Bung Toro ysh,

Kebetulan saya pernah diundang Pemprov Jateng sebagai salah satu juri penilaian 
kota/kab yang paling friendly dalam investasi. Waktu saya tanya mengapa Pak 
Jokowi memprioritaskan PKL, Pasar Tradisional dan clusters kerajinan (UMKM). 
Jawaban beliau, selain kekuatan Solo di kerajinan dan bugaya. tapi terutama 
'lahan' kota sangat sempit, untuk industri sudat stop, untuk hotel besar saja 
sudah harus di batasi. Jadi penataan ruang seperti pengaturan PKL, pembenahan 
area clusters kerajinan itu sangat vital artinya. 

Menurut dia lagi, sebetulnya penataan-penataan itu cost-recovery. Kuncinya 
pembenahan manajemen retribusi yang baik. Karena kenyataannya PKL dan pedagang 
tradisional itu mampu mencicil. 

Wah, yang gini-gini kalau dikumpul sudah bisa jadi bahan good practice kan. 
Tapi tips nya tulis dulu, jangan takut dikatakan 'kurang ilmiah' dulu.

Salam,
Risfan Munir

Kirim email ke