Mohon izin menyampaikan lagu untuk Deasy: http://www.youtube.com/watch?v=o62USXfcWCc <http://www.youtube.com/watch?v=o62USXfcWCc>
Serta lagu dari Revki untuk Manohara dan keluarga2 bahagia: http://www.youtube.com/watch?v=z_ZKa7UCgkk <http://www.youtube.com/watch?v=z_ZKa7UCgkk> --- In [email protected], Harya Setyaka <harya.sety...@...> wrote: > > Sisi lain dari kasus heboh Manohara... > > -K- > > From: RATNA SARUMPAET sarumpae...@... > > Date: Mon, 1 Jun 2009 15:09:33 > To: FORUM PEMBACA [email protected] > > Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] RE: Ratna Sarumpaet Ragukan Cerita Manohara > > > > > KAWAN-KAWAN SEKALIAN .... > > Sebelum komentar-komentar tentang keraguan saya dan mundurnya saya mendukung > Desy (Ibunya Mano) melebar ke mana-mana, sebaiknya kita, paling tidak > anggota milis ini mendengar dulu alasan penjelasan dari saya sebagai yang > bersangkutan dan mengalami. > > Tanggal 30 Ibu Mano dan Keluarga dan Wartawan, mendatangi saya minta > bantuan. Saya tidak langsung terima. > Kepada Desy saya katakan "SAYA PELAJARI DULU". > > TUDUHAN Dasy saat itu adalah : > > 1. KAWIN PAKSA ANAK DI BAWAH UMUR YANG DILAKUKAN DENGAN PENCULIKAN . > 2. PEMERKOSAAN DI KAPAL PESIAR OTW BALI - SINGAPURA. > 3. PENGANIAYAAN. > 4. LARANGAN MANO BERTEMU IBUNYA. > > Dua hari saya dan team serta 9 Pengacara RSCC (Ratna Sarumpaet Crisis > Center) mempelajari laporan Dasy. Kami juga mencari reverensi di Internet > tentang siapa Desy dan anaknya. Dari informasi yang saya dapatkan dari > milis-milis dan beberapa Blog saya mendapatkan banyak sekali cerita yang > terus terang membuat saya ragu menerima kasus ini. > > A> Tuduhan kawin paksa di bawah umur itu, di beberapa foto terlihat > berlangsung baik-baik saja dan saat pernikahan Dasy duduk di sekitar Mano > sebagai Ibunya, dan TIDAK DALAM KEADAAN TERTEKAN APALAGI DIRANTAI. > B> Banyak TULISAN YANG MENCERITAKAN perilaku Desy sebagai Ibu yang memang > senang menjaja-jajakan putrinya ke kalangan Jet Set. Ke keluarga SUHARTO, > keluarga BAKRI, berikut foto2 (bagian ini saya lihat/baca di milis). > C> Desy punya banyak kasus dalam hidupnya, hutang yang menumpuk - penipuan > di Eropa, dan kasus pelecehan seksual yang dia lakukan bersama suaminya di > Prancis. > > Namun. permohonan Dasy tetap saya terima. Buat saya, seburuk apapun Desy, > apapun latar belakangnya, ada Mano di Klantan, di tengah sebuah istana yang > sangat feodal "KATANYA TERANIAYA". Bagi saya itu cukup sebagai alasan > menerima kasus itu. Dalam beberapa kali pertemuan, termasuk rapat dimana > Surat Kuasa ditandatanganinya, saya terus menekankan pada Desy : > > Pertama, APA YANG IBU SIARKAN SELAMA INI SECARA MELUAS - STATUSNYA MASIH > FITNAH, KARENA BELUM ADA PEMBUKTIAN SECARA HUKUM" Jadi langkah pertama yang > akan saya ambil, kalau IBU setuju adalah melapor ke MABES dan saya minta > betul Ibu mendukungnya. > Kedua, saya minta pemberitaan dihentikan sementara sampai kita sudah bisa > melakukan pembuktian. > Ketiga, Dengan hasil penyelidikan MABES nanti, barulah kita meminta dukungan > Masyarakat Indonesia, Pemerintah Indonesia (Presiden, Mentri Luar Negri), > Pemerintah Malaysia, bila perlu PBB. > > TIGA KALI PANGGILAN DARI MABES TIDAK DIGUBRIS. > > Dalam tiga minggu, setiap hari Senin (tiga kali) Desy dipanggil Mabes, tidak > satupun yang digubris. Panggilan untuk gelar perkara, Panggilan untuk > membuat BAP sebagai saksi Pelapor, dan terakhir, tanggal 25 Mei. Penyerahan > bukti2 tetap tidak dianggap. Padahal selama seminggu kami terus mengingatkan > membujuk menyemangati supaya dia hadir. Pas pada harinya sms tidak dijawab, > Telepon tidak diangkat. Yang menjawab orang suruhan, dan jawabannya > berragam. > > 1. Tadi malam nggak bisa tidur karena kakak Mano kesurupan. > 2. Nggak bisa bicara, sedang radang tenggorokan. > 3. Tidak bisa bangun, nggak enak badan. > > YANG MEMBUAT JENGKEL, sorenya Dassy tau-tau sedang wawancara televisi, > menggambarkan kalau hari itu dia demo, > berada di hotel bintang lima ketemu Datu Anu, dll. > > Tapi saya senang Mano kembali dalam keadaan SEGAR BUGAR. Itu menguatkan apa > yang saya ragukan ketika saya menarik diri dari kasus ini. Sebab selama > sebulan bergaul dengan Dasy, setiap kali dia saya ingatkan soal kesabaran > saya dia akan meratap : "Anak itu setiap hari dianiaya Kak, disilet-silet, > dusundut-sundut dengan setrum, dll" Saya betul kurang akhli dalam hal > setrom, tapi surprise Mano balik dalam keadaan BUGAR. > > Saya sarankan, kalau kita mau mendorong kasus ini menjadi kasus yang terang > benderang dan tidak sekedar Soap Opera Desy harus segera ke Mabes membuat > pembuktian. Dan kalau dia tidak bisa buktikan, dia sebaiknya minta maaf pada > masyarakat Indonesia. Bukan pada saya. > > > Ratna Sarumpaet.

