Rekan Hengky yth,
Sekedar meluruskan sejarah terkait Irian Barat. Kebetulan saya masih di SMP 
(tadinya PMS) waktu itu. Perjanjian New York ttg  Irian Barat ditanda-tangani  
pada bulan September 1962 dan Pemerintah Belanda menyerahkan Irian Barat kepada 
UNTEA ( United Nations temporary authority) tgl 1 October 1962, sebagai 
pemerintah peralihan selama 7 bulan. Bendera Belanda diturunkan dan diganti 
dgn bendera PBB diseluruh wilayah Nederlands Nieuw Guinea (NNG), dan mata uang 
belanda (NNG) masih berlaku/dipakai. Pada tanggal 1 Mei 1963, UNTEA menyerahkan 
kekuasaannya kepada NKRI. 
Pada tgl 1 Mei 1963 bendera PBB diturunkan, dan Sang Saka Merah Putih dinaikan 
diiringi lagu Indonesia Raya untuk pertama kalinya dan nama wilayah diganti 
menjadi Provinsi Irian Barat dengan Gubernur pertama Bapak E. J. Bonay dan 
ibukotanya Kotabaru (tadinya bernama Hollandia) kemudian diganti dgn 
namaSukarnapura). Mata-uangpun diganti dgn uang Rupiah Irian Barat yg nilainya 
setara uang Gulden Belanda).
Terimakasih
JD
----- Original Message ----
From: hengky abiyoso <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Sunday, May 4, 2008 10:15:20 AM
Subject: Re: [referensi] Jaman Penjajahan Belanda Teknologi Indonesia lebih Baik


Pak Rachmad ysh,
 
Terimakasih atas postingnya .... mohon maaf, ikut diskusi ya pak?......
Tentang timeline.... ... dalam kaitan dengan tulisan pak Lili Irahali di situs 
PTDI.... :
“.......Jaman Pemerintah kolonial Belanda tidak mempunyai program perancangan 
pesawat udara, namun telah melakukan serangkaian aktivitas yang berkaitan 
dengan pembuatan lisensi, serta evaluasi teknis dan keselamatan untukpesawat 
yang dioperasikan di kawasan tropis, Indonesia... .....”
Enggak lah pak... saya pikir pak Lili tidak fatal dengan grammar  atau makna 
dalam kalimatnya itu .... dan saya tidak yakin bahwa pak Lili  tidak paham 
dengan timeline kedirgantaraan. ......
Sebab kalau orang lain super kritis pula .... orang lain juga bisa ganti 
berpendapat kalimat pak Rachmad juga sama-sama not in accordance dengan 
timeline  “sejarah  kekuasaan pemerintahan” di  “Indonesia” lho pak ... hehe..
Termasuk kalimat saya sendiri inipun juga akan dengan mudah diserimpung oleh 
orang lain yang super kritis pula ....jadi nggak ada habisnya.. hehe..
Dari  kalimat pak Rachmad :
 
“.....Kalau saya cermati kondisi Indonesia jaman penjajahan terhadap 
perkembangan teknologi yang memang baru berkembang di dunia saat itu. 
Maka Indonesia sebenarnya cukup didepan pada saat itu. Sayangnya 
seteleh kemerdekaan kondisi kita malah seperti ini. Ya keretanya, ya 
pesawat terbangnya yang sudah pada usang :-(......”


