Milisters ysh, Kemarin pagi….sekira jam 8.00 (krn seberang sana bilang…. disini jam 10 maas)…. Telpon dirumah (merangkap kantor-kantoran LSM) berdering… lalu … “Dari Polda Maluku Utara”… katanya… (orang rumah sempat khawatir… ngira saya terlibat tindak kriminal apa disana dan mau diciduk… maklum 3 bom meledak di Ternate, dirumah Gub, Bappeda dan DPRD)…. Singkat kata diseberang sana adalah suara seorang perwira Divisi Perencanaan dari Polda Malut… namanya mas Tri… lupa panjangnya… tak paham juga tanda pangkatnya…entah mayor, kapten, letnan atau apa… tapi tempo hari hadiri acara sinkronisasi perenc. Kwsn perbatasan Morotai digedung Bappeda Ternate…… Terdengar waktu itu ia bicara dgn rekan rombongan kecil saya……: “…untuk Morotai sana kami punya budget hanya 700 juta rp saja…. Itu kalau dibuat bangunan kantor polisi kira2 dapetnya berapa besar ya mas?..... etc.”. Saya ingat kemudian… seusai paparan... baik oleh saya yang hanya ditugasi sampaikan pengantar ttg makna strategis pengembangan kawasan perbatasan ( namun saya tambahin ttg strategi langkah konkrit pengembangan/ pariwisata sebagai initial activities)…. Maupun paparan oleh yg lain lebih panjang lebar ttg perenc. multisektoral dipelbagai bidang oleh konsultan (termasuk juga konsepnya tentang “koridor pengamanan di 4-penjuru angin Soberpipo/ Sopi-Berebere-Bandara Pitu-Posiposi)….. Perwira muda polri ini kemudian ajukan tanya… (saya pikir kok kesaya…. yang bukan empunya paparan perencanaan multisektoral tadi itu) …. : “Budget kami kecil…. kalau harus membuat banyak pos polisi disana… bisakah dep.PU bantu?.....” (senada juga yg dari Lan-AL juga ajukan tanya serupa : “…Daripada pangkalan… kami lebih butuh motorboat, utk ngejar pencuri ikan… bisa bantu?)…... Saya sedikit gelagapan….. kenapa.. pertama saya awam dan bukan spesialis tentang anggaran departemen dan cara otorisasi pencairannya….hingga tak pernah bayangkan ditanya secara dinas masalah spt itu…… Kedua… saya samasekali bukan pegawai PU…. hanya dibawa sekedar ikut ber ‘turba’ (jadi turis pembangunan.. hehe..) bantu bicara sehari dua saja kesana….. dan sebelumnyapun tak serta persiapan terakhirnya… Ketiga… orang DJPR yg kenal saya ataupun yg ‘mau kenal saya’ pun bisa dihitung pakai jari…. bgmn yang Dep.PU… Ekh.. lha kok saya ditanya ...“apa bisa bantu?” katanya….hehe… Tapi saya ingat… kalau di Jkt seperti di Kelapa Gading.. atau di Bekasi dikompleks rmh saya… polri kelihatannya dibuatkan kantor lengkap oleh developer…. Dimana psikologinya… itu memberi rasa nyaman dan aman pada penghuni (konsumen pembeli rumah)….. dan rumah2 jadi cepat laku dan meningkat juga harganya… Maka saya lalu jawab ke mas perwira polisi muda itu…. Kalau di Morotai sana nanti banyak investasi mulai bermunculan.. entah industri atau perhotelan atau apa saja…. Mereka pasti akan dengan senang hati membangunkan secara Cuma2- pos polisi utk anda didekat tempat mereka… jadi polda situ bisa berharap tidak selalu harus keluar uang dari kocek sendiri…. (nampaknya ketika itu dia puas)…. Jadi pagi kemarin… sang perwira muda polri ini nelpon dari Ternate sana… mungkin karena sekarang Morotai sdh resmi punya polres…. rupanya ia kembali coba nanya (coba melobi)…. Apakah saya sudah sampaikan pertanyaan pihak polda disana sehubungan paparan rencana itu… kepejabat Dep. PU yg berwenang?.... dan kelihatannya sana pengin dengar sudah sejauh mana ‘perkembangannya’…. Kalau ada khan lumayan..