merubah mindset memang sukar, apalagi kalau tanpa proses berkelanjutan.
tetapi bukan tidak mungkin.
waktu memindahkan sebagian besar kegiatan ui dari salemba ke depok (waktu
itu katanya tempat jin buang anak) juga perlu proses. 10 th pertama tdk ada
reaksi, hingga alokasi dana pembangunan diambil kembali.
namun dengan modal 30 jt rp, ditambah gagasan, rencana, program, serta
berbagai kegiatan sosialisasi,  dan pelibatan berbagai pihak, di ui, di
dikbud, pu, dki, jabar, depkeu, bappenas, dll, akhirnya jadilah ui depok
plus kota depok (tadinya kota kecil yang sepi) dengan berbagai pihak yang
saling berebut 'peran' plus macet.....

begitu juga program mitra bahari. waktu awal diperkenalkan masih sedikit
tanggapan, 2002 baru 5 pt menanggapi, 2003 mulai berkembang kelembagaannya
di 5 region, th 2007 sudah 33 propinsi. pada saat awal masih bersifat
nampung proyek dengan dana dkp semua, dalam loknas 2007 sudah berkembang
pemikiran masa depan pmb seperti NOAA, yang tdk tergantung dana dkp lagi.
memang masih embrio, tetapi gagasan-gagasan baru dapat berkembang kalau kita
mau keluar dari tempurung dan melihat betapa luasnya semesta ini...

pada saat awal, singapura cuma bagian dari malaysia, dengan masyarakat yang
heterogen dan 'kebersihannya' masih serupa jakarta waktu itu....jalan rusak,
bis reot penuh penumpang, dll. sekarang.....?

waktu jepang menyadari bahwa eropa maju, mereka sadar bahwa tidak bisa hanya
bangga dengan kaisar mataharinya. mereka mengadopsi teknologi dan budaya
barat habis-habisan. namun dengan kesadaran bahwa hasil import tidak sesuai
dengan kondisi setempat, pada masa restorasi Meiji mereka mulai merevisi
hasil import tersebut dan mengembangkannya  menjadi  teknologi, budaya, dll,
bahkan kekuatan ekonomi yang tidak hancur walaupun kalah perang, bahkan
produk dan pemikirannya sebagian 'menjajah'  dunia, termasuk pemenang PD
II.  termasuk  mobil-bobilnya  yang membuat proyek MRT di Jakarta tidak
pernah jadi......

Cina yang semula terkenal sebagai negara tirai besi, berubah menjadi raksasa
di timur yang menarik investasi dan calon tuan rumah olimpiade mendatang...

dengan skenario kenaikan muka laut 20 m akan menenggelamkan Belanda, mereka
mulai mengevaluasi konsep membendung laut dan mulai menjual rumah terapung
dan konsep floating city.
Dubai mencoba mengubah citra kota padang pasir dengan tawaran kota pantai
atau pulau buatan....dsb, dst....

mungkin ada contoh lain?

Indonesia dulu bangsa koeli....terjajah...terhina....
...berbagai perlawanan lokal....boedi oetomo....sumpah pemoeda...lagu
Indonesia raya  tanah air koe....
merdeka...hanya pulau-pulau plus 3 mil laut....konferensi AA.....deklarasi
djuanda 1957....klaim laut  pedalaman...wawasan nusantara...kantung
Natuna......GANEFO.....UNCLOS 1982... 12 mil laut, plus ZEE
Indonesia....ASEAN........simpadan...ambalat.... pulau terluar.....--> ?????

....masa depan dibangun mulai dari sekarang
kita dihargai kalau punya kekhasan dan daya juang tinggi...bukan hanya jadi
fotocopy atau konsumen apalagi miskin dan selalu menunggu belas kasihan.....

wasalam,

abimanyu


2008/5/6 Rachmad M <[EMAIL PROTECTED]>:

>   Saya pikir memang perlu perubahan mindset yang ekstrim bagi para
> pengambil kebijakan publik. Tahun 1962 ketika keluarga saya berpindah
> dari Jl. Pantai Laut ke Jl. Brawijaya, jarak itu terasa jauh sekali.
> Banyak daerah-daerah kosong disekitar jalan Sudirman :-)
>
> Ketika tahun 1974 kembali saya menjejakkan kaki di Jakarta, di
> Tanjung Duren juga masih banyak rawanya. Tanah di kapling-kapling dan
> banyak pejabat DKI yang senang. Bisa beli kapling terus dijual lagi
> dengan harga yang berkali lipat. Demikian juga los-los pasar saat itu
> yang baru dikenal pengelolaan pasar oleh PD. Pasar Jaya :-)
>
> Tahun 1990an saya masih jumpai daerah-daerah hijau yang dijadikan
> perumahan seperti di Jl. Wijaya :-). Bahkan kuburan yang sebenarnya
> juga daerah hijau digusur dijadikan Kantor Wali Kota Jakarta Selatan.
>
> Jadi kalau seperti dalam subject ini saya sarankan untuk menghijaukan
> saja dan menjadikan kolam besar pada saat banjir, ini tentu sama
> sekali tidak terpikirkan, wong kalau ada yang bisa dibangun terus
> langsung dibangun kok malah bikin hutan kota segala :-(
>
> Salam
>
> RM
>
>  
>

Kirim email ke