Mas BSP,
Saya sangat setuju dengan mas BSP ini:"Saya sangat terkesan dengan konsep Blue 
Ocean Strategy. Mungkin ini akan menjadikan kita sadar bahwa tidak perlu kita 
berfikir harus menjadi Jakarta untuk mensejahterakan rakyat di suatu wilayah".


Tapi mas, saya susah menjawab kalau ditanya oleh para bupati yang sebagian 
besar wilayahnya berupa kawasan lindung. Memang ada yang bangga kalau 
kabupatennya dinamakan kabupaten konservasi (Malinau, raja Ampat, kapuas 
hulu..), namun kenyataan yang ada bahwa persentase kemiskinan pada desa yang 
terletak disekitar kawasan lindung sangat tinggi. Nah begitu bupati tanya apa 
yang bisa kita perbuat dengan kawasan lindung yang areanya lebih dari 85% 
ini?.... barangkali ada teman-teman yang sudah pernah melakukan analisis dan 
perencanaan... mohon saya bisa memperoleh pencerahan
Salam
Aunur Rofiq




________________________________
From: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Sunday, November 9, 2008 10:12:34 AM
Subject: RE: [referensi] Re: Ibukota di Luar P. Jawa, Mungkinkah?

Mas Dwiagus yth, rekan milister

Memang benar yang dikatakan mas Dwiagus, kayaknya keperawanan itu lebih bagus 
bagi kota-kota dibandingkan dengan menarik kekuatan global yang akan menjadikan 
kota tersebut bulan-bulanan pemain global yang belum tentu mampu dihadapi oleh 
pengelola kota.


Kalimat yang sangat mengesankan dari konsep itu adalah :

"Bila kita bisa menciptakan pasar baru, mengapa kita harus memboroskan resource 
hanya untuk bersaing di pasar yang sudah sangat sempit ini."

Mungkin itu bisa memberikan kita sebuah pemahaman .... Janganlah kita pindahkan 
Jakarta ke wilayah lain. Justru buatlah kota-kota lain sebagaimana kota ini 
selayaknya berkembang.

Salam

bambang sp  


      

Kirim email ke