Yg sdh jelas ada malah berita pendek dari pak Iman utk dibagi ke referensiers 
di LN sana bu....... yaitu Situ Gintung......

--- On Wed, 4/1/09, cut safana <[email protected]> wrote:

From: cut safana <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] P.Lombok sedang bangun??
To: [email protected]
Date: Wednesday, April 1, 2009, 7:23 PM








Selamat Pagi (di Indonesia) Pak Iman,
Bagaimana Nairobi Pak ?, supaya tidak terlupakan, kalau ada berita pendek (ttg 
isu perkotaan) yang bisa dibagi untuk referensier disini, tolong dong Pak......
Salam Hormat





From: "isoedradjat@ yahoo.com" <isoedradjat@ yahoo.com>
To: refere...@yahoogrou ps.com
Sent: Wednesday, April 1, 2009 6:06:25 PM
Subject: Re: [referensi] P.Lombok sedang bangun??



Mas Jarot. 
Malaysia ngga punya apa2, tapi pandai mengemasnya, pariwisata maju secara 
signifikan. Sy optimis kalau kita pandai mengemas Timor, Sumba, Rote dan 
lainnya yg menurut saya assetnya luar biasa, apalagi potensi baharinya, pasti 
jadi icon wisata lagi. 
Powered by Telkomsel BlackBerry® 

-----Original Message----- 
From: Djarot Purbadi <dpurb...@yahoo. com> 

Date: Wed, 1 Apr 2009 08:43:13 
To: <refere...@yahoogrou ps.com> 
Subject: Re: [referensi] P.Lombok sedang bangun?? 


Mas Dwi, saya merenungkan sejenak tentang keterpencilan Timor dari arus lalu 
lintas fisik dengan bagian Indonesia yang lain. Saya merasa prihatin, tetapi 
kok melihat ada berkah tersembunyi. Kita ingat, dulu pulau Bali pernah 
diisolasi oleh Belanda supaya penetrasi budaya dari luar nggak masuk dan 
mempengaruhi (kalau nggak salah begitu). Sekarang kita melihat Bali yang begitu 
kuat karakternya. 

Apakah keterpencilan fisik ini juga akan membuat Timor memiliki karakter kuat 
juga seperti Bali. Jika kita menggunakan kacamata ilmu sosial tentu akan 
mengatakan TIDAK, sebab Timor tidak sama persis dengan Bali dan peristiwa Bali 
adalah einmalig alias sekali terjadi. 

Saya kebetulan saja menemukan desa Kaenbaun yang menurut saya masih otentik dan 
taat dengan adat mereka, bahkan kata Kaenbaun artinya adalah TAAT ADAT LELUHUR. 
Menurut saya, minimal keterpencilan itu sedikit menghambat perubahan budaya 
yang ada di Timor, meskipun tanda-tanda adaptasi ya terus ditemukan semakin 
banyak. Minimal ada harapan, menggunakan pengalaman di bagian lain Indonesia 
untuk membangun Timor dan sekitarnya menjadi lebih baik secara cermat, berbasis 
budaya lokal. 

Apakah ini berkah atau bukan ya ???? 

Salam, 



Djarot Purbadi 



http://realmwk. wordpress. com [Blog Resmi MWK] 

http://arsitekturnu santara.wordpres s.com 

http://fenomenologi arsitektur. wordpress. com 

--- On Wed, 4/1/09, Benedictus Dwiagus Stepantoro <bdwia...@gmail. com> wrote: 
From: Benedictus Dwiagus Stepantoro <bdwia...@gmail. com> 
Subject: [referensi] P.Lombok sedang bangun?? 
To: refere...@yahoogrou ps.com 
Date: Wednesday, April 1, 2009, 12:18 AM 




















Wah,… P.Lombok dibangun,…. Nunggu bandara 
internasional, tahun ini…. 

  

Mungkin nanti bergulir ke timur,.. ke flores dan timor?? 

Mudah2an…. 

  

Woiya, 

Rekan-rekan PU katanya lagi ada hajatan besar di Mataram ya,… 
semoga sukses ya,… 

  

------------ --------- 

  

Wapres: Mei, Kawasan Wisata Lombok 
Dibangun 

MINGGU, 29 MARET 2009 | 10:44 WIB 

MATARAM, KOMPAS.com — Wakil Presiden Jusuf Kalla memerintahkan agar pembangunan 
fisik kawasan wisata Lombok dilakukan pada Mei 2009. "Akhir April masalah 
administrasi selesai dan Mei pembangunan fisik (kawasan wisata Lombok) harus 
dimulai," kata Wapres seusai rapat infrastruktur di Bandara Selaparang, 
Lombok, NTB, Minggu (29/3). 

Secara khusus, Wapres sudah tiga 
kali datang ke Lombok untuk mengecek proyek pembangunan kawasan wisata di 
daerah 
itu, termasuk Bandara Internasional Lombok (BIL). 

Dalam rapat tersebut juga diikuti 
Menhub Jusman Safeii Djamal, Menneg BUMN Sofyan Djalil, Kepala BPN Joyo Winoto, 
Dirut PT PLN Fachmi Muchtar, Dirjen Bina Marga Hermanto Dardak, Dirut PT 
Angkasa Pura I Bambang Darwoto, serta Gubernur NTT Tuan Guru Muhammad Zainal 
Majdi. 

Di depan peserta rapat, Wapres 
menanyakan beberapa kendala yang dihadapi. Salah satunya soal pengadaan tanah 
yang belum beres. "Yang ada masalah administrasi saja, soal PPN tanah 
akhir April selesai," kata Wapres. 

Saat rapat Wapres bahkan langsung 
menelepon Mensesneg Hatta Rajasa dan Menkeu Sri Mulyani untuk mengecek soal PP 
Nilai tanah tersebut. Kepada Menkeu, Wapres meminta agar segera diselesaikan 
dan dapat ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelum berangkat ke 
pertemuan G-20 di London. 

Wapres menjelaskan bahwa lahan 
yang diperlukan untuk pembangunan lokasi wisata Lombok merupakan milik BUMN. 
Berdasarkan UU untuk penggunaan lahan milik BUMN yang nilainya di atas Rp 100 
miliar harus mendapatkan persetujuan DPR. "Nah DPR sudah menyetujui, jadi 
tinggal masalah administrasi saja," kata Wapres. 

Selain lokasi wisata, Wapres juga 
mengecek perkembangan pembangunan BIL di Lombok Tengah. Pembangunan BIL untuk 
menunjang kawasan wisata yang akan dibangun dengan investor EMAAR dari Timur 
Tengah. 

Untuk BIL dilaporkan telah 
dilakukan pembangunan landasan pacu 70 persen. Sementara pembangunan fisik 
terminal baru 40 persen dan target penyelesaian BIL dapat dilakukan akhir tahun 
2009 ini. 

  

Bandara Internasional Lombok Selesai 
Oktober 2009 

/ 



MINGGU, 29 MARET 2009 | 15:58 WIB 

MATARAM, KOMPAS.com - Pembangunan Bandara Internasional Lombok di Desa Tana 
Awu, 
Kecamatan Penujak, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) 
ditargetkan akan selesai pada Oktober 2009. Hal itu disampaikan dalam rapat 
terbatas antara Wakil Presiden, Jusuf Kalla bersama dengan para Menteri 
Perhubungan Jusman Syafeii Djamal dan Menteri BUMN Sofyan Djalil di Mataram, 
Minggu (29/3). 

Dalam rapat koordinasi itu, 
Wapres menekankan pentingnya perampungan BIL beserta fasilitas pendukungnya dan 
berbagai dukungan terhadap rencana investasi perusahaan Dubai Emaar Properties 
LLC di Lombok Tengah itu, sesuai jadwal. Diharapkan dengan selesainya Bandara 
tersebut dibangun, selesai pula pengembangan kawasan wisata di sana. 

Usai koordinasi, Menteri Negara 
(Meneg) BUMN Sofyan Jalil, dan Menteri Perhubungan (Menhub) Jusman Syafei 
Djamal meninjau langsung ke lokasi pembangunan bandara. Saat meninjau lokasi 
pembangunan BIL itu, Meneg BUMN dan Menhub didampingi Kepala BPN Joyo Winoto, 
Dirut PT PLN Fachmi Muchtar, Dirjen Bina Marga, Hermanto Dardak, dan Dirut PT 
Angkasa 
Pura I, Bambang Darwoto. Gubernur NTB, KH. M. Zainul Majdi beserta sejumlah 
pejabat pemerintah daerah juga ikut mendampingi. 

Meneg BUMN dan Menhub beserta 
rombongan melihat dari dekat proses pembangunan BIL seperti landasan pacu 
(runway) dan terminal bandara, apron dan "taxiway" serta fasilitas 
penunjang lainnya. Saat peninjauan lapangan itu, pembangunan landasan pacu 
sudah terealisasi 69,91 persen, apron, dan "taxiway" serta fasilitas 
penunjangnya sudah 97,59 persen. Sementara terminal penumpang dan fasilitas 
penunjangnya sudah terealisasi 35,23 persen dan pekerjaan area parkir dan 
fasilitas penunjangnya mencapai 28 persen. 

Menurut Site Manager BIL PT 
Angkasa Pura I Marsidi, bandara tersebut lebih luas tiga kali lipat dari 
bandara yang ada saat ini menjadi seluas Bandara Internasional Adisumarmo Solo. 
Kawasan bandara internasional itu seluas 551 hektare atau dua kali luasan 
kawasan Bandara Ngurah Rai, Denpasar Bali. 

Panjang runway 2750 meter dan 
lebar 45 meter pada tahap pertama diproyeksikan dapat menampung 1 juta 
wisatawan setahun dan mampu didarati pesawat badan lebar Boeing 747. Landasan 
pacu itu didesain dengan ketebalan 142 sentimeter, teridiri dari lapisan pasir 
batu setinggi 85 sentimeter, lapisan batu pecah setinggi 45 setimeter, dan 
aspal hotmix tiga lapisan setinggi 12 sentimeter. 

Pembangunan BIL dengan dukungan 
dana sebesar Rp802 miliar itu ditargetkan rampung akhir tahun 2009 agar dapat 
digunakan pada awal tahun 2010. Landasan pacu itu dikerjakan PT Hutama Karya 
(BUMN), terminal dikerjakan PT Slipi Raya Utama, apron, "taxiway" dan 
fasilitas penunjangnya dikerjakan kontraktor yang ditunjuk Pemerintah Provinsi 
NTB. Sementara areal parkir, jalan lingkungan dan fasilitas penunjangnya akan 
dikerjakan oleh kontraktor yang ditunjuk Pemerintah Kabupaten Lombok 
Tengah.(Persda) 

  

  

Regards, 

 dwiagus 

http://bdwiagus. blogspot. com 

http://bdwiagus. multiply. com 

  

"The most difficult thing in the world is to know how to do 
a thing and to watch somebody else doing it wrong, without comment."  - T. H. 
White 

  

:::... Indo-MONEV ...::: 

Indo-MONEV 
is a mailing list to build a network of Indonesian People anywhere in the world 
who are interested, dedicated, and profesionalised to the work on monitoring 
and evaluation and other related development issues including development 
aid works, particularly in Indonesia. 

Join in by sending an email to:  indo-monev-subscrib e...@yahoogroups. com 


Find also Indo-MONEV in facebook: http://www.facebook .com/group. 
php?gid=34091848 127&ref=ts 

  


















































      

Kirim email ke