Koko,

Pro poligami belum tentu melakukan poligami.

Mungkin maksud pak BTS seperti itu. HNW itu pro-poligami,.. tapi dia sendiri
gak poligami.

hehehhe

 

Regards,

 dwiagus 

http://bdwiagus.blogspot.com

http://bdwiagus.multiply.com 

 

" 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf
Of Harya Setyaka
Sent: 20 April 2009 13:22
To: [email protected]
Subject: Re: [referensi] Re: outlook 2009-2014...

 








HNW polygami?? ah masa? bukannya dia sempat men-Duda karena Istrinya
meninggal karena sakit? Pak BTS, mohon klarifikasi.


Btw, sy dukung PKS-2 muda yg progresif.. celana 7/8 dan polygami bukan
substansi ideologi..
Sy amini progresifitas PKS.. kader-2nya benar-2 dididik jadi pemimpin dan
bukan sekedar pengikut dan membebek yang tua.
Ini lah kaderisasi seutuhnya..
Politik aliran terbukti tidak efektif mendulang suara..
Ternyata masyarakat hanya ingin pemimpin yg agamis/religious.. bukan yg
fundamentalis-simbolis..
PKS dipilih karena terbukti lebih bersih dari yang lain, dan juga lebih
simpatik.. 

Kalau PKB mau maju, harus siap meninggalkan GusDur... kalau ternyata gagal
maju tanpa GusDur, artinya memang tidak layak jadi partai.. cukup jadi
fans-club saja.. 

Mega merelakan tidak jadi Calon-Presiden, dan diserahkan ke HBX?
Kalau benar Mega cukup dewasa untuk hal tsb, sy salut.. 

salam,
-K-




2009/4/16 Bambang Tata Samiadji <[email protected]>

 


Mencari pendamping SBY :

1. SBY + AT : Bagus, sama-sama doktor, tapi Sumbar dan Intim nggak suka

2. SBY + HNW : Bu Ani nggak setuju SBY punya wapres pro poligami. Bu Ani
khan trauma masalah ini.

3. SBY + HBX : Lumayan, tapi SBY sungkan.. sama raja....; lagi pula Intim
lemah dukungannya

4. SBY + JK : Oke, aseptabilitasnya tinggi, dan ....lanjut

5. SBY + BSP : Oke juga, saya paling setuju.

 

Thanks. CU. BTS.



--- On Thu, 4/16/09, [email protected] <[email protected]> wrote:


From: [email protected] <[email protected]>

Subject: RE: [referensi] Re: outlook 2009-2014...
To: [email protected]
Date: Thursday, April 16, 2009, 4:49 AM

Ma Rifsan M Ysh,

He he he benar juga ya perkataan mas Rifsan .. kita ini adalah awami dalam
hal berpolitik (menurut Dono almarhum itu artinya kumpol ithik-ithik lho ...
atau berkumpul untuk saling menggelitik he he). Memang saat ini sudah tidak
ada lagi partai yang berbasis ideologi.... TIDAK ADA. Buktinya sekarang
setiap partai sudah mengusung perkataan partai terbuka ... untuk kelihatan
seksi.

Partai sekelas PKS yang dalam recruitmentnya saja demikian canggih serta
dengan pola pengkaderan yang demikian kuat sudah berani mengatakan bahwa dia
partai terbuka. Itu sangat kentara dengan tema kampanye yg diusungnya. Lebih
jauh kalau dilihat PKS di wilayah mayoritas non-muslim sudah berani
mengangkat caleg non-muslim. Sehingga politik aliran sudah mulai
'ditinggalkan' . Saya menggunakan kata 'ditinggalkan' karena masih merupakan
tanda tanya apakah ini sebagai trojan horse bagi tujuan yang lebih besar
atau memang pragmatisme dari pimpinan. Karena dalam PKS sendiri ada 4 faksi
yang bertarung... meskipun dengan sangat sopan. Tapi saat ini sudah muncul
pemahaman bahwa PKS tarbiyah dan PKS politik adalah 2 hal yang berbeda ...
ini saya dengan dari PKS2 muda. Mereka misalnya sudah meninggalkan simbol2
fisik PKS. Celana 7/8 sudah dibuang jauh2 oleh PKS2 muda politik. Mereka
juga sudah berani bersikap keras tentang poligami. Jadi memang terjadi
sebuah perubahan yang sangat cepat.

PKB... mas Rifsan mengatakan tentang Al Hilal ... sebenarnya ini merupakan
dari internal konlfik yang terus menerus dan Gus Dur yang dianggap sebagai
salah satu pendiri dan mempunyai darah biru dalam ke NUan ternyata
menghadapi kenyataan terhadap pragmatisme tersebut. Ini misalnya bisa
dilihat dari perseteruan antara GD dengan Muhaimin dan dibelakangnya ada
Lukman Efendi. Cilakanya sekarang Muhaimin sudah menyelesaikan
perseteruannya dengan GD melalui proses tabayun dan islah keluarga. Karena
yg terjadi sebenarnya adalah perseteruan antar sepupu yaitu antara Muhaimin
dengan Yeni. Sementara Lukman yang nota bene bukan keluarga Wahid Hasyim
menjadi korban.  Sehingga saat ini hanyalah perang bunga ... dari sisi
pragmatisme ... menteri2 yang duduk dikabinet yaitu Erman Suparno (mantan
bendahara GD terdekat) yang membelot ke Muhaimin, dan Lukman Efendi memilih
untuk berpragmatisme. Masalahnya SBY menilai tokoh tidak sekedar pernah
jagdi menteri, tetapi apakah dia punya massa cukup tidak (hal ini yang
diperlihatkan SBY waktu pertama datang ke PKS).

