Pak ATA ysh, saya setuju dengan konsep ekonomi bejo yang bapak tawarkan, sehingga sementara waktu saya tidak berani memberikan masukan dan kritik pedas yang diharapkan. Namun ingin mengembangkan konsep ini dalam posting berikutnya.
Saya hanya ingin mempertanyakan terlebih dahulu tentang maksud `plural', dan sedikit terganggu dengan istilah tersebut. Mohon kiranya bapak berkenan untuk memberikan penjelasan. Dalam diskusi dulu-dulu <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/1210> , sebenarnya coba diperkenalkan istilah inklusif-eksklusif serta monokultur-multikultur, yang kelihatannya lebih dekat dengan pemaknaan `bhinneka tunggal ika' yang terbangun sejak era Airlangga itu. Demikian pak, dan terima kasih sebelumnya. Salam. -ekadj --- In [email protected], abimanyu takdir alamsyah <takdi...@...> wrote: > > Setuju Mas Djarot ysh, > Pendapat saya juga salah satu bagian dari ke-plural-an tersebut.