“Indonesia” itu kalau menurut  sementara bangsa Indonesia  yang merasa berjuang 
ingin menegakkan kemerdekaan. .... maupun bagi  generasi selanjutnya yang 
menerima paham itu......  “Indonesia” itu  dejure mulai adanya baru pada 
17-8-1945... ...yang itupun  pada 1947 dan 1949 masih juga diserang lagi oleh 
Bld dan Sekutu karena dianggap mereka bahwa  “Indonesia” itu tidak sah dan 
dianggap tidak berhak hidup.......
“Indonesia” sepertinya baru sedikit “normal”  dalam satu sisi maknanya ... 
mungkin lahir defacto  sejak 1950....  yang itupun setelahnya disana-sini 
banyak juga separatisme ... lalu malah Irian Barat masuk ke “pangkuan Ibu 
Pertiwi” pada 1961 saja kira juga tidak seluruh bangsa ini “Sreg” menerimanya. 
.........
Jadi mengatakan “Indonesia dizaman penjajahan”  atau apalagi menghubungkannya 
dengan “masa itu lebih enak” atau “lebih maju”  dsb...juga akan menghadapi 
banjir kritik  juga lho saya kira  ... hehe..  karena “Indonesia” dimasa itu  
kata “kita”.... tetapi adalah “Nederland Indie” kata mereka ....
Sebelum merdeka (dan rasanya memang Bld  tidak memiliki skenario memerdekakan 
kita)... pribumi memang hampir tidak boleh banyak beraktivitas. ..utamanya 
dibidang bisnis.....
Kita pribumi hanya boleh berbisnis skala kampung saja ....  skala atas hanya 
boleh  oleh Bld dan skala menengah oleh Bld dan boleh sebagiannya oleh China....
Jadi begitu kita merdeka  ..... memang tidak banyak persiapan kemakmuran kita 
kala itu....
Begitu Bld hengkang ... bisnis skala atas langsung diambil alih oleh China ... 
dan payahnya bisnis skala menengah tetap dipegangnya .. dan skala kecil juga 
malah dikuasainya pula ... dan nasionalisme mereka rata-rata tidak 
jelas....hehe. .
Satu fakta sejarah lain yang tidak kalah hebat  tapi satir dan menyakitkan dari 
bumi pertiwi ini adalah saya kira salah satunya ... kisah Anthony Fokker yang 
lahir  pada 1890 anak dari pengusaha kebun kopi Herman Fokker di Blitar  .... 
dimana ketika Fokker junior ini remaja ... ia dibekali oleh ayahnya sekian ribu 
gulden dan  setelah belajar mekanik dan belajar mengemudikan pesawat lalu 
mendirikan  pabrik pesawat Fokker yang merupakan  salah satu industri  pesawat 
tertua didunia kala itu......
Jadi kemajuan teknologi  bangsa “Indonesia” dimasa itu ... barangkali agak 
lebih tepatnya adalah  kemajuan  teknologi bangsa “Nedeland” dan  “Nederland 
Indie” disini.... 
Sementara itu  “Nederland” yang semula hutangnya banyak ...dan “Nederland 
Indie” ... yang semuanya  lalu menjadi kaya ..... rasanya itu  karena mereka 
banyak menghisap kekayaan bumi pertiwi ini... ini kata saya .. yang belum tentu 
juga selamat dari kritik.....
Jadi entahlah ..... apakah kita akan lebih tepat  menyebut  bumi tempat kita 
berpijak ini   sebagai “Ibu Pertiwi” begitu barangkali .... daripada kita ribet 
dihadang time line sejarah terus.. hehe..
 
Aduh nyesek dada ini kalo inget pedihnya penjajahan segala itu .... lalu 
menyandingkannya dengan  kemiskinan  serta porak porandanya kadar kehidupan 
bangsa ini....., maka hayolah mbak Arini, pak Risfan, pak Eka, pak Eko, pak 
BTS, pak Abim, pak Djarot , pak Dwi,  pak Hesty dan teman-teman semua 
... ..speak up pliiisss.... speak up pliiisss.... .. biarin aja pak Wawo merasa 
'bising' .. hehe..
Karena sekarang "silence" is no more always "golden" lho.... I'm afraid it may 
turn that  "silence"  is then frequently nothing but  mean to be "absence"... 
hehe..
 
Selamat berhari libur dan salam,
aby

Rachmad M <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: 
Kalau saya cermati kondisi Indonesia jaman penjajahan terhadap 
perkembangan teknologi yang memang baru berkembang di dunia saat itu. 
Maka Indonesia sebenarnya cukup didepan pada saat itu. Sayangnya 
seteleh kemerdekaan kondisi kita malah seperti ini. Ya keretanya, ya 
pesawat terbangnya yang sudah pada usang :-(

Negeriku Saat Penjajahan http://rachmad. kuyasipil. net/?p=84
Kereta Api di Indonesia http://rachmad. kuyasipil. net/?p=77

Salam

RM



________________________________
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. 


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

Kirim email ke