Pak Djarot dan rekans ysh,
Yang saya ceritakan rekan saya, jadi saya tahu itu pekerjannya yang dikerjakan dalam jangka relatif panjang. Bukan jadi sopir tapi wirausaha telor, untuk ngantar nyopiri juga dia. Saya kan nyambung Pak BTS dan Pak Onnos, kalau chinese serba mungkin, tapi kalau bumiputera banyak gengsinya. Saya tambahi, teman kita yang chinese lebih realistis, merenspons sikon dengan action. Sementara si bumiputera respons cepatnya biasanya 'menyalahkan pemerintah?, lalu nunggu godot adanya UU, PP, Perda, atau calon yang bijak bestari. Yang dari jaman ke jaman kayaknya kagak ada. Kalau dulu sudah kenal Pak Djarot pasti sudah tak teliti pakai fenomenologi

