Halo Pak Eko, memang asumsi saya kalau uang hasil korupsi itu biasanya dihambur-hamburkan. Kalau ditabung dalam jumlah besar, takut sama PPATK. Oleh karenanya banyak dipakai untuk membeli tanah, apartment, dan dihambur-hamburkan di tempat hiburan, beli pakaian dan perhiasan branded yang sangat mahal, punya pasangan baru, dan sebagainya. Jadi ada semacam ekonomi korupsi, yaitu tumbuhnya aktivitas ekonomi yang pasarnya berasal dari pelaku-pelaku korupsi. Pengalaman, saya pernah karaoke di Bandar Lampung, ee....akhirnya semua dibayari oleh oknum polisi. Juga di dugem-dugem (di daerah), pengunjungnya adalah okunum-oknum yang punya kesempatan korupsi.
Thanks. CU. BTS.
--- On Wed, 11/26/08, Eko B K <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Eko B K <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [referensi] Kalla Ajak Sedikit Boros (Belanja Naik untuk Pancing Demand Buat Produksi?) To: [email protected] Date: Wednesday, November 26, 2008, 9:57 AM
|
Pak BTS,
mungkin yg dimaksud mbak Nita adalah kalau govt spending itu bocor dikorupsi dan menjadi saving... tentu ini mengurangi besaran govt spending tsb sekaligus juga tidak meningkatkan household consumption karena ditabung...
saya kira tingkat saving rumah tangga negara2 Asia termasuk Indonesia cukup tinggi pak... yg anomali kan hanya Korsel, di mana pemerintah dan rumah tangganya memiliki tingkat pinjaman cukup besar dan pinjaman tsb didapat dari bank2 Korea yg mendapatkan dari sumber asing sehingga rentan thd dampak krisis...
salam.. --- On Wed, 11/26/08, Bambang Tata Samiadji <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Bambang Tata Samiadji <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [referensi] Kalla Ajak Sedikit Boros (Belanja Naik untuk Pancing Demand Buat Produksi?) To: [email protected] Date: Wednesday, November 26, 2008, 10:28 AM
|
Mbak Nita, .....
Kalau terjadi kebocoran, maka kebocoran itu akan diterima oleh orang-orang tertentu (yang punya kesempatan). Nah uang bocoran itu (karena dapatnya mudah), maka sebagian besar akan dibelanjakan. Dari segi ekonomi makro, apakah Government Spending itu bocor atau tidak, semua akan dibelanjakan dan pada gilrannya akan menambah putaran uang di masyarakat dan diharapkan mampu menstimulus pertumbuhan ekonomi.
Menurut pakar manajemen, krisis global yang menimpa Indonesia segera pulih karena putaran uang di masyarakat akan tinggi. Pertama karena masyarakat Indonesia itu umumnya tingkat savingnya rendah, artinya hampir 100% atau bahkan lebih (karena ngutang) penerimaannya akan dibelanjakan, dan kita mendekati pemilu. Akan banyak milyaran rupiah dibelanjakan untuk kampanye baik bikin kaos, kasih sembako, belanja iklan di TV dan outdoor, belanja untuk nanggap hiburan. Bayangkan saja ada berapa ribu caleg akan akan kampanye, diteruskan dengan kampanye partai, nggak lama ada kampanye presiden. Selain itu pilkada di banyak daerah tak pernah berhenti. Jangan lupa, banyak TKI-TKI telah meringankan beban Pemerintah dan sebaliknya dari luar negeri mereka mengirimkan devisa yang luar biasa jumlahnya.
Thanks. CU. BTS.
--- On Wed, 11/26/08, arinynta <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: arinynta <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [referensi] Kalla Ajak Sedikit Boros (Belanja Naik untuk Pancing Demand Buat Produksi?) To: [email protected] Date: Wednesday, November 26, 2008, 4:23 AM
dear milister, mo ikut nimbrung, secara teori, ketika investasi menurun, belanja pemerintah harus dinaikkan, agar pendapatan tidak turun. nah, yg harus diwaspadai, bukan soal belanjanya, tapi kebocoran dari anggaran belanja itu. selain juga item yg dibelanjakan.
salam nita
From: Benedictus Dwiagus S. <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Wednesday, November 26, 2008 10:02:05 Subject: [referensi] Kalla Ajak Sedikit Boros (Belanja Naik untuk Pancing Demand Buat Produksi?)
Dear Rekan milis referensi
Begini kata Om JK,…
Belanja sedikit boros, bisa menggairahkan deman terhadap barang2 produksi sendiri,….
Belanja oleh Pemda mungkin juga dinaikkan mungkin,……..
____________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ ____
Kalla Ajak Sedikit Boros
Wakil Presiden Jusuf Kalla
Selasa, 25 November 2008 | 13:48 WIB
Laporan Wartawan Persda Network Ade Mayasanto
JAKARTA, SELASA - Menghalau dampak krisis keuangan AS yang tak juga kunjung meredup, Wakil Presiden Yusuf Kalla mengajak semua pihak untuk sedikit lebih boros mengeluarkan dana. Pengeluaran dana ini untuk memacu peningkatan produksi industri yang loyo lantaran kehilangan pasar di Amerika Serikat dan Eropa.
"Kalau ada pepatah hemat pangkal kaya, dalam keadaan sekarang negara-negara harus sedikit lebih boros, makin menghemat makin susah ekonominya. Ini karena kalau semua orang menghemat tidak ada yang belanja," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla saat membuka Workshop Evaluasi dan Persiapan Program Percepatan Pembangun Daerah Tertinggal dan Khusus (P2DTK) di gedung II Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (25/11).
Mantan Menko Kesra ini menilai, ketiadaan untuk berbelanja justru lambat laun memastikan toko, dan industri Tanah Air gulung tikar lantaran produksinya tidak laris manis. "Jadi harus ada spending (pengeluaran) ," ujarnya.
Meski memastikan memberi porsi lebih pada pengeluaran, Kalla mengingatkan, pengeluaran dana tersebut diperuntukkan pada sektor-sektor yang menyentuh langsung masyarakat luas. Pengeluaan dana dikhususkan untuk membuat jalan, pengairan, dan listrik. "Ini agar masyarakat tidak kekeringan likuiditas. Sehingga daya beli ada, dan menghidupkan sektor lain serta tidak ada pengangguran," tandasnya.
Benedictus Dwiagus S.
http://bdwiagus. blogspot. com
http://bdwiagus. multiply. com
"The most difficult thing in the world is to know how to do a thing and to watch somebody else doing it wrong, without comment." - T. H. White
:::... Indo-MONEV ...:::
Indo-MONEV is a mailing list to build a network of Indonesian People anywhere in the world who are interested, dedicated, and profesionalised to the work on monitoring and evaluation and other related development issues including development aid works, particularly in Indonesia.
Join in by sending an email to: indo-monev-subscrib [EMAIL PROTECTED] com
Get your preferred Email name! Now you can @ymail.com and @rocketmail.com. | | |