Pak Rachmad ysh, Terimakasih atas postingnya .... mohon maaf, ikut diskusi ya pak?...... Tentang timeline....... dalam kaitan dengan tulisan pak Lili Irahali di situs PTDI.... : .......Jaman Pemerintah kolonial Belanda tidak mempunyai program perancangan pesawat udara, namun telah melakukan serangkaian aktivitas yang berkaitan dengan pembuatan lisensi, serta evaluasi teknis dan keselamatan untuk pesawat yang dioperasikan di kawasan tropis, Indonesia........ Enggak lah pak... saya pikir pak Lili tidak fatal dengan grammar atau makna dalam kalimatnya itu .... dan saya tidak yakin bahwa pak Lili tidak paham dengan timeline kedirgantaraan....... Sebab kalau orang lain super kritis pula .... orang lain juga bisa ganti berpendapat kalimat pak Rachmad juga sama-sama not in accordance dengan timeline sejarah kekuasaan pemerintahan di Indonesia lho pak ... hehe.. Termasuk kalimat saya sendiri inipun juga akan dengan mudah diserimpung oleh orang lain yang super kritis pula ....jadi nggak ada habisnya.. hehe.. Dari kalimat pak Rachmad : .....Kalau saya cermati kondisi Indonesia jaman penjajahan terhadap perkembangan teknologi yang memang baru berkembang di dunia saat itu. Maka Indonesia sebenarnya cukup didepan pada saat itu. Sayangnya seteleh kemerdekaan kondisi kita malah seperti ini. Ya keretanya, ya pesawat terbangnya yang sudah pada usang :-(......
Indonesia itu kalau menurut sementara bangsa Indonesia yang merasa berjuang ingin menegakkan kemerdekaan..... maupun bagi generasi selanjutnya yang menerima paham itu...... Indonesia itu dejure mulai adanya baru pada 17-8-1945......yang itupun pada 1947 dan 1949 masih juga diserang lagi oleh Bld dan Sekutu karena dianggap mereka bahwa Indonesia itu tidak sah dan dianggap tidak berhak hidup....... Indonesia sepertinya baru sedikit normal dalam satu sisi maknanya ... mungkin lahir defacto sejak 1950.... yang itupun setelahnya disana-sini banyak juga separatisme ... lalu malah Irian Barat masuk ke pangkuan Ibu Pertiwi pada 1961 saja kira juga tidak seluruh bangsa ini Sreg menerimanya.......... Jadi mengatakan Indonesia dizaman penjajahan atau apalagi menghubungkannya dengan masa itu lebih enak atau lebih maju dsb...juga akan menghadapi banjir kritik juga lho saya kira ... hehe.. karena Indonesia dimasa itu kata kita.... tetapi adalah Nederland Indie kata mereka .... Sebelum merdeka (dan rasanya memang Bld tidak memiliki skenario memerdekakan kita)... pribumi memang hampir tidak boleh banyak beraktivitas...utamanya dibidang bisnis..... Kita pribumi hanya boleh berbisnis skala kampung saja .... skala atas hanya boleh oleh Bld dan skala menengah oleh Bld dan boleh sebagiannya oleh China.... Jadi begitu kita merdeka ..... memang tidak banyak persiapan kemakmuran kita kala itu.... Begitu Bld hengkang ... bisnis skala atas langsung diambil alih oleh China ... dan payahnya bisnis skala menengah tetap dipegangnya .. dan skala kecil juga malah dikuasainya pula ... dan nasionalisme mereka rata-rata tidak jelas....hehe.. Satu fakta sejarah lain yang tidak kalah hebat tapi satir dan menyakitkan dari bumi pertiwi ini adalah saya kira salah satunya ... kisah Anthony Fokker yang lahir pada 1890 anak dari pengusaha kebun kopi Herman Fokker di Blitar .... dimana ketika Fokker junior ini remaja ... ia dibekali oleh ayahnya sekian ribu gulden dan setelah belajar mekanik dan belajar mengemudikan pesawat lalu mendirikan pabrik pesawat Fokker yang merupakan salah satu industri pesawat tertua didunia kala itu...... Jadi kemajuan teknologi bangsa Indonesia dimasa itu ... barangkali agak lebih tepatnya adalah kemajuan teknologi bangsa Nedeland dan Nederland Indie disini.... Sementara itu Nederland yang semula hutangnya banyak ...dan Nederland Indie ... yang semuanya lalu menjadi kaya ..... rasanya itu karena mereka banyak menghisap kekayaan bumi pertiwi ini... ini kata saya .. yang belum tentu juga selamat dari kritik..... Jadi entahlah ..... apakah kita akan lebih tepat menyebut bumi tempat kita berpijak ini sebagai Ibu Pertiwi begitu barangkali .... daripada kita ribet dihadang time line sejarah terus.. hehe.. Aduh nyesek dada ini kalo inget pedihnya penjajahan segala itu .... lalu menyandingkannya dengan kemiskinan serta porak porandanya kadar kehidupan bangsa ini....., maka hayolah mbak Arini, pak Risfan, pak Eka, pak Eko, pak BTS, pak Abim, pak Djarot , pak Dwi, pak Hesty dan teman-teman semua ... ..speak up pliiisss.... speak up pliiisss...... biarin aja pak Wawo merasa 'bising' .. hehe.. Karena sekarang "silence" is no more always "golden" lho.... I'm afraid it may turn that "silence" is then frequently nothing but mean to be "absence"...hehe.. Selamat berhari libur dan salam, aby Rachmad M <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Kalau saya cermati kondisi Indonesia jaman penjajahan terhadap perkembangan teknologi yang memang baru berkembang di dunia saat itu. Maka Indonesia sebenarnya cukup didepan pada saat itu. Sayangnya seteleh kemerdekaan kondisi kita malah seperti ini. Ya keretanya, ya pesawat terbangnya yang sudah pada usang :-( Negeriku Saat Penjajahan http://rachmad.kuyasipil.net/?p=84 Kereta Api di Indonesia http://rachmad.kuyasipil.net/?p=77 Salam RM --------------------------------- Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