Golkar, saya kira akan tetap sama sebagai orpol pragmatis. Dalam hal ini
pragmatisme tersebut disorong dengan indah oleh SBY. Dalam pertemuan SBY-JK
terakhir, SBY meminta adanya calon yang benar2 dipilih oleh Golkar untuk
mendampingi sebagai wapres. Kalimat ini sangat bersayap. Arti tegasnya
adalah bahwa SBY punya calon lain di Golkar. Tapi JK tidak kalah pinter. Dia
juga meminta gubernur2 di Sulawesi untuk mendeklarasikan dukungan SBY-JK.
Istimewanya, para gubernur tersebut mengatakan bahwa diperlukan wapres dari
Intim. Yang perlu kita cermati adalah bukan jawa luar jawa, tetapi
Ibar-Intim. Ini memang dipergunakan untuk menyodok AT. Hanya satu hal yang
JK kalah, yaitu bahwa SBY meminta putusan resmi. Ini artinya diperlukan
Rapimnassus.. Padahal yang menjadi agenda Golkar biasanya adalah Munaslub
untuk memilih ketua. Mengapa hal ini menjadi penting karena SBY meminta
keyakinan bahwa wapres yg dipilih nanti didukung oleh Golkar sebagai partai.
Soalnya kalau nanti dia memilih AT, jangan2 akan ada penggembosan di
parlemen. Sehingga yang muncul sebenarnya adalah pertempuran internal
Golkar. Perkiraan saya akan sangat mungkin muncul ketua baru (didorong oleh
faksi2 non JK) yang dedicated dengan AT. Tetapi kalau mesinnya JK masih
kuat, maka ketua masih tetap dijabat JK. Prediksi saya yang akan muncul
adalah Aburizal. He he he dukun politik.

PAN bagi saya masih ada sebuah proses yang cukup fluent. Posisi Hatta
sebagai sekneg sebenarnya mengindikasikan sesuatu. Dia adalah kepercayaan
bagi SBY. Yang bisa menandingi kepercayaan kepada dia adalah Sudi Silalahi
dan Sri Mulyani (itu adalah 3 nama yang saya duga keras akan tetap
bertengger dalam kabinet 2009-2014). Nah bila itu yang terjadi, Hatta akan
mengambil posisi ketua PAN. Ini memberikan jaminan arah aliran. Sedangkan SB
dalam hal ini akan mengalami posisi sulit karena sebenarnya ada beberapa
konflik internal meskipun tidak terlalu besar dengan AR yang sampai saat ini
diakui sebagai bapaknya PAN. Ini mengakibatkan juga PAN akan lebih bersifat
pragmatis.

Untuk P3 sebenarnya sebuah organisasi politik yang mengenaskan. Kalau
dilihat dari perolehan, ini menunjukkan adanya down turn yang cukup tajam.
Ini menjadi alasan SDA akan digusur oleh BC. Gejalan ini sudah muncul.
Tetapi teman2 BC yang dari Parmusi ternyata banyak yang sudah hengkang dari
P3. Waktu saya pernah tabayun, mereka mengatakan bahwa mereka tidak akan
masuk P3 lagi meski BC yang memimpin. Alasannya adalah karena saat ini
merupakan sandyakalaning P3. P3 otomatis akan bersifat sangat pragmatis bila
ingin survive.

Satu2nya yang berusaha tidak pragmatis adalah PDIP. Hal ini karena Mega
sampai saat ini sudah pasang bendera tinggi2 untuk head to head dengan SBY.
Ada sebuah skenario yang ditakutkan oleh Demokrat, yaitu Mega tidak
mencalonkan dirinya menjadi capres tetapi justru diberikan kepada HBX. Kalau
ini yang terjadi, chance PDIP menjadi sangat besar. Mengapa... karena disini
merefleksikan kenegarawanan seorang Mega. Hal ini akan sangat menarik
simpati bagi pemilih. Paling tidak pemilih yang akan terjaring adalah dari
Intim (HBX sudah menggarap Intim dengan intens), orang Jawa ... (meski sudah
banyak yg luntur) sebagian Golkar, dan PDIP sendiri. Kalau itu yang terjadi
SBY perlu sangat waspada. Skenario ini merupakan skenario yang sangat rumit
tetapi mungkin terjadi.

Demikian khayalan saya tentang Outlook 2009-2014.

Salam

bambang sp

 

 



Kirim email ke