Terima kasih pak Hengky,
Saya memang agak emosional menuliskan itu mengingat pada tahu 1914
saya pikir dalam kondisi perang dunia I, Indonesia sudah begitu
hebatnya. Hal ini bisa ditelusuri dari link yang ada disitu yang
mengatakan :
"Pada periode itu di bengkel milik pribadi minat membuat pesawat
terbang berkembang. Pada tahun 1937, delapan tahun sebelum
kemerdekaan atas permintaan seorang pengusaha, serta hasil rancangan
LW. Walraven dan MV. Patist putera-putera Indonesia yang dipelopori
Tossin membuat pesawat terbang di salah satu bengkel di Jl.
Pasirkaliki Bandung dengan nama PK.KKH. Pesawat ini sempat
menggegerkan dunia penerbangan waktu itu karena kemampuannya terbang
ke Belanda dan daratan Cina pergi pulang yang diterbang pilot
berkebangsaan Perancis, A. Duval. Bahkan sebelum itu, sekitar tahun
1922, manusia Indonesia sudah terlibat memodifikasi sebuah pesawat
yang dilakukan di sebuah rumah di daerah Cikapundung sekarang.
Pada tahun 1938 atas permintaan LW. Walraven dan MV.
Patist - perancang PK.KKH - dibuat lagi pesawat lebih kecil di
bengkel Jl. Kebon Kawung, Bandung."
Pak Tossin jelas orang pribumi :-) dan kelihatannya memang tergantung
bagaiman visi pucuk pimpinan kita mengelola SDA dan SDM yang dimiliki
bangsa ini.
Terima kasih atas masukannya.
Salam
RM
--- In [email protected], hengky abiyoso <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Pak Rachmad ysh,
>
> Terimakasih atas postingnya .... mohon maaf, ikut diskusi ya
pak?......
> Tentang timeline....... dalam kaitan dengan tulisan pak Lili
Irahali di situs PTDI.... :
> ".......Jaman Pemerintah kolonial Belanda tidak mempunyai program
perancangan pesawat udara, namun telah melakukan serangkaian
aktivitas yang berkaitan dengan pembuatan lisensi, serta evaluasi
teknis dan keselamatan untuk pesawat yang dioperasikan di kawasan
tropis, Indonesia........"
> Enggak lah pak... saya pikir pak Lili tidak fatal dengan grammar
atau makna dalam kalimatnya itu .... dan saya tidak yakin bahwa pak
Lili tidak paham dengan timeline kedirgantaraan.......
> Sebab kalau orang lain super kritis pula .... orang lain juga
bisa ganti berpendapat kalimat pak Rachmad juga sama-sama not in
accordance dengan timeline "sejarah kekuasaan pemerintahan"
di "Indonesia" lho pak ... hehe..
> Termasuk kalimat saya sendiri inipun juga akan dengan mudah
diserimpung oleh orang lain yang super kritis pula ....jadi nggak ada
habisnya.. hehe..
> Dari kalimat pak Rachmad :
>
> ".....Kalau saya cermati kondisi Indonesia jaman penjajahan
terhadap
> perkembangan teknologi yang memang baru berkembang di dunia saat
itu.
> Maka Indonesia sebenarnya cukup didepan pada saat itu. Sayangnya
> seteleh kemerdekaan kondisi kita malah seperti ini. Ya keretanya,
ya
> pesawat terbangnya yang sudah pada usang :-(......"
>
>
> "Indonesia" itu kalau menurut sementara bangsa Indonesia yang
merasa berjuang ingin menegakkan kemerdekaan..... maupun bagi
generasi selanjutnya yang menerima paham itu...... "Indonesia" itu
dejure mulai adanya baru pada 17-8-1945......yang itupun pada 1947
dan 1949 masih juga diserang lagi oleh Bld dan Sekutu karena dianggap
mereka bahwa "Indonesia" itu tidak sah dan dianggap tidak berhak
hidup.......
> "Indonesia" sepertinya baru sedikit "normal" dalam satu sisi
maknanya ... mungkin lahir defacto sejak 1950.... yang itupun
setelahnya disana-sini banyak juga separatisme ... lalu malah Irian
Barat masuk ke "pangkuan Ibu Pertiwi" pada 1961 saja kira juga tidak
seluruh bangsa ini "Sreg" menerimanya..........
