rekan2 ysh,
 
mas Dwi Agus dan Mbak Nita, setahu saya kebijakan pak JK ini dilakukan di berbagai negara di dunia saat ini utk mengatasi krisis, yakni antara lain dgn mendorong konsumsi...
gampangan2nya karena private consumption bersama dengan govt spending, investment, dan net export membentuk GDP sebuah negara... yg mbak Nita bicarakan adalah govt spending...
 
secara pribadi saya sendiri kurang nyaman mendiskusikan hal ini karena bidang saya "economic geography", bukan "economics"...walau perlu mengerti juga makro dan mikro ekonomi, tapi tentu bukan expertise saya utk mendiskusikan masalah krisis ekonomi dan kebijakan2 pemerintah, selain hanya sebagai pengetahuan saja...memang mulai ada beberapa riset yg mencoba mengkaitkan makro ekonomi dan ruang atau urban regional devt, seperti yg dilakukan oleh Polese..tetapi belum banyak...karenanya saya berharap bisa mendapatkan masukan dari rekan2 bapak, ibu, yg lebih kompeten dr sy..Pak Nuzul, Pak Risfan, Pak BTS, mbak Nita, dll....monggo lho...
 
Tapi sy juga menghargai usaha mas Fadjar yg mencoba melihat krisis ini dan kaitannya dgn urban/regional devt, khususnya dlm konteks pembangunan infrastructure/govt spending yg mempengaruhi region lokasi investment tsb...tetapi sebetulnya mungkin bisa lebih jauh lagi...sebuah artikel di businessweek mengulas kota2 mana yg terkena dampak paling parah dari krisis ini...
 
akan menarik juga bila kita mendiskusikan hal2 tsb... seperti statemen pak/mas Andi bahwa yg terkena dampak krisis ini hanya orang2 di kota besar...apa benar demikian? mengulas dgn basis teori yg lebih dalam, atau berbasis data empirik pasti akan lebih menarik dari sekedar sebuah statemen... apa benar dgn demand sawit yg menurun drastis, kerugian yg diderita petani pemilik kebun, tidak berimbas pada pekerja perkebunan? belum lagi komoditas2 lain, khususnya yg berorientasi ekspor akibat permintaan LN yg menurun... ini terkait dgn ulasan pak Aunur dan solusi utk meningkatkan demand dlm negeri utk mengalihkan pasar komoditas...
 
salam,
 
Eko.
 
 
 
 


--- On Wed, 11/26/08, arinynta <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: arinynta <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [referensi] Kalla Ajak Sedikit Boros (Belanja Naik untuk Pancing Demand Buat Produksi?)
To: [email protected]
Date: Wednesday, November 26, 2008, 5:23 AM

dear milister,
mo ikut nimbrung, secara teori, ketika investasi menurun, belanja pemerintah harus dinaikkan, agar pendapatan tidak turun.
nah, yg harus diwaspadai, bukan soal belanjanya, tapi kebocoran dari anggaran belanja itu. selain juga item yg dibelanjakan.

salam
nita


From: Benedictus Dwiagus S. <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, November 26, 2008 10:02:05
Subject: [referensi] Kalla Ajak Sedikit Boros (Belanja Naik untuk Pancing Demand Buat Produksi?)

Dear Rekan milis referensi

 

Begini kata Om JK,…

Belanja sedikit boros, bisa menggairahkan deman terhadap barang2 produksi sendiri,….

 

Belanja oleh Pemda mungkin juga dinaikkan mungkin,……..

 

____________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ ____

Kalla Ajak Sedikit Boros

http://kompas.com/data/photo/2008/05/05/135823p.jpg

Wakil Presiden Jusuf Kalla

Selasa, 25 November 2008 | 13:48 WIB

Laporan Wartawan Persda Network Ade Mayasanto

JAKARTA, SELASA - Menghalau dampak krisis keuangan AS yang tak juga kunjung meredup, Wakil Presiden Yusuf Kalla mengajak semua pihak untuk sedikit lebih boros mengeluarkan dana. Pengeluaran dana ini untuk memacu peningkatan produksi industri yang loyo lantaran kehilangan pasar di Amerika Serikat dan Eropa.

"Kalau ada pepatah hemat pangkal kaya, dalam keadaan sekarang negara-negara harus sedikit lebih boros, makin menghemat makin susah ekonominya. Ini karena kalau semua orang menghemat tidak ada yang belanja," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla saat membuka Workshop Evaluasi dan Persiapan Program Percepatan Pembangun Daerah Tertinggal dan Khusus (P2DTK) di gedung II Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (25/11).

Mantan Menko Kesra ini menilai, ketiadaan untuk berbelanja justru lambat laun memastikan toko, dan industri Tanah Air gulung tikar lantaran produksinya tidak laris manis. "Jadi harus ada spending (pengeluaran) ," ujarnya.

Meski memastikan memberi porsi lebih pada pengeluaran, Kalla mengingatkan, pengeluaran dana tersebut diperuntukkan pada sektor-sektor yang menyentuh langsung masyarakat luas. Pengeluaan dana dikhususkan untuk membuat jalan, pengairan, dan listrik. "Ini agar masyarakat tidak kekeringan likuiditas. Sehingga daya beli ada, dan menghidupkan sektor lain serta tidak ada pengangguran," tandasnya.

 

Best Regards,

 

Benedictus Dwiagus S.

http://bdwiagus. blogspot. com

http://bdwiagus. multiply. com

 

"The most difficult thing in the world is to know how to do a thing and to watch somebody else doing it wrong, without comment."  - T. H. White

 

:::... Indo-MONEV ...:::

Indo-MONEV is a mailing list to build a network of Indonesian People anywhere in the world who are interested, dedicated, and profesionalised to the work on monitoring and evaluation and other related development issues including development aid works, particularly in Indonesia.

Join in by sending an email to:  indo-monev-subscrib [EMAIL PROTECTED] com

 

 


Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com.

Kirim email ke