Mas Risfan ysh, milister yth Mas Risfan menanyakan :
Q : Apakah di daerah lain, atau di negara ini umumnya "kerahasiaan nasabah bank" tidak dilindungi? Ini sekedar sebuah informasi ya mas. Saat ini aparat kepolisian dapat dengan mudah dengan alasan untuk pemeriksaan pada kasus tertentu bisa meminta print out dari lalu lintas transaksi seseorang. Sangat mudah. Sehingga disini ada acaman fraud yang lain dan sangat tergantung integritas. Bahkan kita dengan mudah dapat menanyakan kepada petugas bank asal tahu caranya untuk bisa mengetahui. Saya pernah punya pengalaman. Saya di blackmail oleh seseorang dan diminta menyerahkan sejumlah uang di transfer ke rekening sebuah bank swasta nasional terbesar. Kebetulan saya punya kenalan yang levelnya supervisor. Saya minta tolong dia untuk mencari tahu namanya siapa dan data lain. Hasilnya, saya bisa menangkap orang itu. Teman saya itu juga mengatakan bahwa dia bisa mengakses data lalu lintas uang dari selebriti a atau b. Nah kalau dia saja bisa melakukan itu .... bagaimana saya yakin kerahasiaan kita terjamin. Q : Atau, mau seperti Swiss (jaman dulu - dengan melindungi money laundering?). Ada perbedaan mendasar dengan Swiss. Swiss (yg sekarang sudah diubah) benar-benar tidak mengijinkan utk orang melihat apapun alasannya. Konsep yang saya ajukan, hanya melalui ijin raja atau presiden. Jadi masih bisa dibuka. Tentang money laundering saat ini sudah sangat canggih, instrumentnya sudah tidak sederhana dengan orang menyimpan. Q : Dan, menaruh dana di bank setempat kan tidak selalu otomatis mendorong investasi setempat? Mas Risfan, salah satu alasan mengapa Jakarta selalu mendapatkan kesempatan lebih dari daerah lain adalah karena keputusan tentang kredit dilakukan berjenjang dan yang paling tinggi di Jakarta. Nah bila fasilitas istimewa ini muncul di DIY maka otomatis akan merestruktur hierarki keputusan tertebut. Demnikian mas salam bsp

