Wah wah ... ikut urun rembuk nich bapak ibu rekan2 milister ysh,

Mungkin masalahnya bukan poligami atau poliandri tetapi dapatkah kita kembali 
focus kepada issue penataan ruang (PR) di NKRI ytc untuk Pemerintahan yad ?

Mungkin kini saatnya kita dapat usulkan pemikiran agar PR tidak amburadul dari 
segi kelembagaan ?

Mungkin dalam kabinet yad kelembagaan PR dapat disatu atapkan ?

Mungkin kelembagaan PR dibawah Bappenas atau digabung dengan KLH dan Badan 
Pertanahan ?

Mungkinkah ???? Semoga Menterinya pak BSP ya...

Wassalam,

Onnos
 


To: [email protected]
From: [email protected]
Date: Sun, 19 Apr 2009 23:53:36 -0700
Subject: Re: [referensi] Re: outlook 2009-2014...












Poligami No.....
Selingkuhgami Yes....
Ha... ha... ha... ha...
 
Piss semua,
 
Fadjar
(becanda aja nih...)
 


--- On Mon, 4/20/09, Harya Setyaka <[email protected]> wrote:


From: Harya Setyaka <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] Re: outlook 2009-2014...
To: [email protected]
Date: Monday, April 20, 2009, 1:41 PM




iya nih polygami kelewat dipolitisir. .
yg perlu diperjuangkan itu sesungguhnya adalah kesetaraan..
anyway.. udah kejauhan OOT nya..

-K-






2009/4/20 Bambang Tata Samiadji <btsamia...@yahoo. com>













Bung Koko, HNW bukan pelaku poligami, tetapi pendukung poligami. Hal ini 
diungkapkan untuk membela Presiden (Tifatul S.) dan Sekjen (Anis Matta), dan 
beberapa  pengurus DPP- PKS lainnya yang memang pelaku poligami (Sumber Koalisi 
Perempuan Indonesia)..
 
Thanks. CU. BTS.
 
 
 


--- On Mon, 4/20/09, Harya Setyaka <harya.setyaka@ gmail.com> wrote:


From: Harya Setyaka <harya.setyaka@ gmail.com> 

Subject: Re: [referensi] Re: outlook 2009-2014...
To: refere...@yahoogrou ps.com
Date: Monday, April 20, 2009, 6:22 AM







HNW polygami?? ah masa? bukannya dia sempat men-Duda karena Istrinya meninggal 
karena sakit? Pak BTS, mohon klarifikasi.


Btw, sy dukung PKS-2 muda yg progresif.. celana 7/8 dan polygami bukan 
substansi ideologi..
Sy amini progresifitas PKS.. kader-2nya benar-2 dididik jadi pemimpin dan bukan 
sekedar pengikut dan membebek yang tua.
Ini lah kaderisasi seutuhnya..
Politik aliran terbukti tidak efektif mendulang suara...
Ternyata masyarakat hanya ingin pemimpin yg agamis/religious. . bukan yg 
fundamentalis- simbolis. .
PKS dipilih karena terbukti lebih bersih dari yang lain, dan juga lebih 
simpatik.. 

Kalau PKB mau maju, harus siap meninggalkan GusDur... kalau ternyata gagal maju 
tanpa GusDur, artinya memang tidak layak jadi partai.. cukup jadi fans-club 
saja.. 

Mega merelakan tidak jadi Calon-Presiden, dan diserahkan ke HBX?
Kalau benar Mega cukup dewasa untuk hal tsb, sy salut.. 

salam,
-K-





2009/4/16 Bambang Tata Samiadji <btsamia...@yahoo. com>














Mencari pendamping SBY :
1. SBY + AT : Bagus, sama-sama doktor, tapi Sumbar dan Intim nggak suka
2. SBY + HNW : Bu Ani nggak setuju SBY punya wapres pro poligami. Bu Ani khan 
trauma masalah ini.
3. SBY + HBX : Lumayan, tapi SBY sungkan.. sama raja....; lagi pula Intim lemah 
dukungannya
4. SBY + JK : Oke, aseptabilitasnya tinggi, dan ....lanjut
5. SBY + BSP : Oke juga, saya paling setuju.
 
Thanks. CU. BTS. 


--- On Thu, 4/16/09, bspr...@indosat. net.id <bspr...@indosat. net.id> wrote:




From: bspr...@indosat. net.id <bspr...@indosat. net.id>
Subject: RE: [referensi] Re: outlook 2009-2014...
To: refere...@yahoogrou ps.com 

Date: Thursday, April 16, 2009, 4:49 AM






Ma Rifsan M Ysh,
He he he benar juga ya perkataan mas Rifsan .. kita ini adalah awami dalam hal 
berpolitik (menurut Dono almarhum itu artinya kumpol ithik-ithik lho ... atau 
berkumpul untuk saling menggelitik he he). Memang saat ini sudah tidak ada lagi 
partai yang berbasis ideologi.... TIDAK ADA. Buktinya sekarang setiap partai 
sudah mengusung perkataan partai terbuka ... untuk kelihatan seksi.
Partai sekelas PKS yang dalam recruitmentnya saja demikian canggih serta dengan 
pola pengkaderan yang demikian kuat sudah berani mengatakan bahwa dia partai 
terbuka. Itu sangat kentara dengan tema kampanye yg diusungnya. Lebih jauh 
kalau dilihat PKS di wilayah mayoritas non-muslim sudah berani mengangkat caleg 
non-muslim. Sehingga politik aliran sudah mulai 'ditinggalkan' . Saya 
menggunakan kata 'ditinggalkan' karena masih merupakan tanda tanya apakah ini 
sebagai trojan horse bagi tujuan yang lebih besar atau memang pragmatisme dari 
pimpinan. Karena dalam PKS sendiri ada 4 faksi yang bertarung... meskipun 
dengan sangat sopan. Tapi saat ini sudah muncul pemahaman bahwa PKS tarbiyah 
dan PKS politik adalah 2 hal yang berbeda ... ini saya dengan dari PKS2 muda. 
Mereka misalnya sudah meninggalkan simbol2 fisik PKS. Celana 7/8 sudah dibuang 
jauh2 oleh PKS2 muda politik. Mereka juga sudah berani bersikap keras tentang 
poligami. Jadi memang terjadi sebuah perubahan yang sangat cepat.
PKB... mas Rifsan mengatakan tentang Al Hilal ... sebenarnya ini merupakan dari 
internal konlfik yang terus menerus dan Gus Dur yang dianggap sebagai salah 
satu pendiri dan mempunyai darah biru dalam ke NUan ternyata menghadapi 
kenyataan terhadap pragmatisme tersebut. Ini misalnya bisa dilihat dari 
perseteruan antara GD dengan Muhaimin dan dibelakangnya ada Lukman Efendi. 
Cilakanya sekarang Muhaimin sudah menyelesaikan perseteruannya dengan GD 
melalui proses tabayun dan islah keluarga. Karena yg terjadi sebenarnya adalah 
perseteruan antar sepupu yaitu antara Muhaimin dengan Yeni. Sementara Lukman 
yang nota bene bukan keluarga Wahid Hasyim menjadi korban.  Sehingga saat ini 
hanyalah perang bunga ... dari sisi pragmatisme ... menteri2 yang duduk 
dikabinet yaitu Erman Suparno (mantan bendahara GD terdekat) yang membelot ke 
Muhaimin, dan Lukman Efendi memilih untuk berpragmatisme. Masalahnya SBY 
menilai tokoh tidak sekedar pernah jagdi menteri, tetapi apakah dia punya massa 
cukup tidak (hal ini yang diperlihatkan SBY waktu pertama datang ke PKS).
Golkar, saya kira akan tetap sama sebagai orpol pragmatis. Dalam hal ini 
pragmatisme tersebut disorong dengan indah oleh SBY. Dalam pertemuan SBY-JK 
terakhir, SBY meminta adanya calon yang benar2 dipilih oleh Golkar untuk 
mendampingi sebagai wapres. Kalimat ini sangat bersayap. Arti tegasnya adalah 
bahwa SBY punya calon lain di Golkar. Tapi JK tidak kalah pinter. Dia juga 
meminta gubernur2 di Sulawesi untuk mendeklarasikan dukungan SBY-JK. 
Istimewanya, para gubernur tersebut mengatakan bahwa diperlukan wapres dari 
Intim. Yang perlu kita cermati adalah bukan jawa luar jawa, tetapi Ibar-Intim. 
