Pak Risman ysh dan rekan-rekan geng kapak, terima kasih atas pontennya.
Alhamdulillah ini berkat latihan kuda-kuda dan hawa murni yang bapak
perintahkan sejak 2 tahun 
<http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/4318>  yang lalu,
walaupun setahun  <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/2514>
sebelumnya saya sudah menolak dengan keras. Ini gara-gara setahun
<http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/2248>   sebelumnya lagi
saya ditolak untuk langsung mempelajari jurus ginkang, supaya bisa
terbang kemana-mana seperti dalam 'crouching tiger hidden dragon'.
Sekarang sedikit lebih mengerti wejangan 
<http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/2263>  bapak sebelum
kembali naik gunung waktu itu.

Mengenai ponten itu, alamak, sekali ikut kursus sertifikasi, langsung
dapat 4 sertifikat : lwee-kang, hwa-kang, gin-kang, dan sin-kang; kalau
di kemiliteran berarti sudah bintang 4, cuman belum pi-eic-di. Namun
kata toako kita, Sang Pendekar Pedang Sakti, apa sih pi-eic-di itu?

Kamsia-kamsia. Salam.

-ekadj


--- In [email protected], "risman" <par...@...> wrote:
>
> Yth Pak Mod Ekadj,
>
> Terima kasih gayung bersambut saya terjengkang oleh angin
> kecepatan Pak Eka. Benar observasi khalayak, Pak Eka punya lwee-kang
> hwa-kang gin-kang sin-kang sudah di tingkat Pandeka Minang yang jika
> berjalan " ... semut terinjak tak mati, alu tertarung patah tigo!".
>
> SBY itu akan dicatat sejarah karena pelindung pemberantas
> korupsi. Jangan sampai masuk perangkap jawa kuna lagi ... kita berdoa
> terbentuknya paradigma baru di seputar cerita "hana caraka data sawala
..."
> Adji Saka itu.
>
>
>
> Wassalam,
>
> RMaris
>
>
>
> _____
>
> From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf
> Of ffekadj
> Sent: 15 Mei 2009 0:02
> To: [email protected]
> Subject: [referensi] Re: [OOT] Pimpinan Nasional Berbasis Kinerja
>
>
>
> Pak Risman ysh.
>
> Saya tanggapi dulu sambil menunggu yang lain. Perspektif
> anthropo-spatial saat ini memang sepertinya sedang mengemuka,
> menunjukkan kita tidak bisa lepas, sebagai masing-masing anak bangsa,
> untuk mencari pijakan berdiri. Saya kurang tahu kalau harus sampai
> seperti skenario yang bapak duga, karena hal itu mensyaratkan
kecerdasan
> yang sangat tinggi dari pemimpin bangsa. Saya ragu dalam hal ini, juga
> terhadap layer 1, 2, dst. Belum kelihatan politisi yang cerdas. Namun
> upaya untuk obrak-abrik sistem koalisi, harus diakui sangat berhasil.
> Manajemen konflik ini bisa fatal kalau ada yang tidak bisa jaga diri.
>
> Setelah mendapatkan beberapa pelajaran jurus dari Pak BSP, saya coba
> susun analisis sendiri. Kelihatannya memang ada niat me-reshuffle
> dominasi lama, yang terlalu mahal ongkos politiknya bila diteruskan.
Ini
> masanya ular-ular lagi ganti kulit, namun nggak tahu mau jadi apa.
Jadi
> mungkin benar jurus harimau ngamuk belum tentu bisa menandingi jurus
> ular tanah. Harimau perlu stamina tinggi untuk bermain long-time
> session, supaya konsisten. Dan ini saya masih ragu, berkaca dari
> pengalaman terdahulu. Jadi rakyat seharusnya tidak perlu meneropong
> terlalu tinggi, agak diturunkan saja sedikit, supaya kelihatan
> dinamikanya.
>
> Itu saja kurang lebih lembar jawaban saya, minta diponten pak. Salam.
>
> -ekadj
>
> --- In refere...@yahoogrou <mailto:referensi%40yahoogroups.com>
ps.com,
> "risman" paramu@ wrote:
> >
> > Yth Pak Mod, Pak Efha, Pak Andri, rekan-rekan,
> >
> > Sambil menanti jadi tidaknya shotgun wedding Megawati-Prabowo,
simbol
> > kebingungan aspiran pemimpin yang memang tak terbiasa membaca ---
> apalagi
> > mengikuti --- kehendak rakyat itu, saya buat catatan ringan berikut.
> >
> > 1. Ide besarnya ingin melihat adakah tunas-tunas
> > perubahan antropologik-kultural dan sosial di masyarakat bangsa
> Indonesia
>
> ........................


Kirim email ke