Mas Dwi, kan sudah jamak lumrah jika sesuatu yang sama dilihat oleh banyak 
orang ya selalu tidak sama, tergantung pada theoretical position dan eyeglasses 
atau value system yang ada di dalam benak kepala atau hati sang pengamat. Jadi, 
ya kita perlu membiasakan dengan sikap bahwa realitas itu memiliki banyak 
versi, demikian juga iklan memiliki banyak versi persepsi ! Coba yang melihat 
anak-anak SD, akan lain ceriteranya kan ?

Salam,



Djarot Purbadi




--- On Mon, 1/5/09, Benedictus Dwiagus S. <[email protected]> wrote:
From: Benedictus Dwiagus S. <[email protected]>
Subject: [referensi] Iklan PNPM berlebihan (??)
To: [email protected], [email protected]
Date: Monday, January 5, 2009, 10:11 AM










    
            







Ada email dari warga klaten nih, (saya tempeldi bawah
berikut) mengenai PNPM…. 

   

Saya pernah melihat sebuah wawancara talkshow dengan Pak
Sudjana Royat, Deputi MenkoKesra, pemegang tanggung jawab PNPM ini,….. 

Ada banyak cerita-cerita sukses yang dijabarkan beliau dalam
acara tersebut,.. 

   

Banyak pula cerita-cerita sukses yang ditampilkan di iklan
media TV dan cetak,…. 

   

Tapi demi keseimbangan, dan tidak berkesan berlebihan
mungkin perlu diceritakan pula, permasalahan dan tantangan dan 
kendala-kendalanya,… 

Biar keliatan key suksesnya apa,.. tapi juga key gagalnya
juga,.. 

Untuk pembelajaran bagi semua orang,…. 

   

*Pak Sudjana bilang sih,jangan memandang PNPM sebagai alat
politis/kampanye pihak tertentu,….., tapi toh persepsi itu tidak bisa
dihindari,… susah ya.  

   

Apa ada information center untuk PNPM ini ya? Biar mereka
yang bertanya-tanya soal PNPM bisa langsung mengakses informasi,… 

   

*kemarin saya liat ada jembatan cilik terbuat dari semen, di
pinggiran borobudur, dengan logo tulisan PNPM mandiri dari semen dengan cat 
warna-warni
,..  

Saya penasaran, warga candi Borobudur bangga dan dapat
sentuhan PNPM Mandiri juga ya,..  

   

Ada yang mau cerita? 

Pak Ibnu Tufan, mungkin,… hehehehhehe 

   

Thanks.  

   

------------ --------- --------- --------- --------- -------- 

Iklan
PNPM berlebihan  

Posted by: "Abdul
Rohim" peduli_klaten@ yahoo.com   peduli_klaten
 

Fri
Jan 2, 2009 3:46 pm (PST)  

Iklan PNPM
berlebihan.

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM). Ada di berbagai media
cetak, elektronik yang tiap hari tercetak dan disiarkan di televisi dan radio.
PNPM butuh dana yang banyak hanya untuk komsumsi iklan saja. Bila sekali siaran
30 detik di media televisi butuh dana 20 juta, bila media cetak setengah
halaman butuh dana 1/2 juta dana radio 100 ribu sekali siaran (ini hanya
perumpamaan saya saja). Sungguh sangat banyak hanya untuk iklan saja. Apabila
dana untuk iklan betul-betul dialihkan ke program PNPM bisa menghidupkan
program PNPM berapa kecamatan dan berapa ribu rakyat miskin yang terbantu oleh
program PNPM, Bila betul-betul terserap oleh masyarakat miskin pedesaan.

Iklan yang manjur apabila PNPM itu dalam pelaksanaan program dalam
penanggulanagan kemiskinan pedesaan betul-betul terasakan aleh masyarakat
miskin pedesaan bukan di dalam iklan PNPM yang kelihatan mudah tanpa rintangan
semua program cepat terwujud, hingga masyarakat pedesaan merasa terbantu dalam
program PNPM. Tetapi iklan yang murah dan mudah apabila program pemberdayaan
masyarakat miskin pedesaan yang mengatakannya. Bahwa betul-betul bermamfaat
dalam arti sudah terlaksana di pedesaan dan yang mengatakan bukan pegawai PNPM,
Camat, Lurah, RW atau RT tetapi masyarakat itu sendiri. Indonesia sekarang 
sedang
kena krisis ekonomi global yang dimulai dari Amerika Serikat dan sudah sampai
ke Indonesia. Sudah ada dampak dari krisis tersebut dengan adanya PHK massal
buruh-buruh. Atau iklan PNPM itu adalah iklan terselubung penguasa sekarang
untuk pemilu 2009. Jadi numpang iklan gratis.



http://media- klaten.blogspot. com/

salam

Abdul Rohim

------------ --------- --------- --------- --------- -------- 

Best
Regards, 

  

Benedictus Dwiagus S. 

http://bdwiagus. blogspot. com 

http://bdwiagus. multiply. com  

  

"The most difficult thing in the world is to know how to do
a thing and to watch somebody else doing it wrong, without comment."  - T. H. 
White 

   

:::... Indo-MONEV ...::: 

Indo-MONEV
is a mailing list to build a network of Indonesian People anywhere in the world
who are interested, dedicated, and profesionalised to the work on monitoring
and evaluation and other related development issues including development
aid works, particularly in Indonesia. 

Join in by sending an email to:  indo-monev-subscrib e...@yahoogroups. com
 

   







      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke