Pak Bambang ysh, Apabila Pak Bambang tdk berkeberatan, mohon (apabila ada website-nya) agar akses terhadap informasi kebutuhan tenaga kerja terdidik/terlatih ini di-share, Pak.. Saya yakin hal itu bisa bermanfaat bagi rekan-rekan milist yang berpeluang untuk turut merumuskan kebijakan-kebijakan pembangunan. Apalagi sekitar 10 tahunan lagi Indonesia akan masuk ke dalam masa "Jendela Emas" (atau Golden Window) Kependudukan Indonesia. Kalau kita semua tidak mampu memanfaatkan masa 10an tahun ini untuk mengantisipasinya, kita akan kehilangan potensi yang cuma 'once in a lifetime' tsb... Bisa jadi (secara umum) kita agak kedodoran dlm mengantisipasinya di sepuluh tahun belakangan. Salam, Fadjar Undip
--- On Mon, 6/1/09, [email protected] <[email protected]> wrote: From: [email protected] <[email protected]> Subject: Re: [referensi] Manohara dan Indonesia di Asean To: [email protected] Date: Monday, June 1, 2009, 8:47 AM Rekans milist ysh, Saya punya pengalaman dengan TKI. Sejak tahun 2003 DIY tidak pernah mengirimkan TKI pembantu rumah tangga. Untuk itu dibangun beberapa sekolah kejuruan. Salah satu yang cukup menonjol di Indonesia adalah BLPT. Lulusan sekolah ini bahkan tidak sempat keluar negeri tetapi di serap oleh industri otomotif di Indonesia (Honda, Yamaha, Suzuki dst) dan juga industri manufacture lainnya. Jumlah lulusan setiap tahunnya bisa mencapai 2.000 siswa. Selain itu ada dana bantuan dari pemerintah daerah sebagai pinjaman kepada para pekerja yang akan ke LN. Saat ini sedang dibutuhkan 40.000 perawat di Jepang. Aircraft mechanics di AS masih membutuhkan sekitar 20.000 (ini saya waktu itu sudah mengadakan penjajagan dengan Indiana State namun sayang karena ada kejadian Indo-America clash gagal). Dengan pihak Malaysia, terjadi kerjasama antara Asosiasi industri tekstil dan mereka siap menyerap tenaga terdidik kita. Untuk Eropa saat ini sedang sangat2 dibutuhkan tenaga welder. Klas W-9 merupakan klas tertinggi (saya dengar klasifikasinya dirubah lagi), ini dibutuhkan 2.000 disana. Gajinya itu lho .. gaji menteri kita (yang resmi) juga kalah. Keahlian W-9 adalah keahlian mengelas pipa dalam air untuk jenis pipa tabung bertekanan. Ini yang ada hanya di Cilegon. Ada diklat dari Italia sebenarnya waktu itu sudah mengajak DIY bekerjasama. .. namun gagal karena saya dilengser he he he. Moral dari cerita saya.... ternyata Indonesia masih diperhatikan asal kita mau mengelola dengan baik. Hanya itu ... sekali lagi hanya itu. Salam bsp

