Hengky, Tadinya saya tidak mau menanggapi uraian panjang Jaman Penjajahan Belanda Teknologi Indonesia lebih Baik, yang sebenarnya mengemukakan suatu pendapat yang tidak saja unik tapi memang juga sangat jujur. Sebetulnya Teknologi itu tidak saja terbatas pada teknologi pesawat terbang tapi hampir pada semua bidang sampai bikin keju saja orang Indonesia bisa, padahal orang belanda belum bisa bikin tempe atau tahu, jadi relatip kita memang cukup unggul. Saya juga berani mengatakan bahwa orang Indonesia malahan bisa berbahasa belanda lebih baik dari orang belanda sendiri, jadi agak berbeda dengan temuan Pak Lili atau ahli grammar. Sedikitnya dalam debat-debat dalam Volksraad orang Indonesia lebih unggul menggunakan bahasa belanda, lalu dalam Indonesia Menggugat bung Karno sendiri sanggup membungkam penuntut belanda. Memang sangat banyak bukti dan contoh keunggulan kita itu. Tetapi saya sebetulnya agak kecewa dengan nada jeritan Hengky pada akhirnya untuk "speak up" speak up " . Saya teringat pada anjuran "speak up" di sekolah amerika dimana orang melayu itu biasanya diam (tapi sebenarnya jauh lebih dalam nilai berpikirnya) , kalau dibandingkan ausdauer atau daya tahan berargumen kalah jauh si orang yang speak up itu. Tapi tidak akan saya sangkal kekuatan menggugat atau menuntut yang frontal tanpa tedeng aling. Tapi bukan Hengky sendiri yang menggunakan metafor silence is golden, bukan saya istilah noise dan bising juga dari Hengky bukan, jadi kalau begitu Hengky harus terima otokritik nya bukan, Saya malahan balik bertanya apakah saya masih perlu membantu dalam pandangan yang rada gegabah Hengky sehingga sekarang perlu ada revisi. Sejak mula saya sebetulnya kagum terhadap daya analitis dan ketahanan Hengky yang tanpa segan gigih terus dalam membahas masalah dalam milis ini. Tapi rasanya effisiensi juga menuntut suatu penghematan dan memang mengelak effek asal bunyi yang kadang-kadang jadi rada bombastis. Tapi ini mungkin hak pribadi kita masing-masing. Akhirnya saya ingin sedikit menanggapi penderitaan penjajahan dan juga perang. Barangkali tidak disadari bahwa justeru bagian timur Indonesia yang lebih menderita dari pengeboman sekutu amerika inggris australi dan belanda, sedangkan penjajahan atau pendudukan tentara jepang juga jauh lebih pahit lagi, memang di pulau jawa ada juga penderitaan para romusha atau buruh paksa, tapi penderitaannya lebih visual diluar pulau Jawa. Saya sebetulnya juga tidak berhak mengeluh karena tidak menderita secara langsung, tapi secara kwantitatip saya kira memang lebih pahit penderitaan dibagian timur Indonesia. Mungkin hal ini sdr Ekadj dapat verifikasi lagi. Rasanya aspek perbandingan barat timur dalam sejarah penjajahan kita kurang dimengerti dan kurang diselami. Well for that matter I am speaking up, tapi pasti saya tidak mau membesarkan masalah ini sehingga out of proportion. Terima kasih jikalau ada perhatian yang pantas. abj Pak Wawo.
----- Original Message ---- From: hengky abiyoso <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Cc: [EMAIL PROTECTED] Sent: Saturday, May 3, 2008 8:15:20 PM Subject: Re: [referensi] Jaman Penjajahan Belanda Teknologi Indonesia lebih Baik Pak Rachmad ysh, Terimakasih atas postingnya .... mohon maaf, ikut diskusi ya pak?...... Tentang timeline.... ... dalam kaitan dengan tulisan pak Lili Irahali di situs PTDI.... : “.......Jaman Pemerintah kolonial Belanda tidak mempunyai program perancangan pesawat udara, namun telah melakukan serangkaian aktivitas yang berkaitan dengan pembuatan lisensi, serta evaluasi teknis dan keselamatan untukpesawat yang dioperasikan di kawasan tropis, Indonesia... .....” Enggak lah pak... saya pikir pak Lili tidak fatal dengan grammar atau makna dalam kalimatnya itu .... dan saya tidak yakin bahwa pak Lili tidak paham dengan timeline kedirgantaraan. ...... Sebab kalau orang lain super kritis pula .... orang lain juga bisa ganti berpendapat kalimat pak Rachmad juga sama-sama not in accordance dengan timeline “sejarah kekuasaan pemerintahan” di “Indonesia” lho pak ... hehe.. Termasuk kalimat saya sendiri inipun juga akan dengan mudah diserimpung oleh orang lain yang super kritis pula ....jadi nggak ada habisnya.. hehe.. Dari kalimat pak Rachmad : “......Kalau saya cermati kondisi Indonesia jaman