Ysh. Pak Eka. 

Yang dimaksud Standar Pelayanan Minimum
(SPM) dari Pak Risfan bukan dimaksudkan Standar Desain seperti standar
deasin lapangan olah raga, standar keselamatan seperti ICAO dan bukan
standar-standar perencanaan PZ dan sebagainya. 

SPM adalah
standar mutu dan pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang
berhak diperoleh setiap warga secara minimal. Jadi semacam akuntabilitas
daerah dalam melayani masyarakat. Dalam hal ini adalah pelayanan tata
ruang kepada masyarakat. 

Selama ini khan kita selalu
mempersoalkan institusi tata ruang dan efektivitas tata ruang dan
sepertinya kita belum ada jalan keluar untuk itu. Pak Risfan menawarkan
indikator SPM yang cukup tangible yang barangkali akan mempan untuk
menjawab persoalan kita. Dan tugas itu merupakan inisiatif yang harus
muncul dari DJTR, ... tapi sepertinya kurang diperhatikan. 

Demikian. Thanks. CU. BTS. 



----- Original
Message ----- 
From: ffekadj 
To: [email protected] 
Sent: Monday, May 18, 2009 9:57 PM 
Subject: [referensi] Re:
prasyarat institusi 

Pak Risfan ysh, setuju sekali perlu
perhatian khusus mengenai SPM ini. Beberapa waktu yang lalu saya bertemu
dengan rekan-rekan Menpora yang mengurusi standar, ternyata mereka juga
jauh lebih maju dalam hal ini. Apalagi ada keharusan untuk mengikuti
standar-standar internasional untuk ruang-ruang olahraga. 

Dari
beberapa kegiatan PZ yang rekan-rekan ikuti, sudah ada upaya penanaman
standar ini untuk ruang-ruang tertentu, seperti misalnya kawasan bandara
yang harus mengikuti ICAO dan FAA. Pak Wayan di El Tari, Pak AdiU di
Kaisiepo, Pak Adjie di Manokwari, dst. Kita ingin menanamkan bahwa tidak
ada toleransi dalam penerapan standar, supaya tidak terulang lagi kasus
Fokker di Husein yang sangat tidak standar itu. Hal ini menunjukkan, bila
kita belum mampu membangun standar sendiri sebenarnya bisa adopted dan
arranged standar2 dari luar yang ada. Media penerapannya bisa menggunakan
PZ dan RRTR. 

Kita perlu menginventarisir pak berbagai SPM yang
internationally maupun nationally serta locally. Dan yang terpenting
adalah, sebagaimana bapak katakan, bagaimana penanamannya ke dalam
mekanisme kelembagaan di Daerah serta budaya masyarakat. Apalagi sudah
banyak convention yang kita ikuti, mulai dari Rio hingga terakhir Manado.
Kita lanjutkan besok pak di G-2. Salam. 

-ekadj 







Kirim email ke