Ini memang dipergunakan untuk menyodok AT. Hanya satu hal yang JK kalah, yaitu 
bahwa SBY meminta putusan resmi. Ini artinya diperlukan Rapimnassus. . . 
Padahal yang menjadi agenda Golkar biasanya adalah Munaslub untuk memilih 
ketua. Mengapa hal ini menjadi penting karena SBY meminta keyakinan bahwa 
wapres yg dipilih nanti didukung oleh Golkar sebagai partai. Soalnya kalau 
nanti dia memilih AT, jangan2 akan ada penggembosan di parlemen. Sehingga yang 
muncul sebenarnya adalah pertempuran internal Golkar. Perkiraan saya akan 
sangat mungkin muncul ketua baru (didorong oleh faksi2 non JK) yang dedicated 
dengan AT. Tetapi kalau mesinnya JK masih kuat, maka ketua masih tetap dijabat 
JK. Prediksi saya yang akan muncul adalah Aburizal.. He he he dukun politik.
PAN bagi saya masih ada sebuah proses yang cukup fluent. Posisi Hatta sebagai 
sekneg sebenarnya mengindikasikan sesuatu. Dia adalah kepercayaan bagi SBY. 
Yang bisa menandingi kepercayaan kepada dia adalah Sudi Silalahi dan Sri 
Mulyani (itu adalah 3 nama yang saya duga keras akan tetap bertengger dalam 
kabinet 2009-2014). Nah bila itu yang terjadi, Hatta akan mengambil posisi 
ketua PAN. Ini memberikan jaminan arah aliran. Sedangkan SB dalam hal ini akan 
mengalami posisi sulit karena sebenarnya ada beberapa konflik internal meskipun 
tidak terlalu besar dengan AR yang sampai saat ini diakui sebagai bapaknya PAN. 
Ini mengakibatkan juga PAN akan lebih bersifat pragmatis.
Untuk P3 sebenarnya sebuah organisasi politik yang mengenaskan. Kalau dilihat 
dari perolehan, ini menunjukkan adanya down turn yang cukup tajam. Ini menjadi 
alasan SDA akan digusur oleh BC. Gejalan ini sudah muncul. Tetapi teman2 BC 
yang dari Parmusi ternyata banyak yang sudah hengkang dari P3. Waktu saya 
pernah tabayun, mereka mengatakan bahwa mereka tidak akan masuk P3 lagi meski 
BC yang memimpin. Alasannya adalah karena saat ini merupakan sandyakalaning P3. 
P3 otomatis akan bersifat sangat pragmatis bila ingin survive.
Satu2nya yang berusaha tidak pragmatis adalah PDIP. Hal ini karena Mega sampai 
saat ini sudah pasang bendera tinggi2 untuk head to head dengan SBY. Ada sebuah 
skenario yang ditakutkan oleh Demokrat, yaitu Mega tidak mencalonkan dirinya 
menjadi capres tetapi justru diberikan kepada HBX. Kalau ini yang terjadi, 
chance PDIP menjadi sangat besar. Mengapa... karena disini merefleksikan 
kenegarawanan seorang Mega. Hal ini akan sangat menarik simpati bagi pemilih. 
Paling tidak pemilih yang akan terjaring adalah dari Intim (HBX sudah menggarap 
Intim dengan intens), orang Jawa ... (meski sudah banyak yg luntur) sebagian 
Golkar, dan PDIP sendiri. Kalau itu yang terjadi SBY perlu sangat waspada. 
Skenario ini merupakan skenario yang sangat rumit tetapi mungkin terjadi.
Demikian khayalan saya tentang Outlook 2009-2014.
Salam
bambang sp




Messages in this topic (27) Reply (via web post) | Start a new topic 

Messages | Files | Photos | Links | Database | Polls | Calendar 
Komunitas Referensi
http://groups. yahoo.com/ group/referensi/ 
 
Change settings via the Web (Yahoo! ID required) 
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to 
Traditional 
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe 













_________________________________________________________________
Join the Fantasy Football club and win cash prizes here!
http://fantasyfootball.id.msn.com

Kirim email ke