Wah,… P.Lombok dibangun,…. Nunggu bandara
internasional, tahun ini….
Mungkin nanti bergulir ke timur,.. ke flores dan timor??
Mudah2an….
Woiya,
Rekan-rekan PU katanya lagi ada hajatan besar di Mataram ya,…
semoga sukses ya,…
------------ ---------
Wapres: Mei, Kawasan Wisata Lombok
Dibangun
MINGGU, 29 MARET 2009 | 10:44 WIB
MATARAM, KOMPAS.com — Wakil Presiden Jusuf Kalla memerintahkan agar pembangunan
fisik kawasan wisata Lombok dilakukan pada Mei 2009. "Akhir April masalah
administrasi selesai dan Mei pembangunan fisik (kawasan wisata Lombok) harus
dimulai," kata Wapres seusai rapat infrastruktur di Bandara Selaparang,
Lombok, NTB, Minggu (29/3).
Secara khusus, Wapres sudah tiga
kali datang ke Lombok untuk mengecek proyek pembangunan kawasan wisata di daerah
itu, termasuk Bandara Internasional Lombok (BIL).
Dalam rapat tersebut juga diikuti
Menhub Jusman Safeii Djamal, Menneg BUMN Sofyan Djalil, Kepala BPN Joyo Winoto,
Dirut PT PLN Fachmi Muchtar, Dirjen Bina Marga Hermanto Dardak, Dirut PT
Angkasa Pura I Bambang Darwoto, serta Gubernur NTT Tuan Guru Muhammad Zainal
Majdi.
Di depan peserta rapat, Wapres
menanyakan beberapa kendala yang dihadapi. Salah satunya soal pengadaan tanah
yang belum beres. "Yang ada masalah administrasi saja, soal PPN tanah
akhir April selesai," kata Wapres.
Saat rapat Wapres bahkan langsung
menelepon Mensesneg Hatta Rajasa dan Menkeu Sri Mulyani untuk mengecek soal PP
Nilai tanah tersebut. Kepada Menkeu, Wapres meminta agar segera diselesaikan
dan dapat ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelum berangkat ke
pertemuan G-20 di London.
Wapres menjelaskan bahwa lahan
yang diperlukan untuk pembangunan lokasi wisata Lombok merupakan milik BUMN.
Berdasarkan UU untuk penggunaan lahan milik BUMN yang nilainya di atas Rp 100
miliar harus mendapatkan persetujuan DPR. "Nah DPR sudah menyetujui, jadi
tinggal masalah administrasi saja," kata Wapres.
Selain lokasi wisata, Wapres juga
mengecek perkembangan pembangunan BIL di Lombok Tengah. Pembangunan BIL untuk
menunjang kawasan wisata yang akan dibangun dengan investor EMAAR dari Timur
Tengah.
Untuk BIL dilaporkan telah
dilakukan pembangunan landasan pacu 70 persen. Sementara pembangunan fisik
terminal baru 40 persen dan target penyelesaian BIL dapat dilakukan akhir tahun
2009 ini.
Bandara Internasional Lombok Selesai
Oktober 2009
/

MINGGU, 29 MARET 2009 | 15:58 WIB
MATARAM, KOMPAS.com - Pembangunan Bandara Internasional Lombok di Desa Tana Awu,
Kecamatan Penujak, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB)
ditargetkan akan selesai pada Oktober 2009. Hal itu disampaikan dalam rapat
terbatas antara Wakil Presiden, Jusuf Kalla bersama dengan para Menteri
Perhubungan Jusman Syafeii Djamal dan Menteri BUMN Sofyan Djalil di Mataram,
Minggu (29/3).
Dalam rapat koordinasi itu,
Wapres menekankan pentingnya perampungan BIL beserta fasilitas pendukungnya dan
berbagai dukungan terhadap rencana investasi perusahaan Dubai Emaar Properties
LLC di Lombok Tengah itu, sesuai jadwal. Diharapkan dengan selesainya Bandara
tersebut dibangun, selesai pula pengembangan kawasan wisata di sana.
Usai koordinasi, Menteri Negara
(Meneg) BUMN Sofyan Jalil, dan Menteri Perhubungan (Menhub) Jusman Syafei
Djamal meninjau langsung ke lokasi pembangunan bandara. Saat meninjau lokasi
pembangunan BIL itu, Meneg BUMN dan Menhub didampingi Kepala BPN Joyo Winoto,
Dirut PT PLN Fachmi Muchtar, Dirjen Bina Marga, Hermanto Dardak, dan Dirut PT Angkasa
Pura I, Bambang Darwoto. Gubernur NTB, KH. M. Zainul Majdi beserta sejumlah
pejabat pemerintah daerah juga ikut mendampingi.
Meneg BUMN dan Menhub beserta
rombongan melihat dari dekat proses pembangunan BIL seperti landasan pacu
(runway) dan terminal bandara, apron dan "taxiway" serta fasilitas
penunjang lainnya. Saat peninjauan lapangan itu, pembangunan landasan pacu
sudah terealisasi 69,91 persen, apron, dan "taxiway" serta fasilitas
penunjangnya sudah 97,59 persen. Sementara terminal penumpang dan fasilitas
penunjangnya sudah terealisasi 35,23 persen dan pekerjaan area parkir dan
fasilitas penunjangnya mencapai 28 persen.
Menurut Site Manager BIL PT
Angkasa Pura I Marsidi, bandara tersebut lebih luas tiga kali lipat dari
bandara yang ada saat ini menjadi seluas Bandara Internasional Adisumarmo Solo.
Kawasan bandara internasional itu seluas 551 hektare atau dua kali luasan
kawasan Bandara Ngurah Rai, Denpasar Bali.
Panjang runway 2750 meter dan
lebar 45 meter pada tahap pertama diproyeksikan dapat menampung 1 juta
wisatawan setahun dan mampu didarati pesawat badan lebar Boeing 747. Landasan
pacu itu didesain dengan ketebalan 142 sentimeter, teridiri dari lapisan pasir
batu setinggi 85 sentimeter, lapisan batu pecah setinggi 45 setimeter, dan
aspal hotmix tiga lapisan setinggi 12 sentimeter.
Pembangunan BIL dengan dukungan
dana sebesar Rp802 miliar itu ditargetkan rampung akhir tahun 2009 agar dapat
digunakan pada awal tahun 2010. Landasan pacu itu dikerjakan PT Hutama Karya
(BUMN), terminal dikerjakan PT Slipi Raya Utama, apron, "taxiway" dan
fasilitas penunjangnya dikerjakan kontraktor yang ditunjuk Pemerintah Provinsi
NTB. Sementara areal parkir, jalan lingkungan dan fasilitas penunjangnya akan
dikerjakan oleh kontraktor yang ditunjuk Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.(Persda)
Regards,
dwiagus
http://bdwiagus. blogspot. com
http://bdwiagus. multiply. com
"The most difficult thing in the world is to know how to do
a thing and to watch somebody else doing it wrong, without comment." - T. H. White
:::... Indo-MONEV ...:::
Indo-MONEV
is a mailing list to build a network of Indonesian People anywhere in the world
who are interested, dedicated, and profesionalised to the work on monitoring
and evaluation and other related development issues including development
aid works, particularly in Indonesia.
Join in by sending an email to: indo-monev-subscrib e...@yahoogroups. com
Find also Indo-MONEV in facebook: http://www.facebook .com/group. php?gid=34091848 127&ref=ts