He... he... he...
Jangan terlalu percaya diri bahwa SBY akan memenangi PilPres nanti...
Mohon diingat, Demokrat hanya dipilih aoleh sekitar 20an juta pemilih.. Kalo 
ditambah dengan partai koalisinya, paling cuma nambah berapa belas juta 
suara....
Padahal di luar sana ada sekitar 50 juta suara mengambang yang belum diketahui 
akan lari ke mana.... Bisa jadi akan digunakan untuk memilih yang lain...
SBY belum tentu jadi...

Salam,

Fadjar


--- On Mon, 5/11/09, Mohammad Andri Budiman <[email protected]> wrote:

> From: Mohammad Andri Budiman <[email protected]>
> Subject: [referensi] [OOT] Pimpinan Nasional Berbasis Kinerja
> To: 
> Date: Monday, May 11, 2009, 10:19 PM
> Rekan-rekan yth,
> 
> Sebagian dari kita tentu telah mengikuti berita di
> detiknews bahwa Boediono *disinyalir* akan dipasangkan
> dengan SBY untuk "bertarung" pada Pilpres y.a.d. 
> Link-nya adalah sbb.:
> 
> http://pemilu.detiknews.com/read/2009/05/11/195952/1129794/700/boediono-disebut-sebut-jadi-cawapres-sby
> 
> Menarik untuk diikuti, karena SBY adalah salah satu
> kandidat yang paling kuat untuk memenangi Pilpres -- kalau
> tidak boleh disebut "yang paling besar potensinya untuk
> menang". 
> 
> Jadi, siapa yang akan berpasangan dengan SBY tentu saja
> akan ikut menentukan bagaimana nasib negeri kita di masa
> mendatang.
> 
> **
> 
> Saya kira sebaiknya memang calon pimpinan Nasional bukan
> orang parpol -- apalagi bila pasangannya sudah berasal dari
> parpol. Dan, apalagi, kalau orang tersebut pernah punya
> "hutang" di masa lalu atau tidak berprestasi selama menjadi
> pejabat di tingkat lebih rendah dari jabatan yang hendak
> dituju (in this case: Wapres).
> 
> Sudah saatnya (well, sebenarnya *seharusnya sudah sejak
> dari dulu* -- just to be very clear) negara ini diperintah
> oleh pemimpin *berbasis kinerja*. Bukan berbasis kedekatan,
> golongan darah, keturunan mantan penguasa, "mewarisi
> kharisma", inner circle mafia setempat, "dapat wangsit dari
> Ifrit" atau lobby sana lobby sini. 
> 
> Padahal, mungkin saja yang hendak menjadi pemimpin tidak
> punya kinerja yang baik, akhlak yang mulia atau cuma
> mengandalkan etiket (tampak luar seperti baju jas yang
> (tampak) sopan dan "sopan-santun kepada keluarga koruptor")
> daripada etika (yang sebenarnya di dalam -- yang mungkin
> hanya akan terlihat ketika tidak sedang berada di muka
> umum).
> 
> **
> 
> Baiklah, tentu banyak yang akan bertanya bagaimana sih
> kinerja Boediono? Bagaimana masa lalunya? 
> 
> General statement yang hampir menjadi klise karena too
> obvious: "Setiap orang tentu punya masa lalu yang tidak
> selamanya indah" -- in terms of political correctness yang
> hampir selalu bias itu. 
> 
> Jadi, saya kira *kalau* nanti ada perdebatan di mana-mana
> soal kinerja Boediono, tentu akan sangat timpang kalau kita
> tidak membicarakan juga kinerja dua "mantan cawapres" yang
> lain yakni Akbar Tanjung dan Hatta Rajasa.
> 
> Bagaimana kinerja Akbar Tanjung sewaktu menjadi Menteri di
> zaman Soeharto dan Ketua DPR? Adakah masalah yang masih
> tersisa dan tidak tersentuh hukum (*bukan* politik) dengan
> baik? Bagaimana dengan B*gate?
> 
> Bagaimanakah kinerja Hatta Rajasa ketika menjadi Menteri
> Perhubungan dan Menteri Sekretaris Negara? Dan terakhir yang
> terpenting karena mungkin ada di antara kita yang kebetulan
> adalah alumni ITB yang mengalami sendiri: Bagaimana
> sebenarnya kinerja Hatta selama ini menjadi Ketua Ikatan
> Alumni ITB?
> 
> Thus, dengan semua pertimbangan yang ada dan adil, dari
> ketiga orang ini, siapa yang sebetulnya paling tepat untuk
> mendampingi SBY?
> 
> Khusus untuk Rekan-rekan yang kebetulan adalah alumni ITB,
> amat diharapkan semoga kekritisan dan kepedulian kita
> sebagai alumni ITB tidak berakhir sampai di Student Centre,
> himpunan dan lapangan basket saja.
> 
> Salam,
> Andri
> Sent from my BlackBerry® Bold  smartphone from Sinyal
> Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
> 
> ------------------------------------
> 
> Komunitas Referensi
> http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups
> Links
> 
> 
>     mailto:[email protected]
> 
> 
> 


      

Kirim email ke