> Jadi mengatakan "Indonesia dizaman penjajahan" atau apalagi
menghubungkannya dengan "masa itu lebih enak" atau "lebih maju"
dsb...juga akan menghadapi banjir kritik juga lho saya kira ...
hehe.. karena "Indonesia" dimasa itu kata "kita".... tetapi
adalah "Nederland Indie" kata mereka ....
> Sebelum merdeka (dan rasanya memang Bld tidak memiliki skenario
memerdekakan kita)... pribumi memang hampir tidak boleh banyak
beraktivitas...utamanya dibidang bisnis.....
> Kita pribumi hanya boleh berbisnis skala kampung saja .... skala
atas hanya boleh oleh Bld dan skala menengah oleh Bld dan boleh
sebagiannya oleh China....
> Jadi begitu kita merdeka ..... memang tidak banyak persiapan
kemakmuran kita kala itu....
> Begitu Bld hengkang ... bisnis skala atas langsung diambil alih
oleh China ... dan payahnya bisnis skala menengah tetap
dipegangnya .. dan skala kecil juga malah dikuasainya pula ... dan
nasionalisme mereka rata-rata tidak jelas....hehe..
> Satu fakta sejarah lain yang tidak kalah hebat tapi satir dan
menyakitkan dari bumi pertiwi ini adalah saya kira salah satunya ...
kisah Anthony Fokker yang lahir pada 1890 anak dari pengusaha kebun
kopi Herman Fokker di Blitar .... dimana ketika Fokker junior ini
remaja ... ia dibekali oleh ayahnya sekian ribu gulden dan setelah
belajar mekanik dan belajar mengemudikan pesawat lalu mendirikan
pabrik pesawat Fokker yang merupakan salah satu industri pesawat
tertua didunia kala itu......
> Jadi kemajuan teknologi bangsa "Indonesia" dimasa itu ...
barangkali agak lebih tepatnya adalah kemajuan teknologi
bangsa "Nedeland" dan "Nederland Indie" disini....
> Sementara itu "Nederland" yang semula hutangnya
banyak ...dan "Nederland Indie" ... yang semuanya lalu menjadi
kaya ..... rasanya itu karena mereka banyak menghisap kekayaan bumi
pertiwi ini... ini kata saya .. yang belum tentu juga selamat dari
kritik.....
> Jadi entahlah ..... apakah kita akan lebih tepat menyebut bumi
tempat kita berpijak ini sebagai "Ibu Pertiwi" begitu
barangkali .... daripada kita ribet dihadang time line sejarah
terus.. hehe..
>
> Aduh nyesek dada ini kalo inget pedihnya penjajahan segala
itu .... lalu menyandingkannya dengan kemiskinan serta porak
porandanya kadar kehidupan bangsa ini....., maka hayolah mbak Arini,
pak Risfan, pak Eka, pak Eko, pak BTS, pak Abim, pak Djarot , pak
Dwi, pak Hesty dan teman-teman semua ... ..speak up pliiisss....
speak up pliiisss...... biarin aja pak Wawo merasa 'bising' .. hehe..
> Karena sekarang "silence" is no more always "golden" lho.... I'm
afraid it may turn that "silence" is then frequently nothing but
mean to be "absence"...hehe..
>
> Selamat berhari libur dan salam,
> aby
>
>
> Rachmad M <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Kalau saya cermati kondisi
Indonesia jaman penjajahan terhadap
> perkembangan teknologi yang memang baru berkembang di dunia saat
itu.
> Maka Indonesia sebenarnya cukup didepan pada saat itu. Sayangnya
> seteleh kemerdekaan kondisi kita malah seperti ini. Ya keretanya,
ya
> pesawat terbangnya yang sudah pada usang :-(
>
> Negeriku Saat Penjajahan http://rachmad.kuyasipil.net/?p=84
> Kereta Api di Indonesia http://rachmad.kuyasipil.net/?p=77
>
> Salam
>
> RM
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.
Try it now.
>