Ha ha ha, itu namanya gabungan antara Republik Riil dan Republik Mimpi. Nanti acara di TV kesulitan bikin scenario. Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message----- From: Bambang Tata Samiadji <[email protected]> Date: Thu, 16 Apr 2009 00:21:50 To: <[email protected]> Subject: RE: [referensi] Re: outlook 2009-2014... Mencari pendamping SBY : 1. SBY + AT : Bagus, sama-sama doktor, tapi Sumbar dan Intim nggak suka 2. SBY + HNW : Bu Ani nggak setuju SBY punya wapres pro poligami. Bu Ani khan trauma masalah ini. 3. SBY + HBX : Lumayan, tapi SBY sungkan.. sama raja....; lagi pula Intim lemah dukungannya 4. SBY + JK : Oke, aseptabilitasnya tinggi, dan ....lanjut 5. SBY + BSP : Oke juga, saya paling setuju. Thanks. CU. BTS. --- On Thu, 4/16/09, [email protected] <[email protected]> wrote: From: [email protected] <[email protected]> Subject: RE: [referensi] Re: outlook 2009-2014... To: [email protected] Date: Thursday, April 16, 2009, 4:49 AM Ma Rifsan M Ysh, He he he benar juga ya perkataan mas Rifsan .. kita ini adalah awami dalam hal berpolitik (menurut Dono almarhum itu artinya kumpol ithik-ithik lho .... atau berkumpul untuk saling menggelitik he he). Memang saat ini sudah tidak ada lagi partai yang berbasis ideologi.... TIDAK ADA. Buktinya sekarang setiap partai sudah mengusung perkataan partai terbuka ... untuk kelihatan seksi. Partai sekelas PKS yang dalam recruitmentnya saja demikian canggih serta dengan pola pengkaderan yang demikian kuat sudah berani mengatakan bahwa dia partai terbuka. Itu sangat kentara dengan tema kampanye yg diusungnya. Lebih jauh kalau dilihat PKS di wilayah mayoritas non-muslim sudah berani mengangkat caleg non-muslim. Sehingga politik aliran sudah mulai 'ditinggalkan' . Saya menggunakan kata 'ditinggalkan' karena masih merupakan tanda tanya apakah ini sebagai trojan horse bagi tujuan yang lebih besar atau memang pragmatisme dari pimpinan. Karena dalam PKS sendiri ada 4 faksi yang bertarung... meskipun dengan sangat sopan. Tapi saat ini sudah muncul pemahaman bahwa PKS tarbiyah dan PKS politik adalah 2 hal yang berbeda ... ini saya dengan dari PKS2 muda. Mereka misalnya sudah meninggalkan simbol2 fisik PKS. Celana 7/8 sudah dibuang jauh2 oleh PKS2 muda politik. Mereka juga sudah berani bersikap keras tentang poligami. Jadi memang terjadi sebuah perubahan yang sangat cepat. PKB... mas Rifsan mengatakan tentang Al Hilal ... sebenarnya ini merupakan dari internal konlfik yang terus menerus dan Gus Dur yang dianggap sebagai salah satu pendiri dan mempunyai darah biru dalam ke NUan ternyata menghadapi kenyataan terhadap pragmatisme tersebut. Ini misalnya bisa dilihat dari perseteruan antara GD dengan Muhaimin dan dibelakangnya ada Lukman Efendi. Cilakanya sekarang Muhaimin sudah menyelesaikan perseteruannya dengan GD melalui proses tabayun dan islah keluarga. Karena yg terjadi sebenarnya adalah perseteruan antar sepupu yaitu antara Muhaimin dengan Yeni. Sementara Lukman yang nota bene bukan keluarga Wahid Hasyim menjadi korban. Sehingga saat ini hanyalah perang bunga ... dari sisi pragmatisme ... menteri2 yang duduk dikabinet yaitu Erman Suparno (mantan bendahara GD terdekat) yang membelot ke Muhaimin, dan Lukman Efendi memilih untuk berpragmatisme. Masalahnya SBY menilai tokoh tidak sekedar pernah jagdi menteri, tetapi apakah dia punya massa cukup tidak (hal ini yang diperlihatkan SBY waktu pertama datang ke PKS). Golkar, saya kira akan tetap sama sebagai orpol pragmatis. Dalam hal ini pragmatisme tersebut disorong dengan indah oleh SBY. Dalam pertemuan SBY-JK terakhir, SBY meminta adanya calon yang benar2 dipilih oleh Golkar untuk mendampingi sebagai wapres. Kalimat ini sangat bersayap. Arti tegasnya adalah bahwa SBY punya calon lain di Golkar. Tapi JK tidak kalah pinter. Dia juga meminta gubernur2 di Sulawesi untuk mendeklarasikan dukungan SBY-JK. Istimewanya, para gubernur tersebut mengatakan bahwa diperlukan wapres dari Intim.. Yang perlu kita cermati adalah bukan jawa luar jawa, tetapi Ibar-Intim. Ini memang dipergunakan untuk menyodok AT. Hanya satu hal yang JK kalah, yaitu bahwa SBY meminta putusan resmi. Ini artinya diperlukan Rapimnassus. Padahal yang menjadi agenda Golkar biasanya adalah Munaslub untuk memilih ketua. Mengapa hal ini menjadi penting karena SBY meminta keyakinan bahwa wapres yg dipilih nanti didukung oleh Golkar sebagai partai. Soalnya kalau nanti dia memilih AT, jangan2 akan ada penggembosan di parlemen. Sehingga yang muncul sebenarnya adalah pertempuran internal Golkar. Perkiraan saya akan sangat mungkin muncul ketua baru (didorong oleh faksi2 non JK) yang dedicated dengan AT. Tetapi kalau mesinnya JK masih kuat, maka ketua masih tetap dijabat JK. Prediksi saya yang akan muncul adalah Aburizal. He he he dukun politik. PAN bagi saya masih ada sebuah proses yang cukup fluent. Posisi Hatta sebagai sekneg sebenarnya mengindikasikan sesuatu. Dia adalah kepercayaan bagi SBY. Yang bisa menandingi kepercayaan kepada dia adalah Sudi Silalahi dan Sri Mulyani (itu adalah 3 nama yang saya duga keras akan tetap bertengger dalam kabinet 2009-2014). Nah bila itu yang terjadi, Hatta akan mengambil posisi ketua PAN. Ini memberikan jaminan arah aliran. Sedangkan SB dalam hal ini akan mengalami posisi sulit karena sebenarnya ada beberapa konflik internal meskipun tidak terlalu besar dengan AR yang sampai saat ini diakui sebagai bapaknya PAN. Ini mengakibatkan juga PAN akan lebih bersifat pragmatis. Untuk P3 sebenarnya sebuah organisasi politik yang mengenaskan. Kalau dilihat dari perolehan, ini menunjukkan adanya down turn yang cukup tajam. Ini menjadi alasan SDA akan digusur oleh BC. Gejalan ini sudah muncul. Tetapi teman2 BC yang dari Parmusi ternyata banyak yang sudah hengkang dari P3. Waktu saya pernah tabayun, mereka mengatakan bahwa mereka tidak akan masuk P3 lagi meski BC yang memimpin. Alasannya adalah karena saat ini merupakan sandyakalaning P3. P3 otomatis akan bersifat sangat pragmatis bila ingin survive. Satu2nya yang berusaha tidak pragmatis adalah PDIP. Hal ini karena Mega sampai saat ini sudah pasang bendera tinggi2 untuk head to head dengan SBY. Ada sebuah skenario yang ditakutkan oleh Demokrat, yaitu Mega tidak mencalonkan dirinya menjadi capres tetapi justru diberikan kepada HBX. Kalau ini yang terjadi, chance PDIP menjadi sangat besar. Mengapa... karena disini merefleksikan kenegarawanan seorang Mega. Hal ini akan sangat menarik simpati bagi pemilih. Paling tidak pemilih yang akan terjaring adalah dari Intim (HBX sudah menggarap Intim dengan intens), orang Jawa ... (meski sudah banyak yg luntur) sebagian Golkar, dan PDIP sendiri. Kalau itu yang terjadi SBY perlu sangat waspada. Skenario ini merupakan skenario yang sangat rumit tetapi mungkin terjadi. Demikian khayalan saya tentang Outlook 2009-2014. Salam bambang sp