… whuaduh….. Yah… jadi tak keruan juga ya perasaan ini…. Sini ngomongnya tentang (hanya) perencanaan…. (konkretisasinya entah, dan jangan2 juga sudah lupa kalau pernah paparkan)… padahal kalau kata pak Risfan yang penting “implementasi” katanya…. sementara sana (saya juga gitu krn rakyat)… ekspektasinya tinggi sekali tentang “konkretisasi” (dan “perencanaan” krn ‘abstrak’ mungkin dipandang mrk sebagai tak penting)…… Mungkin juga mereka tak paham (ato pura2 tak tahu) bahwa perencanaan (yg dipaparkan) itupun baru utk rpjm (2010-2014) dan rpjp (2015-2029)….. tapi karena tertulis juga instansi perencananya adalah DepHanKam bersama PU…. Mungkin mereka tak peduli….Lalu nanyanya kesaya... bgmn konkretisasinya….. Saya periksa dibuku paparan… untuk hankam.. ada matra darat, laut, udara, juga rencana pusat latihan tempur disana .. tapi yang untuk polisi kok nggak ada?...... Padahal kita bisa bayangkan bagaimana vitalitas fungsi dan juga kesulitan polisi disana…. Utamanya yang dibagian utara pulau yang masih terisolasi….. untuk menjaga keamanan sipil/ mencegah kriminalitas dan penegakan hukum…… Beberapa kecamatanpun baru membuat “Polsek Persiapan”, “Koramil Persiapan”… atau mungkin juga “Kantor camat persiapan”…. Yang segalanya serba seadanya…. Beda bumi dan langit dengan DPR yang saat ini sedang membelanjakan 33 milyar rp. sekedar untuk “konkretisasi” merenovasi ruang2 anggota DPR pada gedung nusantara 1 yang barangkali salahsatunya adalah eks ruangan yang untuk senang2 Max Moein itu …… atau ruangnya Al Amin… agar lebih mewah dari yang sebelumnya (padahal kantor preman khan seharusnya nggak usah mewah ya?)..... Lebih sedih lagi….. dikomputer meja saya pada jam yang sama kemarin masuk juga postingan yang intinya mulai sebel dengan paparan serial saya tentang l.k.… ‘kok morotai melulu’ ..katanya…. Padahal diawal sudah saya kemukakan… Morotai khan hanya a looking for model untuk strategi konkretisasi pengembangan urban n regnl development of a depressed region…. Yang selama ini “perencanaan” khan hanyalah “perencanaan” saja…. “implementasinya” kadang terserah, kapan dan oleh siapa… dan sering masih ‘jauh panggang dari api’…dan entah apalagi “konkretisasinya” …… whuaduh lagi….. Yah saya sempat sedih sejenak…. Hanya sebagai orang jalanan saja ….bukan planner beneran kaya yg sebel itu… bukan certified planner hingga bisa jadi anggota asosiasi profesi dan berbuat lbh jauh… bukan pula otoritas keruangan hingga bisa bikin ‘konkretisasi terobosan’…. Hanya sekedar sesekali dicomot suruh bantu saja….Tapi kok ditanya dan ditaruh asa besar oleh polda satu daerah tertinggal, oleh Lanal disana…oleh banyak dinas2 disana…… masyarakat disana…. Saya coba semampu saya hanya dengan tulisan…. Berharap dapat menjadi konkretisasi….karena saya pikir otoritas keruangan negeri ini toh pasti ada satu dua yang baca…. Dan mungkin bisa tergerak hatinya…. Ekh… tapi jangankan kok konkretisasinya….. Membicarakannya saja berkepanjangan pun mulai ada yang mual dan berharap kalau bisa itu tak usah dilanjutkan …. Karena milis katanya hanyalah sekedar untuk tempat “silaturohmi” saja…. Sekedar untuk forum tempat cengengesan saja… sekedar untuk wacana ngalor ngidul saja (asal bisa kemana-mana dan asalkan nggak yang itu terus)…. Oh nasionalisme bangsaku…. oh nasib negeri anak-cucuku…..… Have a happy and sweet malem minggu ya pak Wawo…. Salam,

