rumah yang akan diberikan untuk PNS adalah tipe 36 seharga Rp36 juta, sementara 
untuk kalangan informal tipe 21 seharga rp21 juta. 

kenapa bisa cuma rp10 ribu/bulan? asumsinya, cicilan per bulannya Rp300 
ribu/bulan dan bank sumsel, sebagai pemberi KPR, mau menerapkan suku bunga 10%, 
dengan tenor 10 tahun. mereka juga akan mendapat subsidi uang muka dan bantuan 
uang muka dari bapertarum.

untuk kalangan informal, menurut ketua dpd rei sumsel, ika moerod, untuk 
sementara masih dikaji. tapi diharapkan, bank sumsel juga mau memberikan KPR 
bagi mereka. 

proyek RSH tersebut dibangun di lahan pemprop di daerah Jakabaring, dengan 
demikian, 4 pengembang (@ 250 unit) tidak perlu mengeluarkan dana untuk 
pembebasan lahan. pemprop juga berjanji untuk membantu mempermudah perijinan 
dan membangun infrastrukturnya. bank sumsel dinyatakan juga akan memberi 
bantuan kredit konstruksi.

kalau menilik lokasinya, jakabaring adalah daerah pengembangan baru di seberang 
sungai Musi (sisi lain kota Palembang yg sudah lebih menjadi urban). daerah ini 
mulai dikembangkan, menjelang Palembang ditetapkan menjadi kota penyelenggara 
PON 2003. di sini juga akan menjadi lokasi kantor gubernuran, yg entah kapan 
waktu pemindahannya. namanya juga daerah baru, belum semua fasilitas tersedia. 
transportasi umum, yang sangat penting bagi kalangan bawah juga belum tersedia. 
karena itu, lagi-lagi janji pemda, akan menyediakan semua itu. 

yg jelas, penempatan 1000 rumah itu diharapkan akan "menghidupkan" daerah baru 
ini.

  
salam
nita




________________________________
From: Benedictus Dwiagus S. <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, December 9, 2008 13:05:32
Subject: Nyicil Rp 5.000, Tukang Becak pun Punya Rumah  RE: [referensi] Re: 
Buku baru tentang Pengalaman P3KT - tanya?


INi salah satu best
practice, barangkali,… 
 
Nyicil Rp 5.000, Tukang Becak pun Punya Rumah 
 
Nyicil
Rp 5.000, Tukang Becak pun Punya Rumah
Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin bikin gebrakan. Gubernur yang
baru terpilih itu memberikan kesempatan kepada orang miskin, seperti
tukang becak, tukang ojek, tukang perahu, kuli pasar, dan pegawai
negeri sipil rendahan, untuk memiliki rumah sehat sangat sederhana.

Bisa? Tentu saja bisa. "Asalkan dia memiliki kartu tanda penduduk dan
memang bekerja," kata Alex di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa
lalu. Cara membayarnya pun dijamin cukup bijaksana dan tidak
memberatkan. "Mencicil Rp 5.000 per hari selama 15 tahun," ujar Alex.

Bagai seorang sales properti, Alex menjelaskan, untuk pengemudi becak,
tukang ojek, tukang perahu, dan sejenisnya disediakan 1.000 unit rumah
tipe 21 di daerah Jakabaring dan Jembatan Musi II, Palembang.

Adapun untuk pegawai negeri sipil yang tidak mampu membeli rumah tapi
kerjanya bagus dengan masa kerja cukup panjang disediakan tipe 36,
lengkap dengan air bersih, listrik, dan ada kemungkinan gas. Jumlah
rumahnya ada 1.000 unit. Kalau ini cicilannya Rp 10 ribu per hari
selama 15 tahun.

Selain menyediakan perumahan murah, Alex mencanangkan sekolah gratis
dan berobat gratis untuk rakyatnya. Jika tidak terlaksana selama
setahun, "Saya siap mundur," katanya.

Gebrakan Alex membuat rakyat kecil terharu. "Alhamdulillah. Saya pikir
program Pak Gubernur hanya sekolah dan berobat gratis," kata Hasan, 60
tahun, tukang becak di lorong Pasar Gubah, Palembang.

Jika ucapan Alex bukan hanya isapan jempol, Hasan menyatakan akan
menempatkan dirinya sebagai orang nomor satu yang mendaftar.
Maklumlah, sudah setengah hidup warga 32 Ilir Serangan itu dijalani
dengan mengayuh becak, tapi dia belum punya rumah.

"Memang ada, tapi kecil dan gubuk, itu pun numpang," ujar ayah tiga
anak itu. Dia mengaku memiliki kartu keluarga Palembang, tapi kartu
tanda penduduknya sudah dua tahun mati. "Kalau syaratnya harus pakai
KTP, ya, saya uruslah, pakai yang seumur hidup."

Bagi Hasan, cicilan Rp 5.000 per hari tidak memberatkan karena sehari
dia bisa mendapat uang Rp 25 ribu. "Tidak segagah dulu, tapi bisalah
dapat uang Rp 25 ribu sehari," ujarnya.

Menurut Manto, tukang ojek di sekitar Kampus Universitas Sriwijaya,
program rumah sederhana sangat berpihak kepada rakyat kecil. "Tapi
alangke jauhnya," kata Manto. Namun, dengan prosedur cicilan yang
meringankan itu, besar kemungkinan kaum papa harus mengesampingkan
jarak. Hujan tak basah, kemarau tak panas. ARIF ARDIANSYAH

http://www.korantem po.com/korantemp o/koran/2008/ 12/05/Nusa/ krn.20081205. 
150095.id. html

    


      Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com. 
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke