Pak.. kalau-pun betul demikian adanya.., uang bocor-an semacam itu tetap merupakan pelanggaran.. apa jaminannya duit bocor tidak malah dibawa kabur ke singapur? atau dipakai liburan ke hongkong?
aneh.. ajakan utk sedikit ber-boros kepada masyarakat.. mengapa ga pemerintah introspeksi terhadap metoda 'spending-nya'. mungkin lebih bijak kalau pemerintah lebih intesif menyerap produk lokal dalam kegiatan proyek-2 nya. mengapa tidak membeli beras dari petani dengan harga baik, lalu dibagikan ke guru-2. atau gunakan dana utk membangun perumahan rakyat dengan target konsumen yg jelas. ajakan berboros itu sangat tidak mendidik.. sulitnya meng-ekspor TKI adalah.. dengan slow-down global, maka PHK di luar negeri juga akan terjadi. semoga sektor konstruksi di Arab masih nge-boom, sehingga masih bisa menyerap TKI. salam, -K- On Wed, Nov 26, 2008 at 4:28 PM, Bambang Tata Samiadji <[EMAIL PROTECTED] > wrote: > Mbak Nita, ..... > > Kalau terjadi kebocoran, maka kebocoran itu akan diterima oleh orang-orang > tertentu (yang punya kesempatan). Nah uang bocoran itu (karena dapatnya > mudah), maka sebagian besar akan dibelanjakan. Dari segi ekonomi makro, > apakah Government Spending itu bocor atau tidak, semua akan dibelanjakan dan > pada gilrannya akan menambah putaran uang di masyarakat dan diharapkan mampu > menstimulus pertumbuhan ekonomi. > > Menurut pakar manajemen, krisis global yang menimpa Indonesia segera pulih > karena putaran uang di masyarakat akan tinggi. Pertama karena masyarakat > Indonesia itu umumnya tingkat savingnya rendah, artinya hampir 100% atau > bahkan lebih (karena ngutang) penerimaannya akan dibelanjakan, dan kita > mendekati pemilu. Akan banyak milyaran rupiah dibelanjakan untuk kampanye > baik bikin kaos, kasih sembako, belanja iklan di TV dan outdoor, belanja > untuk nanggap hiburan. Bayangkan saja ada berapa ribu caleg akan akan > kampanye, diteruskan dengan kampanye partai, nggak lama ada kampanye > presiden. Selain itu pilkada di banyak daerah tak pernah berhenti. Jangan > lupa, banyak TKI-TKI telah meringankan beban Pemerintah dan sebaliknya dari > luar negeri mereka mengirimkan devisa yang luar biasa jumlahnya. > > Thanks. CU. BTS. > > > > --- On *Wed, 11/26/08, arinynta <[EMAIL PROTECTED]>* wrote: > > From: arinynta <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: Re: [referensi] Kalla Ajak Sedikit Boros (Belanja Naik untuk > Pancing Demand Buat Produksi?) > To: [email protected] > Date: Wednesday, November 26, 2008, 4:23 AM > > > dear milister, > mo ikut nimbrung, secara teori, ketika investasi menurun, belanja > pemerintah harus dinaikkan, agar pendapatan tidak turun. > nah, yg harus diwaspadai, bukan soal belanjanya, tapi kebocoran dari > anggaran belanja itu. selain juga item yg dibelanjakan. > > salam > nita > > ------------------------------ > *From:* Benedictus Dwiagus S. <[EMAIL PROTECTED]> > *To:* [email protected] > *Sent:* Wednesday, November 26, 2008 10:02:05 > *Subject:* [referensi] Kalla Ajak Sedikit Boros (Belanja Naik untuk > Pancing Demand Buat Produksi?) > > Dear Rekan milis referensi > > > > Begini kata Om JK,… > > Belanja sedikit boros, bisa menggairahkan deman terhadap barang2 produksi > sendiri,…. > > > > Belanja oleh Pemda mungkin juga dinaikkan mungkin,…….. > > *hoogroups. com * > > > > > ------------------------------ > Get your preferred Email name! > <http://sg.rd.yahoo.com/aa/mail/domainchoice/mail/signature/*http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/> > Now you can @ymail.com and @rocketmail.com. > > >

