Kangmas Abiyoso ysh,

Saya benar-benar tersentuh mendengar eh keliru membaca posting panjenengan 
tentang telpon Polda. Ada beberapa tanggapan yang ingin saya sampaikan :

1. Tentang bantuan Operasional Polda. 

Saya kira hal ini tidak perlu jauh-jauh ke dep. PU yang barangkali baru akan 
mau membantu bila ada kepentingan proyek disitu. Sumpah ini kejadian lapangan 
lho .... bukan ngoyoworo.... Apa alasannya... alasannya adalah krn sektor PU 
tidak bisa masuk ke sektor lainnya apalagi yang pembahasan anggarannya di dpr 
beda komisi ... takut yang disana yang mbahas tidak dapat komisi.. begitu loh. 

Tapi kalau misalnya dep pu ada paket proyek baik ke bina margaan, pengairan 
maupun ke cipta karyaan... hal ini bisa dilaksanakan. Untuk itu memang harus 
dilakukan penyisiran terhadap program yang akan masuk ke Malut. 

Namun dibutuhkan adanya bentuk kerjasama dan awasi proses pengelolaan asetnya. 
Saat ini dep. pendidikan nasional mendapatkan catatan dari BPK disclaimer 
karena kasus bantuan yang langsung ke sekolah-sekolah dlkm program BOS ternyata 
asset yg dibangun tidak dikelola dengan baik. Yang menjadi korban adalah dep. 
diknas.

Tapi ada cara lain, yaitu dengan menggunakan dana pemerintah daerah. 
Berdasarkan Permendagri 59/2008 bantuan kepada instansi vertikal seperti 
kepolisian, tni, dep agama bisa dilakukan. Harap hati-hati dalam melaksanakan 
pengelolaan asetnya.

Selain itu, bisa melaksaniakan pendekatan dengan bentuk kerjasama. Hal ini juga 
diperkenankan dengan cari pinjam pakai. Tolong dicek proses ini di dprd.. krn 
ini sangat tergantung kesepakatan politik lokal.

2. Tentang Morotai terus morotai terus ... istilahnya L4... lu lagi lu lagi.

Bagi saya itu tidak menjadi masalah. Mengapa demikian, karena milis ini 
merupakan wahana komunikasi yang baik untuk share pemahaman dan pengalaman. 
Hanya memang disarankan jangan ada blocking terhadap pendapat. Biarkan pendapat 
muncul dan jangan dihalang-halangi... Seperti saya selalu mengikuti 
tulisan-tulisan cerdas mas Andri dan mas Dwi Agus. Uraian yang bijak dari mas 
BTS dan mas Risfan, juga kadang-kadang saya tersenyum membaca sengatan dari 
mbak Nita. Atau ajaran yang begitu luhur dari angku Abiyoso... itu semua 
benar-benar memperkaya pengetahuan saya. Tidak lupa tentu uraian yang sangat 
bernas dari prof Wawo... he he he sampai hari ini saya tidak pernah lupa 
kejadian 33 tahun yll bagaimana prof Wawo memberi soal test ke kelas saya hanya 
1 pertanyaan ... Pertanyaannya adalah : Coba anda uraikan bagaimana kehidupan 
yang terjadi di sebuah kandang merpati .... Sumpah waktu itu saya bingung 
njawabnya.... 

Jadi saya merasa ulasan yang menerus tentang Morotai silahkan jalan terus... 
apalagi milist ini kan dibangun dari para pejuang tata ruang Kawasan Indonesia 
Timur tho... ???? Yah wajar tho kalau Morotai dpt ulasan terus.

Tentang pendapat bahwa milist ini untuk silaturahmi.. saya juga setuju kok. 
Namun kita akan lebih berbahagia kalau dalam silaturahmi itu ada penambahan 
kekayaan pengetahuan tentang daerah kita.

3. Tentang Nasionalisme

Waduh waduh mas Abi benar-benar sangat jauh melihatnya. Bagi saya, saya masih 
sangat sangat sangat percaya terhadap semua yang ada di milist ini mempunyai 
nasionalisme yang tinggi. Hanya saja latar belakang budaya, latar belakang 
pendidikan, dan latar belakang pekerjaanlah yang akan menyebabkan sudut pandang 
dan kepentingannya yang sedikit berbeda. Namun itu tidak akan menyebabkan 
hilangnya nasionalisme kita.

Salam dan semoga milist i9ni tetap berkembang.

bsp/ dari jogja

Kirim email ke