Pak Ekadj ysh, Kalau pendapat saya berbeda dengan rekans lain dan dianggap
nyeleneh, pendapat tersebut dapat dianggap bagian dari pluralisme
pemikiran...tidak seragam...atau bisa menggoyahkan pendapat lama yang telah
mapan sebelumnya (takut eyangku marah...karena itu siap dikritik)

Tetapi kalau ada kesamaan dan dapat dikembangkan bersama, maka konsep
"bhinneka tunggal ika" semakin mantap. Artinya, mari kita benahi bersama
"interface" antar konsep pembangunan kita, antar budaya lokal ataupun antar
potensi lingkungan di wilayah NKRI kita bersama sehingga tidak ada dualisme,
tidak ada gap, tidak ada konflik...yang ada adalah penangan bersama di
kawasan interface tersebut....

Salam,
ATA

2009/6/3 ffekadj <[email protected]>

>
>
> Pak ATA ysh, saya setuju dengan konsep ekonomi bejo yang bapak tawarkan,
> sehingga sementara waktu saya tidak berani memberikan masukan dan kritik
> pedas yang diharapkan. Namun ingin mengembangkan konsep ini dalam posting
> berikutnya.
>
> Saya hanya ingin mempertanyakan terlebih dahulu tentang maksud `plural',
> dan sedikit terganggu dengan istilah tersebut. Mohon kiranya bapak berkenan
> untuk memberikan penjelasan.
>
> Dalam diskusi dulu-dulu<http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/1210>,
> sebenarnya coba diperkenalkan istilah inklusif-eksklusif serta
> monokultur-multikultur, yang kelihatannya lebih dekat dengan pemaknaan
> `bhinneka tunggal ika' yang terbangun sejak era Airlangga itu.
>
> Demikian pak, dan terima kasih sebelumnya. Salam.
>
> -ekadj
>
> --- In [email protected], abimanyu takdir alamsyah <takdi...@...>
> wrote:
> >
> > Setuju Mas Djarot ysh,
> > Pendapat saya juga salah satu bagian dari ke-plural-an tersebut.
>  
>

Kirim email ke