penjajahan terhadap perkembangan teknologi yang memang baru berkembang di dunia saat itu. Maka Indonesia sebenarnya cukup didepan pada saat itu. Sayangnya seteleh kemerdekaan kondisi kita malah seperti ini. Ya keretanya, ya pesawat terbangnya yang sudah pada usang :-(......” “Indonesia” itu kalau menurut sementara bangsa Indonesia yang merasa berjuang ingin menegakkan kemerdekaan. .... maupun bagi generasi selanjutnya yang menerima paham itu...... “Indonesia” itu dejure mulai adanya baru pada 17-8-1945.... ...yang itupun pada 1947 dan 1949 masih juga diserang lagi oleh Bld dan Sekutu karena dianggap mereka bahwa “Indonesia” itu tidak sah dan dianggap tidak berhak hidup....... “Indonesia” sepertinya baru sedikit “normal” dalam satu sisi maknanya ... mungkin lahir defacto sejak 1950.... yang itupun setelahnya disana-sini banyak juga separatisme ... lalu malah Irian Barat masuk ke “pangkuan Ibu Pertiwi” pada 1961 saja kira juga tidak seluruh bangsa ini “Sreg” menerimanya. ......... Jadi mengatakan “Indonesia dizaman penjajahan” atau apalagi menghubungkannya dengan “masa itu lebih enak” atau “lebih maju” dsb...juga akan menghadapi banjir kritik juga lho saya kira ... hehe.. karena “Indonesia” dimasa itu kata “kita”.... tetapi adalah “Nederland Indie” kata mereka .... Sebelum merdeka (dan rasanya memang Bld tidak memiliki skenario memerdekakan kita)... pribumi memang hampir tidak boleh banyak beraktivitas. ..utamanya dibidang bisnis..... Kita pribumi hanya boleh berbisnis skala kampung saja .... skala atas hanya boleh oleh Bld dan skala menengah oleh Bld dan boleh sebagiannya oleh China..... Jadi begitu kita merdeka ..... memang tidak banyak persiapan kemakmuran kita kala itu.... Begitu Bld hengkang ... bisnis skala atas langsung diambil alih oleh China ... dan payahnya bisnis skala menengah tetap dipegangnya .. dan skala kecil juga malah dikuasainya pula ... dan nasionalisme mereka rata-rata tidak jelas....hehe. . Satu fakta sejarah lain yang tidak kalah hebat tapi satir dan menyakitkan dari bumi pertiwi ini adalah saya kira salah satunya ... kisah Anthony Fokker yang lahir pada 1890 anak dari pengusaha kebun kopi Herman Fokker di Blitar .... dimana ketika Fokker junior ini remaja ... ia dibekali oleh ayahnya sekian ribu gulden dan setelah belajar mekanik dan belajar mengemudikan pesawat lalu mendirikan pabrik pesawat Fokker yang merupakan salah satu industri pesawat tertua didunia kala itu...... Jadi kemajuan teknologi bangsa “Indonesia” dimasa itu ... barangkali agak lebih tepatnya adalah kemajuan teknologi bangsa “Nedeland” dan “Nederland Indie” disini.... Sementara itu “Nederland” yang semula hutangnya banyak ...dan “Nederland Indie” ... yang semuanya lalu menjadi kaya ..... rasanya itu karena mereka banyak menghisap kekayaan bumi pertiwi ini... ini kata saya .. yang belum tentu juga selamat dari kritik..... Jadi entahlah ..... apakah kita akan lebih tepat menyebut bumi tempat kita berpijak ini sebagai “Ibu Pertiwi” begitu barangkali .... daripada kita ribet dihadang time line sejarah terus.. hehe.. Aduh nyesek dada ini kalo inget pedihnya penjajahan segala itu .... lalu menyandingkannya dengan kemiskinan serta porak porandanya kadar kehidupan bangsa ini....., maka hayolah mbak Arini, pak Risfan, pak Eka, pak Eko, pak BTS, pak Abim, pak Djarot , pak Dwi, pak Hesty dan teman-teman semua ... ..speak up pliiisss.... speak up pliiisss.... .. biarin aja pak Wawo merasa 'bising' .. hehe.. Karena sekarang "silence" is no more always "golden" lho.... I'm afraid it may turn that "silence" is then frequently nothing but mean to be "absence"... hehe.. Selamat berhari libur dan salam, aby Rachmad M <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: Kalau saya cermati kondisi Indonesia jaman penjajahan terhadap perkembangan teknologi yang memang baru berkembang di dunia saat itu. Maka Indonesia sebenarnya cukup didepan pada saat itu. Sayangnya seteleh kemerdekaan kondisi kita malah seperti ini. Ya keretanya, ya pesawat terbangnya yang sudah pada usang :-( Negeriku Saat Penjajahan http://rachmad. kuyasipil. net/?p=84 Kereta Api di Indonesia http://rachmad. kuyasipil. net/?p=77 Salam RM ________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile..yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

