.000 km2...... tetapi total 
> populasi di KTI hanyalah sekitar  20% dari total
> nasional..... atau sekitar 41,162,000 dari 
> 235.000.000-an  total populasi nasional 
> Indonesia...... 
>   SulSel sebagai propinsi termaju di KTI berpenduduk
> 8.639.800  atau 21% dari populasi KTI (BPS 2005)....
> dan berdasar sensus 2000, rata2 pertumbuhan penduduk
>  periode 1990-2000 adalah 2.05%........
>   Setidaknya terdapat 5 perguruan  tinggi negeri di
> SulSel : Unhas, UNM, UIN Alaudin, Politeknik Mesin
> Makassar,  Politeknik Pertanian Makasar, beberapa
> universitas swasta seperti  UMI, Univ.45, Unika
> Atmajaya, UKI-Paulus dsb........
>   Pada tiap propinsi di KTI setidaknya terdapat
> masing2 1 univ. negeri seperti Untad di Palu, Unsrat
> di Manado,Unhalu di Kendari, Uncen di Papua,Unpati
> di Maluku dsb. Tetapi sekedar catatan.....  angka
> kegagalan ujian nasional di Papua adalah 73% pada
> 2005..... dan banyak lulusan terbaik dari KTI
> memilih memasuki ITB, IPB, UGM.......
>   Ini merupakan tugas berat perguruan tinggi di KTI
> untuk bersaing baik secara regional mau-pun nasional
> menarik lebih banyak lulusan terbaik siswa SLA di
> KTI......
>   PDRB per kapita di KTI pada 2003 bervariasi dari 
> Rp. 2,402,300 (NTT)  sampai Rp. 36,946,100 (Kaltim),
> atau rata2 Rp. 7,511,914........ Angka rata2 ini
> sedikit lebih rendah daripada PDRB nasional Rp.
> 8,304,300..... atau KBI Rp 8,857,156....... (BPS,
> 2003). 
>   Ini menunjukan bahwa dalam hal pendapatan,
> propinsi kawasan ini tak terpaut jauh dengan
> KBI....... Tetapi kalau melihat  PDRBnya per
> kapita.... Hanyalah Rp. 4.772.000 ..... atau....
> hanya 57.5% saja dari angka nasional...... 
>   Suatu gambaran umum tentang betapa masih rendahnya
> tingkat produktivitas per kapita di KTI sebagai 60%
> kawasan negeri kita............ 
>    
>   Sementara demikian dan salam,
>   aby
> 
>        
> ---------------------------------
> You rock. That's why Blockbuster's offering you one
> month of Blockbuster Total Access, No Cost.



      
____________________________________________________________________________________
You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total 
Access, No Cost.  
http://tc.deals.yahoo.com/tc/blockbuster/text5.com

Kirim email ke